PENGENALAN SERTA PENGEMBANGAN
ELEMENT CLOUD COMPUTING
Makalah ini dibuat untuk memenuhi
tugas mata kuliah
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Oleh:
Nama : Sholakhuddin
NIM :1102412115
Prodi : Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada
zaman sekarang perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin
pesat membuat semakin cepatnya produk-produk teknologi menyebar ke seluruh
penjuru dunia. Kebutuhan akan informasi yang selalu up to date ketika suatu
peristiwa terjadi dan kabarnya dapat segera tersebar dan diketahui semua orang.
Teknologi komputasi awan terdapat aspek manajemen cloud computing yaitu
keamanan TI, kinerja manajemen, provisioning. Dari segi keamanan, dapat
menyimpan file di e-mail tanpa khawatir kehilangan karena dapat diakses melalui
koneksi internet.
Sistem
teknologi informasi yang ada sekarang ini sangat terbatasi oleh ruang. Ruang
untuk server yang dibutuhkan untuk penyimpanan data dan peningkatan kemampuan
perangkat keras dalam rangka peningkatan proses komputasi sangat terbatas dan
memerlukan biaya yang tidak murah untuk menambah perangkat yang baru. Seiring
dengan waktu proses komputasi tidak akan cukup dengan hanya mengandalkan
teknologi yang sudah usang, sehingga para CIO (Chief Information Officer) harus
mengikuti perkembangan perangkat keras yang ada.
Perkembangan
dunia modern sekarang ini telah melahirkan suatu teknologi komputasi yang
dinamakan Cloud computing merupakan tren baru di bidang komputasi terdistribusi
dimana berbagai pihak dapat mengembangkan aplikasi dan layanan berbasis SOA
(Service Oriented Architecture) di jaringan internet. Cloudcomputing dapat
dikembangkan dengan skala besar, memberikan pengalaman pengguna yang superior,
dan ditandai oleh sesuatu yang baru, yaitu ekonomi berbasis internet. ”Sekarang
konsep teknologi informasi cloud computing
sedang hangat dibicarakan. Istilah cloud computing mungkin belum banyak
didengar, karena memang masih baru. Oleh karena itu penulis mengangkat judul
“Pengenalan Serta Pengembangan Element Cloud Computing”
1.2 Rumusan Masalah
1.
Bagaimana pengenalan mengenai Cloud Computing
?
2.
Bagaimana pengembangan Element Cloud
Computing ?
1.3 Tujuan
1.
Mengetahui tentang Cloud Computing
2.
Mengetahui tentang pengembangan Element Cloud Computing
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengenalan Cloud Computing
A.
Pengertian Cloud Computing
Cloud
Computing dalam pengertian bahasa
Indonesia diterjemahkan menjadi komputasi awan, beberapa tahun terakhir ini
telah menjadi ―Hot word‖ di dunia
teknologi informasi (TI). Seluruh nama besar seperti IBM, Microsoft, Google,
dan Apple, saat ini sedang terlibat dalam peperangan untuk
menjadi penguasa terbesar terhadap awan
ini. Tentu saja masing-masing
mengeluarkan jurusnya sendiri-sendiri IBM
di paruh akhir
tahun 2009 kemarin telah meluncurkan LotusLive, layanan kolaborasi berbasis cloud. Microsoft, yang
sekarang di perkuat oleh Ray Ozzie sebagai Chief Software Architect pengganti
Bil Gates, menggadang Windows Azure, sistem operasi berbasis cloud yang
akan menjadi masa depan Windows
OS. Apple mengambil sisi lain, telah
menyediakan layanan Mobile Me yang memungkinkan pengguna produk Mac, untuk melakukan sinkronisasi data
ke Dalam cloud . Sementara google raksasa yang
lahir di era internet
sudah sejak lama memberikan suatu layanan yang dikenal dengan nama “Google Docs”. Dengan layanan ini memungkinkan
userdapat membuat dokumen atau
dapat bekerja kerja dengan spread sheet
secara online tanpa perlu menginstall software di PC atau Notebook.
Bahkan goole juga meluncurkan system operasi cloud-nya, yang sistem operasi
alternative dari system operasi yang sudah ada, yang mungkin juga menjadi
ancaman serius bagi penyedia sistem operasi.
Sebelum
kita membahas lebih jauh mengenai Cloud
Computing,terlebih dahulu pada bab ini
kita akan membahas definisi dari CLOUD
COMPUTING. Untuk itu mari kita lihat
beberapa definisi dari Cloud Computing, agar kita dapat mengenal dan mengerti
dengan jelas apa itu Cloud Computing ? kemana tujuanya ? dan apa resikonya? dan
bagaimana organisasi IT atau praktisi
IT mempersiapkan ini ?
inilah pertanyaan yangsetidaknya akan
hadir bagi beberapa praktisi ataupun peminat IT dibawah ini ada beberapa
definisi Cloud Computing yang dapat membantu kita untuk mengenal apa itu Cloud
Computing:
a. Cloud
Computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan
pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metefora dari
internet, sebagaimana awan yang sering
digambarkan di diagram jaringan komputer,
awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari
infrastruktur kompleks yang disembunyikannya.
b. Internet Cloud adalah
suatu model komputasi di
mana kapabilitas terkait
teknologi informasi
disajikan sebagai suatu layanan, sehingga pengguna dapat
mengaksesnya lewat Internet.
c. Cloud
Computing adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS(software
as a service), Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal
luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk
memberikan kebutuhan komputasi pengguna.
d. Cloud
computing adalah istilah
untuk kegiatan menyelesaikan suatu
proses atau perhitungan
melalui internet dengan memanfaatkan sumber
daya yang dimiliki oleh suatu
kumpulan komputer yang saling terhubung di suatu tempat.
e. Cloud
computing adalah teknologi yang menggunakan internet dan server pusat yangjauh
untuk menjaga/mengelola data dan aplikasi.
f. Cloud
Computing secara sederhana dapat
didefinisikan adalah "layanan
teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan atau
diakses oleh pelanggannya
melalui jaringan internet". Kata-kata "Cloud" sendiri merujuk
kepada simbol awan yang
di dunia TI digunakan untuk
menggambarkan jaringan internet (internet cloud).
Cloud
Computing bisa diartikan sebagai
suatu model yang
memungkinkan jaringan dapat diakses dengan mudah
sesuai kebutuhan di berbagai
lokasi.dimana model ini
memungkinkan untuk mengumpulkan sumber daya komputasi seperti network, server,
storage, aplikasi dan services dalam satu wadah.
Menurut sebuah makalah tahun
2008 yang dipublikasikan IEEE
Internet Computing Cloud Computing merupakan suatu paradigma
dimana suatu informasi secara permanen tersimpan di server (di Internet ) dan
tersimpan secara sementara di computer pengguna (client) termasuk di dalamnya
adalah desktop, computer tablet, notebook, sensor-sensor dan lain lain.
Melihat perkembangan saat
ini, maka yang dibutuhkan
oleh organisasi IT
ataupun Praktisi ITadalah
memberikan berbagai macam layanan terdistribusi dan pararel secara remote dan
dapat berjalan di berbagai device, dan teknologinya dapat dilihat
dari berbagai teknologi
yangdigunakan dari proses
informasi yang diaplikaikan
secara outsourcing sampai dengan penggunaan eksternal data center.
Cloud Computing merupakan model yang dapat mendukung layanan ―Everything as a
sevice” (XaaS). Sehingga dapat
mengintegrasikan virtualized physical
sources, virtualized
infrastructure.
Cloud
computing atau komputasi awan merupakan tren baru di bidang komputasi
terdistribusi dimana berbagai pihak dapat mengembangkan aplikasi
dan layanan berbasis SOA (Service Oriented Architecture) di jaringan
internet. Definisi dan batasan dari
Cloud Computing sendiri masih mencari
bentuk dan standarnya. Di mana
pasarlah yang akan menentukan model mana yang akan bertahan dan model mana yang
akan berakhir. Namun semua sepakat bahwa Cloud Computing akan menjadi masa
depan dari dunia komputasi. Bahkan lembaga riset bergengsi Gartner Group juga
telah menyatakan bahwa
Cloud
Computing adalah wacana
yang tidak boleh
dilewatkan oleh seluruh organisasi IT ataupun praktisi IT yang berkepentingan di dunia IT, mulai
saat ini dan dalam beberapa waktu mendatang.
Ini disebabkan karena Cloud Computing adalah
sebuah mekanisme yang memungkinkan kita "menyewa" sumber daya
teknologi informasi (software, processing power, storage, dan lainnya) melalui
internet dan memanfaatkan sesuai kebutuhan kita dan membayar sesuai dengan yang
digunakan oleh kita saja. Dengan konsep ini, maka semakin banyak orang yang bisa memiliki
akses dan memanfaatkan sumber
daya tersebut, karena tidak harus melakukan investasi
besar-besaran. Apalagi dalam kondisi
ekonomi seperti sekarang, setiap organisasi akan
berpikir panjang untuk
mengeluarkan investasi tambahan di
sisi IT. Terlebih hanya untuk mendapatkan
layanan-layanan yang mungkin hanya dibutuhkan sewaktu-waktu saja sebagaimana telah
dijelaskan pada defenisi
di atas bahwa Cloud
Computing adalah layanan teknologi informasi yang di manfaatkan melalui jaringan Internet,
namun tidak semua layanan yang ada di Internet dapat dikategorikan sebagai
layanan Cloud Computing. Ada pun beberapa syarat yang harus dipenuhi agar
layanan yang ada di Internet dikatakan sebagai layanan Cloud Computing ?
1. Layanan bersifat "On Demand",
pengguna dapat berlangganan hanya yang dia butuhkan saja, dan membayar hanya
untuk yang mereka gunakan
saja. Misalkan sebuah sebuah internet service provider
menyediakan 5 macam pilihan atau paket-paket internet dan user hanya mengambil 1 paket internet maka user hanya
membayar paket yang diambil saja.
2. Layanan
bersifat elastis/scalable,
di mana pengguna bisa menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang
dia inginkan kapan saja dan
sistem selalu bisa mengakomodasi perubahan tersebut. Misalkan
user berlangganan internet
pada yang bandwidthnya 512 Kb/s
lalu ingin menambahkan kecepatannya menjadi 1Mb/s kemudian user menelpon costumer service meminta untuk penambahan bandwitch lalu customer service
merespon dengan mengubah bandwidth menjadi 1Mb/s.
3. Layanan
sepenuhnya dikelola oleh
penyedia/provider, yang dibutuhkan
oleh pengguna hanyalah komputer
personal/notebook ditambah koneksi internet.
4. Sumber Daya Terkelompok ( Resource pooling )
Penyedia layanan Cloud Computing memberikan
layanan melalui sumber
daya yang dikelompokkan di satu atau
berbagai lokasi data
center yang terdiri dari sejumlah server dengan mekanisme multi-tenant. Mekanisme
multi-tenant ini memungkinkan
sejumlah sumber daya komputasi
digunakan secara bersama-sama
oleh sejumlah user, dimana sumber
daya tersebut baik yang berbetuk
fisik atau virtual, dapat dialokasikan
secara dinamis untuk kebutuhan
pengguna / pelanggan sesuai permintaan.
Dengan demikian pelanggan tidak perlu tahu bagaimana dan darimana permintaan akan sumber
dayakomputasinya terpenuhi
oleh penyedia layanan yang ada di
Cloud Computing. Yang
penting setiap permintaan
dapat dipenuhi. Sumber daya komputasi ini
meliputi media penyimpanan,
memory, processor, pita jaringan dan mesin virtual.
5. Akses Pita Lebar
Layanan yang
terhubung melalui jaringan
pita lebar, terutama dapat diakses secara memadai memalui
jaringan internet. Baik
menggunakan thin client, thick client,
ataupun media lain seperti smartphone.
6.
Layanan yang terukur. ( Measured Service
)
Sumber
daya cloud yang tersedia harus
dapat diatur dan dioptimasi penggunaannya, dengan suatu sistem pengukuran yang
dapat mengukur penggunaan
dari setiap sumber daya
komputasi yang digunakan
(penyimpanan, memory, processor,
lebar pita, aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumber
daya yang digunakan dapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi
user untuk membayar biaya penggunaan layanan. Selain itu karakterisik dari
Cloud Computing adalah sangat cepat di deploy, instant untuk implementasi.
Dalam hal ini :
·
Biaya
start up teknologi ini
(Cloud Computing) mungkin akan
sangat murah ataupun tidak ada, dan juga tidak ada
investasi kapital.
·
Biaya dari service dan pemakaian akan
berdasarkan komitmen yang tidak fix.
·
Pelayanan ini (Cloud Computing) dapat
dengan mudah di
upgrade atau downgrade dengan cepat tanpa adanya ―penalty”.
·
Pelayanan akan
menggunakan metode
multi-tenant (banyak customer dalam 1 platform)
·
Kemampuan untuk meng-customize pelayanan
akan menjadi terbatas. Dilihat dari jenis layanan
tersendiri, Cloud Computing, terbagi
dalam 3 jenis layanan (secara umum), yaitu : Software
as a Service (SaaS), Platform
as a Service (PaaS) dan Infrastructure as a Service (IaaS). Namun secara spesifik layanan Cloud Computing lebih dari
3 jenis layanan. Yaitu : SaaS
(Service as a Service),Utility
Computing, Web Service, MSP (Management Service Provider),
E-Commerce, Intergrated Network.
Pembahasan mengenai
jenis-jenis layanan ini akan
di bahas lebih detail
pada bab 3 (pembahasan di dalam
buku ini ).Sementara dari sifat jangkauan layanan, Cloud Computing terbagi menjadi 3 jenis layanan yaitu Public Cloud, Private Cloud dan Hybrid Cloud.
a. Public Cloud.
Jenis
cloud ini diperuntukkan untuk umum oleh penyedia layanannya.
b. Private Cloud.
Merupakan infrastruktur
layanan cloud, yang
dioperasikan hanya untuk sebuah organisasi tertentu. Infrastruktur
cloud itu bisa saja dikelola oleh
sebuah organisasi itu atau oleh pihak ketiga. Lokasinya pun bisa on-site ataupun off-site. Biasanya organisasi dengan
skala besar saja yang mampu memiliki/mengelola private cloud ini.
c. Community cloud.
Dalam
model ini, sebuah infrastruktur cloud digunakan bersama-sama oleh beberapa organisasi yang memiliki kesamaan
kepentingan, misalnya dari sisi misinya, atau tingkat keamanan yang dibutuhkan,
dan lainnya.
d. Hybrid Cloud.
Untuk jenis ini,
infrastruktur cloud yang tersedia
merupakan komposisi dari
dua atau lebih infrastruktur
cloud (private, community,
atau public). meskipun
secara entitas mereka tetap berdiri
sendiri, tapi dihubungkan
oleh suatu teknologi /
mekanisme yang memungkinkan portabilitas data dan aplikasi antar cloud
itu. Misalnya, mekanisme load balancing
yang antar cloud, sehingga alokasi sumberdaya bisa dipertahankan pada level yang optimal.
Berikut adalah beberapa
gambar konsep atau ilustrasi dari Cloud
Computing.
Gambar
2.1.1 Ilustrasi Cloud Computing
Gambar 2.1.2 Diagram konsep Cloud Computing
Adapun
struktur dari Cloud computing:
Gambar 2.1.3 Struktur Cloud Computing
yang
menjadi pertanyaan ? Apa bedanya dengan pemakaian komputer biasa selama ini?
Pada pemakaian komputer biasa, diperlukan
sistem operasi dan program
aplikasi. Sistem operasi sangat menentukan
program aplikasi. Kalau
pemakai memilih sistem operasi
MS Windows misalnya, maka
aplikasinya pun harus berbasis Windows.
Demikian juga kalau sistemnyaberbasis DOS, Linux,
Mac, dan sebagainya. Padahal
memilih sistem operasi sendiri
seringmembuat user pusing,
mau yang gratisan,
atau yang berbayar? Program aplikasi harus dipasang di komputer sesudah sistem
operasi terpasang. Untuk aplikasi berbasis DOS, relatif gampang, karena tidak
perlu diinstal. Asal dikopi ke komputer, sudah siap dijalankan. Aplikasi
ini sering disebut dengan stand alone software, karena tidak
dapat dijalankan bersamaan dengan program lain. Keuntungannya,
bila akan dijalankan di komputer lain, tinggal disalin saja,selesai. Tapi kalau
sistemnya berbasis grafis dan multitasking (seperti MS Windows), program harus
diinstal dulu. Kalau komputer lain diinginkan untuk menjalankan aplikasi
tersebut, harus diisi dengan proses instal
lagi, tidak bisa hanya dengan disalin seperti pada
sistem DOS. Program seperti ini
disebut dengan desktop
application.
Keunggulannya, dapat berjalan
bersamaan dengan program lain. Kelemahannya, kalau ada program versi baru,
harus beli lagi, instal lagi. Sebetulnya hal ini juga berlaku untuk program-program
berbasis DOS.
B. Manfaat dan Tujuan Cloud
Computing
Dengan
adanya cloud computing akan mengubah paradigma perusahaan ataupun organisasi IT
dalam memandang investasi teknologi komunikasi
informasi. "Investasi untuk modal
kapital berubah menjadi biaya operasional dengan besaran yang lebih efisien akibat
adanya cloud computing,dan Ini
membuat para pengguna (user) bebas berkreasi dan tidak
perlu menyediakan infrastruktur (data center, processing power, storage,
sampai ke aplikasi desktop)untuk dapat memiliki sebuah sistem, karena semuanya
sudah disediakan secara virtual Disaat
ini kebutuhan akan pemakaian ,
pemeliharaan dan keamanan sistem
informasi semakin meningkat,
mendorong perusahaan ataupun organisasi untuk
meningkatkan dan mengamankan sistem mereka, namun
Karena perusahaan ataupun organisasi tidak
memiliki sumber daya yang
besar untuk membeli
sistem untuk keperluan
mereka dan bahkan untuk memelihara sistem informasi mereka ,terlebih lagi untuk mengamankan sistem tersebut maka
kemungkinan besar Cloud Computing akan
menjadi pilihan pertama dan kemungkinan besar akan
berkembang, khusunya di Indonesia. Bahkan dengan Cloud Computing, mereka
(perusahaan / organisasi) hanya menyewa layanan atau jasa dari penyedia Cloud
Computing. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya dengan Cloud Compuitng ini dapat
mengurangi investasiawal dari sebuah perusahaan atau organisasi yang
membutuhkan pememakaian, pemeliharaan dan keamanan sistem informasi yang lebih
baik.
Dalam
hal ini
investasi yang besar
bagi sebuah perusahaan atau
organisasi akan berubah menjadi suatu sistem operasional yang
mudah dikelola, bahkan penyedia jasa seperti Software as a Service (SaaS) yand ada di Cloud dapat menawarkan
harga yang sangat rendah karena faktor ekonomi. Dengan Cloud Computing kita
tidak perlu lagi dikuatirkan dengan adanya kompleksitas Teknologi saat ini.
Perusahaan dan organisasi yang dalam usahanya menggunakan Teknologi Informasi
tidak perlu takut dengan hal-hal yang dapat mengancam keamanan sistem informasi
mereka dan bahkan dalam hal peng-updatetan suatu Teknologi atau aplikasi
yang dipakai , karena semuanya itu bisa diserahkan kepada
penyedia layanan di Cloud Computing. Cloud Computing jangan dijadikan sebagai
―Core Business‖ bagi sebuah perusahaan tapi sebaliknya jadikan-lah Cloud Computing
ini sebagai ―Support Business‖, prinsip ini yang benar karena Cloud
Computing sebagai penunjang suatu perusahaan dalam mengelola sistem informasi yang
ada di perusahaan tersebut dengan maksud
dan tujuan untuk kelangsungan bisnis dari perusahaan tersebut,
karena Cloud Computing memberikan solusi bagi perusahaan untuk meringankan
operasional perusahaan tersebut dalam hal pengolahan data.
Manfaat
Cloud Computing :
·
Skalabilitas - Mudah
meningkatkan kapasitas, sebagai
kebutuhan komputasi berubah, tanpa membeli peralatan
tambahan.
·
Accessibility - Akses data dan aplikasi
melalui internet dari mana saja.
·
Mengurangi Biaya
·
Shift
Beban - Free
staf TI internal dari
pembaruan dan isu-isu konstan.
Keprihatinan
utama mengenai cloud computing adalah
keamanan dan kehandalan.
Banyak organisasi mengalami
kesulitan mempercayai informasi
mereka dengan vendor pihak
ketiga, dan juga penyedia dipublikasikan padam
telah meningkatkan keprihatinan mereka. Ketika mengevaluasi kebutuhan komputasi Anda, penting untuk
mempertimbangkan baik manfaat dan risiko dari Cloud Computing. Sebagai contoh, data-kerugian yang mungkin baik
itu dalam Cloud Computing dan sistem
perusahaan tradisional, tetapi
dalam banyak kasus vendor Cloud Computing akan
memiliki lebih banyak sumber daya yang tersedia dengan cepat
dan akurat memperbaiki kegagalan ini. Selain itu dengan teknologi
Cloud Computing (komputasi
awan) akan memberikan dampak
lebih ekonomis dan sumber daya IT
yang digunakan lebih efisien, saat aplikasi bisnisdioperasikan dalam suatu
lingkungan. Jasa Cloud adalah bisnis
yang paling cepat
tumbuh dan berkembang
pendekatannya untukmemberikan aplikasi
dan layanan dari mana saja ke pelanggan apapun,
pada perangkat apapun. Sebuah pergeseran yang terjadi dengan komputasi awan
yang membentang di
alam teknologi dan bisnis, sebuah pergeseran yang dramatis akan mengubah
bisnis dan bagaimana menggunakan teknologi untuk memenuhi persyaratan. Dengan
Cloud Kemampuan
untuk menangani tugas-tugas penting, dapat
dilakukan lebih efisien oleh karena dilakukan oleh
pihak ketiga, apakah mereka merupakan
inti atau bukan inti dengan bisnis anda, adalah sebuah model
bisnis yang umum dan merupakan
layanan yang bisa menguntungkan anda.
Komputasi awan membawa tujuh
manfaat potensial.
1.
Data yang disimpan terpusat.
2.
Respon cepat.
3.
Kehandalan kode uji.
4.
Log ( records tak terbetas ).
5.
Kinerja Perangkat Lunak dengan tingkat keamanan yang tinggi.
6.
Konstruksi yang handal.
7.
Menghemat Biaya uji keamanan yang mahal
Selain
itu cloud computing dapat memenuhi
persyaratan skalabilitas
untuk memenuhi permintaan pengguna
dengan cepat, namun tidak mengharuskan pengguna untuk menjadi ahli pada bidang
teknologi. Dengan teknologi ini
kita dapat memfasilitasi workflow
application yang berskala besar.
Sehingga setiap user yang
berorientasi pada penggunaan sistem yang berskala besar untukkeperluan
organisasi atau perusahaan-nya, tidak perlu kuatir. Mengapa?
―teknologi ini (Cloud Computing) hadir
untuk mengatasi itu. Sebagai
contoh perusahaan yang
memerlukan tempat penyimpanan
yang besar untuk keperluan kerja perusahaan mereka, cloud dapat
menyediakan-nya, tanpa harus perusahaan
tersebut menyediakan server / storage yang besar untukkeperluan data
mereka, yang sudah barang tentu memerlukan biaya yang besar. Selain itu manfaat
dan tujuan dari cloud computing dalam rangka mendukung perangkat lunak yang di
gunakan pada Cloud Computing adalah sebagai berikut :
·
Sistem penagihan yang terencana dan
biaya untuk komputasi yang murah pada tingkat yang sangat mantap.
·
Memberikan performance database yang
baik dan handal.
·
Memiliki jaminan keamanan yang tinggi
yang didukung dengan dedicated server.
·
Memungkinkan pengguna dapat meminta penyimpanan dalam jumlah besar atau
kecil dengan cepat serta
menyediakan system penyimpanan
yang terstruktur yang disebabkan karena ruang penyimpanan yang
di atur secara teratur .
·
Mengefisienkan penggunaan
aplikasi dan pengefisienan
perangkat keras yang selama ini di pergunakan user (semuanya
tersedia di Cloud Computing).
·
Menghemat / menekan penggunaan ruang
yang berlebihan.
·
Mendukung program go green.
C. Ragam Penerapan
Cloud Computing
1. Fujitsu terapkan Cloud Computing.
Komputasi awan (cloud
computing) saat ini
memang sedang marak dilakukan
oleh perusahaan-perusahaan IT,
baik lokal maupun internasional. Kini
vendor asal Jepang, Fujitsu, yang menerapkannya. perusahaan ini
mengumumkan strategi global
mereka untuk menerapkan cloud computing yang berlandaskan
pada empat model pemakaian sumber daya komputasi, yaitu infrastruktur,
aplikasi, aktivitas dan konten. Dalam strategi
yang dikembangkan dari
pengalaman Fujitsu selama bertahun-tahun, pelanggan bisa menerapkan sebagian
atau seluruh model komputasi
awan tanpa gangguan. Fujitsu telah menawarkan platform ini untuk
model infrastruktur yangdiperkuat
dengan penerapan platform
standar komputasi awan
global secara luas. Fujitsu
Indonesia telah mengembangkan teknologi
komputasi awan dengan
melihat perubahan dalam
masyarakat dan bagaimana teknologi bisa
membantu manusia melewati perubahan tersebut.
Inilah yang disebut sebagai sudut
pandang human-centric. Di
Jepang, Fujitsu berhasil menjalankan
uji coba yang melibatkan
pertanian dan kesehatan,‖ ujar Achmad
S. Sofwan selaku Chief Operation
Officer Fujitsu Indonesia. Dimana Uji coba layanan ini sudah dilakukan
pada bulan Mei 2010, dilanjutkan dengan komersialisasi pada
Oktober 2010 di Jepang,
Australia, Singapura, Amerika Serikat, Inggris dan Jerman. Platform
komputasi awan global akan menjadi pelengkap
platform awan lokal,
dengan memenuhi kebutuhan
infrastruktur Teknologi Informasi
danKomunikasi (TIK) yang terstandarisasi
secara global. Dimana melalui cara ini,
diharapkan pelanggan bisa
mengadopsi layanan baik
dari platform lokal
maupun global secara
fleksibel. Hasilnya, pelanggan bisa mengurangi biaya-biaya TIK, lebih tanggap
terhadap kebutuhan bisnis dan
bisa menyediakan layanan TIK tanpa
mengorbankan keamanan dan tingkat ketersediaan. Pelanggan juga memperoleh
manfaat dari keahlian Fujitsu dalam bidang telekomunikasi dan jaringan.
Fujitsu sendiri melihat
layanan cloud computing sebagi
evolusi, bukan revolusi.
Untuk itu, model pemakaian sumber daya komputasi di tingkat
infrastruktur dan aplikasi adalah perpanjangan dari layanan konvensional yang
selama ini ditawarkan Fujitsu. Namun di tingkat
aktivitas dan konten, keduanya
mencerminkan perubahan signifikan
di industri TIK dalam hal menciptakan
nilai dengan mengembangkan
berbagai model bisnis dan layanan baru bagi para pembeli.
Berbekal pengalaman selama beberapa dekade dalam
menyediakan layanan bisnis, Fujitsu bisa memberikan dukungan
kepada pelanggannya untuk
berpindah dan bermigrasi ke model
komputasi awan secara aman tanpa gangguan. Guna mewujudkan hal ini,
perusahaan yang membuka cabang di
Indonesia pada 1995 tersebut
telah menjalin aliansi
dengan sejumlah pihak
yang terkait dengan
komputasi awan. Mereka menjamin pelanggan tidak akan terjebak
dalam sistem-sistem tertutup (proprietary).
Berikut kutipan dari Corporate
Senior Executive Vice President Fujitsu Richard Christou menyatakan bahwa
Fujitsu akan memberikan layanan komputasi awan terstandarisasi melalui platform cloud global yang digelar
secara luas. Kami akan memberikan pengumuman lanjutan untuk memenuhi
fase-fase lain dari model komputasi
awan, bersama dengan para mitra kunci di
bulan-bulan mendatang. Fujitsu
kini dalam posisi untuk
bekerja bersama para pelanggan
untuk mewujudkan manfaat
komputasi awan.
2.
Penarapan Cloud Computing pada Google
Docs.
Google Docs adalah
salah satu produk Google
yang dapat mengolah (menyimpan,
membuat, meng-edit) program-program aplikasi perkantoran (seperti microsoft office jika diwindows)
secara online, diantaranya
program-programnya adalah pengolah kata (word
processor), pengolah lembar kerja (spreadsheet) dan presentasi (presentation). Penggunakan fasilitas Google DOcs yang harus online / terkoneksi lewat internet merupakan kelemahan dari
program ini, namun aplikasi ini banyak mempunyai kelebihan, misalnya jika kita
berpergian keluar kota atau bahkan keluar negeri untuktujuan seminar atau apa
saja kita tidak akan bingung ketinggalan dokumen jika semua sudah disimpan di Google DOcs selain itu kita tidak akan kawatir
dokumen akan hilang atau rusak seperti halnya jika kita menyimpan di harddisk yang sewaktu-waktu harddiskdapat rusak dan dokumen
hilang.
Berikut ini adalah hal-hal yang
dapat kita lakukan dengan menggunakan Google Docs :
Dalam menggunakan
dokumen, yang dapat dilakukan:
·
Upload dokumen Word, OpenOffice, RTF, HTML, atau teks
(atau membuat dokumen dari awal).
·
Menggunakan editor WYSIWYG yang
sederhana untuk memformat dokumen, memeriksa ejaan, dll.
·
Sharing dengan
orang lain (melalui alamat e-mail) untuk mengedit atau melihat dokumen dan
spreadsheet.
·
Meng-edit dokumen online dengan siapa pun yang kita
pilih.
·
Melihat riwayat revisi dokumen dan
spreadsheet
·
Mempublikasikan dokumen secara online ke
dunia, sebagai halaman Web atau mengirimkan dokumen ke blog.
·
Mendownload dokumen ke desktop sebagai Word, OpenOffice, RTF, PDF, HTML atau zip.
·
Email dokumen sebagai lampiran.
Dalam menggunakan
perangkat lunak spreadsheet,
yang dapat dilakukan:
·
Mengimpor dan mengekspor data berformat
.xls, .csv, .txt dan .ods (dan mengekspor fungsionalitas untuk .pdf dan html).
·
Menikmati navigasi dan pengeditan intuitif,
seperti dokumen atau spreadsheettradisional.
·
Menggunakan format dan formula
pengeditan pada
·
Mengobrol dengan orang lain yang sedang
mengedit
·
Memasukkan spreadsheet, atau bagian dari spreadsheet, ke blog atau
situs web kita.
Dalam
menggunakan perangkat lunak presentasi, yang dapat dilakukan:
·
Mengimpor presentasi yang ada dalam
jenis file ppt dan .pps.
·
Mengekspor presentasi kita menggunakan
fitur Simpan sebagai Zip dari menu File.
·
Mengedit presentasi kita menggunakan
editor WYSIWYG yang sederhana.
·
Menyisipkan gambar, dan memformat slide
kita agar sesuai dengan keinginan kita.
·
Berbagi-pakai dan mengedit presentasi
bersama teman dan rekan kerja.
·
Mengizinkan melihat presentasi pada waktu-nyata,
online, dari lokasi jauh yang terpisah.
·
Mempublikasikan presentasi kita di web,
dan dapat di akses oleh orang lain.
Untuk
besarnya dokumen yang dapat kita kerjakan dalam Google Docs adalah :
1. Dokumen
·
Setiap dokumen dapat mencapai sebesar
500K, ditambah 2MB per gambar yang dimasukkan.
·
Dapat meng-upload dokumen dengan format
file berikut :
§ HTML
§ Teks
biasa (.txt)
§ Microsoft
Word(.doc)
§ .rtf
§ Open
Office (.odt)
·
Setiap pengguna memiliki batas kombinasi
5000 dokumen dan presentasi serta 5000 gambar.
2. Spreadsheet
·
Setiap spreadsheet dapat mencapai hingga
10,000 baris, atau hingga 256 kolom, atau hingga 100,000 sel, atau hingga 40
sheet — batas mana saja yang tercapai lebih dulu.
·
Setiap pengguna memiliki batas hingga
200 spreadsheet.
·
Batas untuk spreadsheet terbuka pada
saat bersamaan adalah 11.
·
Dapat mengimpor spreadsheet hingga
mencapai 1 MB dalam format xls, csv, atau ods, txt, tsv, tsb.
3. Presentasi
·
Setiap presentasi dapat mencapai sebesar
500K, ditambah 2MB per gambar yangdimasukkan.
·
Kita dapat meng-upload presentasi dalam
format .ppt maupun .pps.
·
Setiap pengguna memiliki batas kombinasi
5000 dokumen dan presentasi serta 5000 gambar
3.
Penerapan Cloud Computing pada Salesforce.com
Salesforce.com adalah
aplikasi Customer Relationship
Management (CRM) berbasis software as services, dimana kita
bisa mengakses aplikasi bisnis: kontak, produk, sales tracking, dashboard, dll.
4.
Penerapan Cloud Computing pada Amazon Web Services (AWS)
Amazon
menawarkan berbagai macam
service yang sangat mirip dengan
service-service yang
terdapat pada suatu jaringan konvensional.
Membangun jaringan virtual dengan Amazon
Web Services sangat mudah dilakukan,
namun ada sedikit kesulitan menentukan standar
dalam infrastruktur Amzon Web
Services, yang disebabkan oleh tidak
ada batasan dari penggunaan
setiap service yang ada pada
Amazon Web Servicies.
5.
Penerapan Cloud Computing pada Microsoft Windows Azure (MWA)
Pada MWA
user dimungkinkan untuk
mengembangkan aplikasi-aplikasi dengan
basis NET. Dimana user mengembangkan
jaringan sesuai dengan
kebutuhan, namun MWA
menetapkan standar-standar yang
tidak bisa dilanggar. Dapat dikatakan atau disimpulkan bahwa MWA
merupakan framework–framework aplikasi
lengkap yang di implementasikan dalam
jaringan virtual yang
memiliki basis yang sama dengan jaringan konvensional.
6.
Penerapan Cloud Computing pada Biznet.
Biznet Cloud
Computing adalah platform komputer generasi masa
depan yang dapat memberikan
keuntungan untuk perusahaan, dimana keuntungannya
tetap fokus pada bisnis, tanpa harus memikirkan cara untuk setup,
operasi dan menjaga platform komputeryang berkembang. Platform
Biznet Cloud
Computing menyediakan pilihan beberapa prosesor, ukuran memory,
storage (hard disk) dan berbagai jenis Operating System.Platform ini
juga secara otomatis melakukan load balancing
sehingga dapat mengirim aplikasi
secara maksimal.
Biznet
Cloud Computing menyediakan
kemampuan proses komputerisasi dengan standar -standar sebagai berikut :
·
Pilih platform server dan ukuran sesuai
kebutuhan
·
Dapat men-setup beberapa server dalam
hitungan menit
·
Teknologi virtualisasi berbasis VMware
ESXi
·
Akses online melalui control panel dan
open API
·
Administration dengan root access
·
Kapasitas Backbone Global
Internet Tier-1 secara
redundant dengan beberapa Gbps
·
Minimum kontrak 6 bulan
Seluruh paket Cloud
Server termasuk bandwidth inbound & outbound sebesar 500 GB. Setelah
alokasi bulanan telah
terpakai, maka ada biaya tambahan
sebesar Rp. 2,000/GB untuktambahan bandwidth yang terpakai.
Gambar 2.1.4
Data Center.
Dalam rangka memberikan solusi
bagi pengusaha Usaha Menengah Kecil
(UKM), penyedia jasa jaringan
internet Biznet memperkenalkan Cloud Computing.
Pada
Biznet, pengguna Cloud Computing hanya membayar layanan yang mereka pakai, dimana
layanan yang dipakai
disesuaikan dengan kebutuhan dari
setiap pengguna (user). Sehingga
proses pembayaran dilakukan juga
sesuai dengan layanan yang
mereka pakai (sesuai kebutuhan). Satu virtual Data Center dari
layanan Cloud Computing dapat dibagi
menjadi beberapa mesin virtual. (kutipan dari Presiden Director Biznet Networks,
Adi Kusuma).
Cloud
Computing adalah teknologi penyimpanan data secara virtual, yang memungkinkan
user (pengguna) dapat menyimpan data secara konvensional. Melalui Biznet, Cloud
Computing yang difokuskan kepada para
pengusaha UKM, dimana
pengusaha UKM (dalam hal
ini sebagai pemilik data)
dapat fokus ke bisnis mereka tanpa
harus memikirkan biaya yang harus dikeluarkan untuk
―membangun penyimpanan data, karena
semua layanan ini
dapat disewa dengan mudah, cepat dan yang pasti harga terjangkau. Selain
menghemat biaya, Cloud Computing
juga mendukung gerakan
Green Computing. Ini
disebabkan karena layanan Cloud Computing menggunakan server blades yang sangat
efisien dalam penggunaan ruang data
center dari konsumsi listrik, sehingga dapat mengurangi pemakain listrik yang berlebihan
serta polusi lingkungan akibat pembangunan data center yangtidak efisien.
Berikut
ada beberapa paket yang ditawarkan, antara lain :Cloud Server dengan biaya
bulanan Rp. 2,5 juta/bulan, Cloud Hosting Rp. 7 juta/bulan, dan Cloud Storage
Rp. 3 juta/bulan.
2.2
Pengembangan Elemen Cloud Computing
A.
Topologi Jaringan Cloud Computing
Berbicara
tentang sistem cloud computing, akan sangat membantu bila kita membaginya
menjadi dua kelompok, yakni : front-end dan back-end. Keduanya terhubung melalui
sebuah jaringan (Internet). Front-end terletak pada sisi pengguna atau client.
Sementara backend adalah bagian "awan" dalam sistem ini (dalam
diagram jaringan internet kerap digambarkan sebagai awan). Front-end mencakup
komputer (atau jaringan komputer) client, dan aplikasi yang diperlukan untuk
mengakses sistem cloud computing. Tidak semua sistem cloud computing memilikin
interface yang sama. Untuk mengakses layanan Web 2.0 seperti email berbasis web
hanya dibutuhkan web browser biasa, seperti Firefox, Internet Explorer, atau
Opera.Namun, adapula sistem cloud computing yang memiliki aplikasi sendiri
(proprietary) yang harusdiinstall di komputer client. Sementara itu, pada sisi
backend dari sistem cloud computing terdapat beragam komputer, server, dan
sistem penyimpanan data, yang kesemuanyamenciptakan "awan" bagi
layanan komputasi. Secara teori, sebuah sistem cloud computing mencakup semua
program komputer yang dapat Anda bayangkan, dari data processing hingga video
game. Biasanya, setiap aplikasi dijalankan dan memiliki server sendiri
(dedicated server). Sebuah server pusat mengatur jalannya sistem, seperti
memonitor lalu lintas, dan permintaan client untuk memastikansemuanya berjalan
dengan baik.Bila sebuah perusahaan cloud computing memiliki banyak client, maka
kebutuhan akan ruangpenyimpanan data (storage space) pun akan membengkak.
Sistem cloud tidak membutuhkan ruang penyimpanan data dua kali lebih besar dari
pada kebutuhan ril untuk membuat salinan (copy) semua data client. Hal ini
dimaksudkan untuk mencegah kehilangan data bila terjadi gangguan pada media
penyimpanan utama.

Gambar
2.2.1 gambaran umum topologi Cloud Computing
Distribusi
beban vertikal untuk Komputasi Awan melalui Pilihan Implementasi Multiple.
Cloud computing menyediakan
perangkat lunak sebagai layanan
―cadangan‖ untuk pengguna terakhir, tapi infrastruktur yang
mendasari harus cukup terukur dan kuat.dan harus fokus pada sistem Cloud
perusahaan skala besar dan meneliti
bagaimana perusahaan dapat menggunakan service-oriented
architecture (SOA) untuk menyediakan antarmuka yang efisien untuk proses
bisnis. Untuk meningkatkan proses bisnis, masing-masing tingkatan SOA biasanya menyebarkan
beberapa server untuk muatan distribusi dan toleransi kesalahan. Salah satu
keterbatasan dari pendekatan ini adalah
beban yang tidak dapat
didistribusikan lebih lanjut
saat semua serverpada tingkatan /jajaran yang sama
dimuat. Cloud computing terlihat untuk perhitungan dan penyimpanan data menjauh
dari end user dan ke server yang
berlokasi di pusat data,
dengan demikian mengurangi beban
pengguna dari penyedian aplikasi
dan manajemen. Dalam sistem awan
enterprise, arsitektur
berorientasi layanan (SOA)
dapat digunakan untuk menyediakan
antarmuka yang mendasari
proses bisnis, yang
ditawarkan melalui awan(cloud).
SOA dapat bertindak sebagai sebuah front-end terprogram ke berbagai komponen
layanan yang dibedakan sebagai individu dan pendukung server. Permintaan yang
masuk ke layanan
yang disediakan oleh
gabungan SOA harus diteruskan ke komponen yang benar
dan server masing-masing, dan seperti
routing harus terukur untuk
mendukung sejumlah besar permintaan. Dalam rangka untuk
meningkatkan proses bisnis,
setiap tingkatan dalam
sistem biasanyamenyebarkan beberapa
server untuk mendistribusikan beban dan toleransi kesalahan. seperti
distribusi beban di
beberapa server dalam tingkat yang
sama dapat dilihat
sebagai distribusi beban
horisontal, tampak seperti gambar berikut :

Gambar 2.2.2
Horizontal distribusi beban: beban didistribusikan di dalam server, dalam
tingkat yang sama.
Salah satu
batasan dari distribusi beban
horisontal adalah bahwa
beban tidak dapat didistribusikan
lebih lanjut ketika semua
server dalam tingkatan
tertentu mengambil hasil
dari kesalahan konfigurasi infrastruktur. dimana terlalu banyak server yang
dikerahkan pada satu tingkat
sementara dilain pihak ada sedikit server yang dikerahkan di lain tingkatan.
Sebuah pengamatan penting
adalah bahwa dalam
sistem kompleks SOA
multi-tier, proses bisnis tunggal sebenarnya bisa dilaksanakan oleh
beberapa jalur yang berbeda melalui tingkat perhitungan dalam rangka memberikan
ketahanan dan skalabilitas.
Sebuah layanan
komposit dapat direpresentasikan sebagai
tingkatan pemanggilan beberapa komponen dalam
sebuah infrastruktur TI berbasis
SOA. Dalam sistem seperti itu, kami membedakan distribusi
beban horisontal, dimana beban dapat
tersebar di beberapa server untuk satu
komponen layanan, dari
distribusi beban vertical, dimana
beban dapat tersebar di beberapa
implementasi dari layanan
yang diberikan. Gambar
berikut menggambarkan
istilah-istilah di atas.
Gambar 2.2.3
Distribusi beban vertical.
Berikut tugas
analitik komposit online
dapat direpresentasikan sebagai
panggilan untuk Web dan Aplikasi
Server (WAS) untuk
melakukan pra-pemrosesan tertentu,
diikuti dengan sebuah panggilan dari WAS ke server database
(DB) untuk mengambil data yang dibutuhkan, setelah itu WAS meneruskan
data yang ditetapkan ke server analitik khusus
untuk tugas-tugas komputasi data
mining yang mahal. Tugas komposit
memiliki beberapa implementasi di pusat data modern IT. Implementasi
alternatif dapat memanggil
prosedur yang tersimpan
pada database untuk
menjalankan data mining dan
bukan memiliki server analitik khusus
untuk melakukan tugas ini.
Implementasi alternatif menyediakan distribusi beban vertikal dengan
memungkinkan penjadwalan pekerjaan untuk memilih implementasi WAS-dan-DB
saat analitik server tidak
tersedia. Reusability adalah salah satu
tujuan utama dari
pendekatan SOA. Sehubungan
dengan reusability yang tinggi dari
komponen aplikasi, adalah mungkin
untuk menentukan alur kerja yang kompleks
dengan beberapa cara.
Namun sulit untuk menilai,
mana yang merupakan penerapan
yang terbaik Pada bagian ini diberikan
gambaran sistem arsitektur
dan contoh komputasi
awan yang disederhanakan(seperti
gambar berikut).
Gambar 2.2.4 Request
routing for SOA-based enterprise computing with multiple implementation options.
di mana
sebuah proses analitik
berjalan pada Web
dan Aplikasi Server
(WAS), Database Server (DB),
dan Server Analytic
khusus. proses analitik
dapat diimplementasikan oleh
salah satu dari tiga pilihan (seperti yang ditunjukkan pada gambar di
atas):
·
Mengeksekusi beberapa pra-pengolahan di
WAS (S1) dan kemudian memiliki DB untukmenyelesaikan perhitungan analitik (S2);
atau
·
Mengambil data dari
DB (S4) ke WAS dan kemudian
menyelesaikan sebagian besar perhitungan analitik di WAS (S3); atau
·
Mengeksekusi beberapa
pra-pengolahan di WAS
(S5), dan kemudian memiliki
DB setelah
itu mengambil data yang diperlukan
(S6), dan akhirnya
menampilkan AS untuk melakukan perhitungan sisa analitik(S7).
Proses analitik memerlukan tiga jenis layanan yang berbeda, yaitu layanan jenis
WAS, layanan jenis DB, dan layanan jenis
AS. S1, S3, dan S5 adalah contoh dari jenis layanan WAS karena
mereka adalah layanan
yang diberikan/disediakan oleh
WAS(Web and Application Server).
Demikian pula, S2, S4, dan S6 merupakan contoh dari jenis layanan DB(Database Server),
dan S7 adalah turunan dari jenis layanan AS(Analytic Server). Selain itu, ada
tiga jenis server: WS server (M1, M2, dan M3);
DB server (M4 dan M5), dan AS server
(M6). Meskipun server
dapat mendukung hal
lain dari jenis layanan
yang diberikan, secara umum
hal ini tidak
selalu terjadi. Sebagai contoh
: setiap server dapat mendukung semua
contoh jenis layanan
perusahaan, kecuali M2 dan
M4 adalah server
yangkurang kuat sehingga mereka tidak dapat mendukung layanan komputasi
yang mahal , S3 dan S2. Setiap server memiliki Service Level Agreement (SLA)
untuk setiap contoh layanan yang mendukung, dan
SLA ini diterbitkan
dan tersedia untuk
penjadwal. SLA termasuk informasi seperti beban
profil versus waktu respon dan
batas atas permintaan ukuran beban dimanaserver dapat memberikan jaminan
waktu respon nya. Scheduler
bertanggung jawab untuk
routing dan mengkoordinasikan pelaksanaan
pelayanan komposit/gabungan dari satu atau lebih implementasi. Sebuah
SLA yang diperoleh hanya dapat digunakan
sesuai logika routing. Scheduler dapat
memperoleh SLA dan
logika routing serta menangani permintaan
routing. Atau, Scheduler dapat
digunakan hanya untuk
tujuan menurunkan SLA dan
logika routing saat
mengkonfigurasi isi router
, seperti (Cisco System Inc), untuk kinerja tinggi dan
hardware berbasis routing. Scheduler juga dapat ditingkatkan untuk melakukan
tugas pemantauan yang actual dari QoS(Quality of Service) yang
dicapai oleh eksekusi
alur kerja dan oleh penyedia
layanan individu. Jika scheduler
mengamati kegagalan penyedia
layanan tertentu untuk
QoS yangdipublikasikan,
dapat menghitung kembali
kelayakan dari QoS
dan logika routing
sesuai kebutuhan/permintaan yang dapat
beradaptasi dengan lingkungan runtime.
B. Perangkat Lunak Cloud Computing
OpenStack,
perangkat lunak Cloud Computing Open Source.
OpenStack
merupakan open source cloud computing software untuk membangun infrastruktur cloud
yang reliabel dimana baru saja dipublikasikan beberapa hari lalu yaitu pada
tanggal 19 Juli 2010. Tujuan OpenStack adalah untuk memungkinkan setiap
organisasi atau perusahaan untuk membuat dan menyediakan layanan cloud computing
dengan menggunakan perangkat lunak open source yang berjalan diatas perankat
keras yang standar.
Terdapat dua jenis OpenStack, yaitu OpenStack Compute dan
OpenStack Storage. OpenStack
Compute adalah perangkat lunak untuk melakukan otomasi saat membuat ataupun
mengelola virtual private server
(VPS) dalam jumlah besar.
Sedangkan OpenStack Storage
adalah perangkat lunak untuk membuat object storage yang bersifat scalable serta redundantdengan menggunakan
cluster untuk menyimpan data data dalam ukuran terabytes atau bahkan petabytes.
Seluruh kode OpenStack berada
dibawah lisensi Apache
2.0. Sehingga memungkinkan
siapapun untuk menjalankan, membangun
perangkat lunak lain diatas perangkat lunak OpenStack atau mengirimkan perubahaan
kode entah sebagai patch atau fitur baru.
OpenStack saat
ini telah digunakan
perusahaan besar hosting seperti
Rackspace Hosting dan NASA. Mereka menggunakan teknologi OpenStack untuk
mengelola puluhan ribu compute instance dan storage dalam ukuran petabytes.
Amazon Elastic Compute Cloud (EC2). Amazon telah memberikan solusi universal
dan komprehensif yang populer untuk Cloud Computing, yang disebut Amazon
Elastic Compute Cloud (EC2) (2010). Solusi ini dirilis sebagai versi beta‖ umum
yang terbatas pada tanggal 25 Agustus 2006, tetapi tumbuh pesat di tahun-tahun
berikutnya. EC2 menyediakan banyak fitur yang berguna bagi pelanggan, termasuk
sistem penagihan yang terencana dan biaya untuk komputasi yang murah pada
tingkat yang sangat mantap (penggunaan memori, penggunaan CPU, transfer data,
dll), penyebaran antara beberapa lokasi, elastis alamat IP, infrastruktur yang
ada sambungan ke pelanggan melalui Virtual Private Network (VPN), jasa
pemantauan oleh Amazon CloudWatch, dan load balancing elastis. Amazon‘s EC2
provides virtual machine based computation environments. EC2 menggunakan
hypervisor Xen (2010) untuk mengelola Amazon Mesin Gambar (AMI). AMI (Amazon
EC2, 2010) adalah "gambar terenkripsi mesin yang berisi semua informasi
yang diperlukan untuk perangkat lunak yang kita pakai ". Dengan
menggunakan interface layanan web sederhana, pengguna dapat memulai,
menjalankan, memonitor dan menghentikan kasus mereka seperti ditunjukkan pada
Gambar di bawah ini.

Gambar
2.2.5 Selain itu mereka dapat dengan cepat menambahkan
satu fitur seperti yang
disebutkan di atas untuk konfigurasi
sesuai dengan apa yang pengguna inginkan.
GoGrid.
GoGrid
memiliki karakteristik umum dengan Amazon di area klasik komputasi awan, dalam
hal ini mendukung beberapa sistem operasi melalui gambaran manajemen sendiri,
dan mendukungdalam hal menyeimbangkan beban, penyimpanan awan, dan sebagainya.
Selain itu, GoGrid menyediakan pelanggan dengan antarmuka web yang
user-friendly service, mudah dimengerti demonstrasi video, dan sistem penagihan
yang ketat tapi tidak mahal. Jadi baik
EC2 dan GoGrid, kedua-nya
menyediakan fitur dasar
dan umum dari Cloud Computing. Perbedaan antara layanan yang mereka (EC2 dan GoGrid)
berikan terutama berasal dari model bisnis mereka masing-masing. Sebagai contoh, GoGrid menyediakan awan(Cloud) bebas dan penyimpanan yang spesifik, sedikit
berbeda dari Amazon. GoGrid juga menyediakan
Hybrid Hosting, yang merupakan
fitur pembeda. Banyak aplikasi
namun tidak dapat berjalan dengan baik di lingkungan server yang murni
multi-tenant. Performa Database lebih baik
pada dedicated server,
dimana EC2 dan GoGrid tidak perlu bersaing untuk input / output sumber
daya, situasi ini mirip dengan aplikasi web server. GoGrid menyediakan aplikasi-aplikasi khusus dengan dedicated server yang memiliki
jaminan keamanan yang tinggi.
Amazon
Simple Storage Service (S3).
Amazon Simple Storage Service (2010) (S3)
adalah layanan web penyimpanan online yang ditawarkan oleh
Amazon Web Services. S3 dapat
diakses pengguna melalui
layanan web, REST-style interface
HTTP, atau dengan melibatkan antarmuka SOAP. Seperti halnya layanan komputasi
awan lainnya, pengguna dapat meminta penyimpanan dalam jumlah kecil atau besar dengan
cepat, serta menyediakan sistem penyimpanan sangat terukur. Amazon S3 mengatur ruang penyimpanan ke dalam
banyak kotak, dengan setiap kotak diberi
namespace yang pada umunya unik
dengan maksud untuk membantu menemukan alamat data, mengidentifikasi user account untuk
pembayaran, dan mengumpulkan informasi penggunaan. Amazon
S3 berurusan dengan
semua jenis data
sebagai obyek. Sebuah objek
dapat diakses melalui URL yang terdiri dari kunci dan versi ID dengan
namespace sebagai awalan. Pengguna Amazon S3 tersebar di banyak bidang,
misalnya, SmugMug, Slideshare dan Twitter. Twitter menggunakan Amazon S3 untuk
host images, Apache Hadoop menggunakan S3 untuk menyimpan data komputasi, dan
utilitas sinkronisasi online seperti Dropbox dan Ubuntu Onegunakan Amazon S3 sebagai tempat penyimpanan
dan fasilitas transfer.
Rackspace
Cloud.
Rackspace Awan
awalnya diluncurkan pada
tanggal 4 Maret
2006 dengan nama
"Mosso". Dalam tiga tahun berikutnya, ia(Raskspace Cloud)
telah mengubah namanya dari "Mosso LLC" menjadi "Mosso:
The Hosting Cloud", dan
akhirnya menjadi "Rackspace
Cloud" pada tanggal 17 Juni 2009. Perusahaan ini menyediakan layanan
termasuk cloud server, cloud file, dan cloud site. Cloud file
service adalah layanan
penyimpanan awan(cloud) yang menyediakan penyimpanan online
yang tak terbatas dan
Jaringan Pengiriman Konten
untuk media secara komputasi utilitas.
Selain control panel online,
perusahaan ini menyediakan
layanan API(Application Programming Interface) yang dapat
diakses melalui Application Programming Interface yang aman dengan kode
klien open source.
Rackspace
memecahkan masalah keamanan dengan
mereplikasi tiga salinan penuh
data di beberapa komputer pada beberapa zona, dengan setiap tindakan yang dilindungi oleh SSL(Secure
Socket Layer).
Google
App Engine.
Google App Engine (GAE)
tujuan utama adalah untuk mengefisienkan pengguna menjalankan aplikasi web.
Seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.
Gambar 2.2.6
Arsitektur dari Google App Engine
Google
App Engine mempertahankan Python dan
lingkungan runtime Java pada server aplikasi, bersama dengan beberapa Application
Programming Interface sederhana
untuk mengakses layanan Google. Selanjutnya menyebar permintaan HTTP
dengan load balancing dan
routing strategi yang didasarkan
pada Contents(isi). Runtime
sistem yang berjalan
pada aplikasi server
yangideal dengan pengolahan
logika aplikasi dan
menyediakan konten web
dinamis, sedangkan halaman statis dilayani bersama oleh infrastruktur
Google. Untuk memisahkan data terus-menerus dari server aplikasi, GAE (Google App Engine) menempatkan data ke dalam Datastore
dari sistem file lokal. Aplikasi dapat mengintegrasikan layanan data dan Google
App
Layanan lainnya, seperti email,
penyimpanan foto dan sebagainya melalui
API (Application Programming Interface) yang
disediakan oleh GAE
(Google App Engine). Selain layanan, Google juga menyediakan beberapa
tool untuk pengembang dalam hal ini membantu
mereka (pengembang) membangun aplikasi web
dengan mudah di GAE (Google App Engine). Namun, sejak mereka
(pengembang) erat terhubung ke infrastruktur Google, ada beberapa pembatasan
yang membatasi fungsionalitas dan portabilitas dari aplikasi.
Microsoft
Azure.
Strategi
awan Microsoft adalah untuk membangun
sebuah platform awan yang mana pengguna
dapat memindahkan aplikasi
mereka ke dalam cara yang
sempurna, dan memastikan bahwa
sumber daya yang
dikelola dapat diakses
untuk kedua layanan
awan tersebut pada aplikasi
lokal. Untuk mencapai ini, Microsoft memperkenalkan Windows
Azure Platform (WAP),
yang terdiri dari sistem
operasi Awan(Cloud) yang
bernama Windows Azure, dan satu set
layanan pendukung, seperti ditunjukan pada gambar berikut.
Gambar 2.2.7
Arsitektur dari platform Windows Azure
Windows Azure
adalah bagian utama
dari WAP(Wireless Application Protocol). WAP adalah sebuah protokol atau
sebuah teknik messaging
service yang memungkinkan
sebuah telepon genggam
digital atau terminal
mobile yang mempunyai
fasilitas WAP, melihat/membaca
isi sebuah situs di internet dalam sebuah format teks khusus. Ini mempekerjakan
mesin virtual sebagai
lingkungan runtime nya.
Penawaran Aplikasi dalam awan Microsoft dibagi menjadi dua jenis:
instansi peran Web, yang dapat melayani permintaan web melalui layanan
informasi internet; dan instansi peran pekerja, yang hanya dapat menerima
pesan dari instansi
peran Web lain atau aplikasi lokal.
Windows Azure mempekerjakan "controller kain" untuk mengelola
semua mesin virtual dan server penyimpanan pada mesin fisik di pusat data
Microsoft.
Windows Azure
menggunakan sebuah
pengendali kontrol untuk
mengelola semua mesin virtual dan
server penyimpanan pada mesin fisik di pusat data Microsoft. Serupa dengan
Datastore di GAE(Google Application Engine),WAP(Wireless
Application Protocol) juga
menyediakan layanan database
yang disebut SQL Azure, untuk
menyimpan data di awan(cloud). Salah satu fitur dari SQL
Azure adalah menyediakan alat untuk sinkronisasi data dilokasi lokal.
Layanan infrastruktur didukung
oleh WAP melalui layanan
.NET yang saat
ini include dengan kontrol akses dan layanan ekspos.
Keduanya tersedia untuk layanan Cloud dan layanan lokal.
Berikut
ini ada 11 top open-source cloud application yang diambil dari GigaOm untuk
keperluan pelayanan, pendidikan, support, general item of interest, dan lainya.
1. Eucalyptus.
Ostatic menggemparkan berita
dimana UC Santa Barbara
membuat sebuah open-source cloud project
tahun kemarin. Dikeluarkan sebagai open-source (dengan menggunakan lisensi
FreeBSD-style) Eucalyptus dapat digunakan untuk infrastruktur cloud computing
dalam cluster yang dapat menduplikasi fungsionalitas Amazon EC2,
Eucalyptussecara langsung
menggunakan command-line tool
dari Amazon. Sebagai
langkah awal Eucalyptus
System terlebih dahulu membuat venture funding, untuk membiayai staff termasuk arsitek dari
Eucalyptus project. Baru baru
ini mereka mengeluarkan
update software framework nya,
yang juga dilengkapi dengan
fitur cloud computing yang akan digunakan pada Linux Ubuntu versi
terbaru.
2. Red
Hat's Cloud. Salah satu pemain open-source terlama Red
Hat memang telah memfokuskan diri
pada cloud computing. Pada akhir
juli kemarin, Red Hat membuka sebuah Open Source Cloud
Computing Forum, yang berisi banyak persentasi mengenai ide perpindahan dari
open-source untuk mengikuti teknologi cloud. Anda
dapat mengikuti semua free webcast dari
semua persentasi Redhat. Pembicaranya Rich Wolski (CTO dari Eucalyptus Systems), Brian
Stevens (CTO dari Red Hat), dan juga Mike Olson (CEO dari Cloudera). Steven
akan membawa anda mengenai strategi
Red Hat terhadap cloudcomputing.
Novell juga open
source sedang mencoba untuk
memfokuskan ke cloud computing, anda juga dapat membaca
strategi mereka disini.
3. Traffic
Server. Yahoo kali
ini berpindah ke
open-source untuk memberikan inisiatif untukmewujudkan cloud computing
dengan memberikan donasi ke produk Traffic Server kepada Apache Software
Foundation. Traffic Server adalah sebuah sistem yang digunakan secara in-house oleh
Yahoo untuk mengatur
traffic mereka sendiri,
dengan ini mereka
dapat mengatur session management, authentication, configuration
management, load balancing, dan juga routing
untuk semua cloud computing software stack. Dengan kata lain Traffic Server
memberikan kemudahan bagi
para IT administrator untuk mengalokasikan sumber daya, termasuk didalamnya menghandle
ratusan dari virtualized services secara online.
4. Cloudera. Sebuah open-source Hadoop software
framework yang saat ini mulai banyak di gunakan pada cloud computing deployment
karena fleksibilitas nya yang tinggi dan menggunakan cluster-based,
data-intensive queries tools ini jadi banyak disukai. Tentu saja ini terlewat
oleh Apache Software Foundation, dan Yahoo juga memiliki time-tested Hadoop
distribution sendiri. Cloudera nampaknya saat ini menjajikan untuk tahap
awal yangmemberikan support komersil
untuk Hadoop. anda dapat membaca tentan Cloudera disini.
5. Puppet.
Adalah sebuah teknolosi Virtual
server yang dapat di
implemetasikan pada cloud computing,
dan juga dapat digunakan sebagai Reductive Lab open-source software (kurang faham
maksudnya apa), software ini dibangun dengan menggunakan Cfengine system, dan hebatnya
banyak system administrator yang memanfaatkan
software ini. Anda dapat dengan mudah
mengatur berapapun jumlah virtual machine
dan dapat melakukan automated
routine, tampa harus melakukan complex scripting.
6. Enomaly. Adalah Elastic Computing Platform
(ECP) yang merupakan akar dari Enomalism open-source provisioning and
management software, teknologi ini di desain untuk mengatur kompleksitas
dari implementasi infrastruktur
cloud. ECP adalah sebuah
programmable virtual cloud computing infrastructure untuk ukuran kecil,
sedang dan juga enterprise besar dan anda dapat membaca lebih detail disini.
7. Joyent. Adalah sebuah software yang didirikan
pada Januari awal tahun ini, yang memulai open-source cloud dengan
memanfaatkan JavaScript dan Git.
Infrastruktur Joyent cloud hosting dan
cloud management software membuka banyak open-source tools untuk public dan
private cloud. Perusahaan ini juga membantu mengoptimasi kecepatan implementasi dari open-source MySQL
database untuk penggunaan cloud use
8. Zoho. Banyak orang mengenal Zoho sebagai
free, online application, yang menjadi pesaing dari Google Docs. Yang terpenting untuk
diketahui adalah bawasanya Zoho core adalah betul betul
open source — sebuah
contoh bagaimaa solusi
SaaS dapat bekerja secara harmonis dengan open source. Anda dapat menemukan bagaimana Zoho mengimplementasikan
open-source tool melalui interview mereka.
9. Globus Nimbus. Open-source toolkit ini
mampu merubah bisnis anda dari
infrastruktur cluster
menjadi
Infrastructure-as-a-Service (IaaS)
cloud. Amazon EC2 interface digunakan sepenuhnya namun ini bukan hanya
sebuah interface yang dapat anda manfaatkan.
10.
Reservoir. Adalah sebuah inisiatif dari
European research untuk
mengembangkan virtualized
infrastructure and cloud computing.
Akhirnya membawa mereka untukmengembangkan teknologi open-source untuk cloud computing, dan
membantu para pengguna bisnis untuk menghemat biaya IT.
11.
OpenNebula. OpenNebula VM Manager adalah sebuah komponen dasasr dari Reservoir.
Ia adalah sebuah jawaban open-source
untuk berbagai macam jenis
virtual machine management yang
banyak di gunakan secara proprietary, Interface nya pun dapat dengan mudah
dipahami dengan cloud infrastructure
tools and services. "OpenNebula adalah sebuah open-source virtual infrastructure
engine yang akan memberikan anda implementasi dan re-placement dari
virtual machines pada physical
resources," menurut
project lead mereka.
Nampaknya
banyak open-source tools sudah mulai berkompetisi dalam dunia cloud computing.
Hasil akhir dari ini tentu saja nantinya kita akan menemukan fleksibilitas dari
organisasi untukmengkostumasi pendekatan
yang mereka inginkan. Open-source cloud akan memberikan potensi akan harga yang sangat
kompetitif untuk mendapatkan service cloud..
C. Manajemen Pengelolaan Cloud
Computing
Secara
teori, sumber daya awan-berbasis
layanan tidak harus
berbeda dari sumber daya
di lingkungan dimana kita berada. Idealnya, Anda memiliki pandangan yang
lengkap dari sumber daya yang Anda gunakan
saat ini atau
mungkin ingin menggunakan di
masa depan, namun untuk
mencapai ini bukan
merupakan sesuatu yang
mudah. Dalam lingkungan
awan(cloud) kebanyakan, pelanggan hanya dapat mengakses layanan, yang
berhak mereka gunakan.
Tiga aspek manajemen sumber daya
awan(Cloud Computing):
✓
keamanan TI
✓
Kinerja manajemen
✓
Provisioning
Kinerja Manajemen.
Manajemen kinerja
adalah tentang bagaimana
layanan perangkat lunak
berjalan efektif di dalam
lingkungan sendiri(PC sendiri)
ataupun melalui awan(Cloud). Jika
Anda mulai dapat terhubung dengan perangkat lunak yang
berjalan di pusat data, lalu Anda sendiri langsung ke perangkat lunak yang
berjalan di awan(Cloud), kemungkinan besar Anda akan
ada potensi kemacetan pada titik
koneksi.
Jasa manajemen
Jasa
manajemen dalam konteks ini mencakup semua kegiatan operasi data centre . Disiplin yang
luas ini mempertimbangkan teknik
yang diperlukan dalam
manajemen Cloud Computing dan alat untuk
mengelola jasa/layanan oleh penyedia awan(Cloud) dan data internal manajer
pusat di lingkungan ini, hal –hal yang diperlukan antara lain :
✓
Fisik
✓
TI
✓
Virtual
Layanan
manajemen mencakup berbagai disiplin, yaitu :
·
Konfigurasi manajemen
·
Aset Manajemen
·
Jaringan manajemen
·
Kapasitas perencanaan
·
Analisis akar penyebab
·
Beban Kerja manajemen
·
Patch dan memperbarui manajemen
Namun
Kenyataannya adalah bahwa cloud itu
sendiri adalah sebuah platform manajemen layanan. Oleh
karena itu, portofolio layanan
cloud dirancang dengan baik
termasuk integrasi ketat dari kemampuan layanan manajemen inti dan
antarmuka yang terdefinisi dengan baik.
Mengelola beban kerja di Awan (
cloud )
Bagaimana
Anda mengatur Teknologi ini (cloud)? Persyaratan dasar adalah bahwa beban kerja
perlu untuk diorganisir.Beban kerja
adalah sebuah layanan
independen atau kumpulan
kode yang dapat dieksekusi.
Oleh karena itu, beban kerja tidak
perlu bergantung pada unsur luar. Beban
kerja bisa menjadi sebuah aplikasi kecil atau lengkap. Dimana kita harus dapat
menyeimbangkan dua hal:
✓
Aplikasi atau komponen yang berjalan di awan(cloud)
✓
Kebutuhan bisnis untuk melakukan perkiraan /estimasi kebutuhan bisnis, terutama
saat beban puncak.
Organisasi harus secara aktif mengelola
beban kerja sehingga mereka tahu
✓
Bagaimana aplikasi mereka berjalan
✓
Apa yang mereka lakukan
✓
Berapa banyak departemen individu atau UKM harus dikenakan biaya untuk setiap
penggunaan layanan Cloud Computing
Setiap
provider layanan Cloud Computing dalam menjalankan jasa
bisnis-nya membutuhkan suatu
perencanaan untuk beban kerja mereka, bahkan ketika perusahaan layanan tersebut sedang
menggunakan operator eksternal Cloud. Manajemen perlu memahami jenis beban
kerja mereka untuk ditempatkan di Cloud. Beban
kerja bisa menjadi segalanya dari data
intensive untuk penyimpanan beban kerja atau proses transaksi beban kerja.
Hal
yang perlu diperhatikan dalam manajemen pengolahan Cloud Computing adalah Mendeklarasikan
Jenis Data‖, jumlah data yang tersedia untuk digunakan Perusahaan yang menggunakan
layanan Cloud sangatlah banyak dan sifat datanya berubah, meliputi :
·
Keragaman data meningkat
Data
dalam Cloud Computing menjadi lebih beragam, selain data ―tradisional‖
terstruktur (pendapatan, nama dan sebagainya) termasuk email, gambar, blog dan
lain-lain.
·
Jumlah data meningkat
Coba
pikirkan berapa banyak
pengelolaan video You Tube
atau dapat menangani
semua gambar. Bahkan dalam
pemakaian data tradisional, bidang,
organisasi yang memakai
data tersebut jumlah agregatnya mulai besar.
·
Latency
persyaratan menjadi lebih menuntut. Perusahaan-perusahaan semakin menuntut latency yang lebih rendah
(misalnya, waktu untuk mendapatkan data
dari satu titik ke titik lainnya) untuk banyak aplikasi.
Dengan
demikian Cloud dapat :
·
Menyediakan sumber
daya untuk mengakses
permintaan data dengan harga yang jauh lebih rendah.
·
Mendukung bisnis dalam penggunaan data secara kolaboratif (
seluruh karyawan, pelanggan dan mitra bisnis.
Penyelengara Jasa Cloud
Dalam
penyelengaraan jasa Cloud Computing, Perusahaan yang menyelengarakan teknologi
ini sudah seharusnya bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan:
·
Layanan Cloud seperti apakah yang user
mau dari penyedia layanan Cloud?
·
Bagaimana kita tahu apakah kinerja dari
Cloud Computing yang diberikan atau ditawarkan kepada user berada pada tingkat
yang tepat?
·
Bagaimana kita bisa menilai apakah data
yang telah dihapus benar-benar hilang?
Mengelola
biaya IT
Semua departemen
IT memonitor biaya, tetapi
hanya sedikit dari mereka
yang memantau dalam hal aset kinerja - keharusan untuk mengoptimalkan
hasil investasi baik untuk hardware dan software. Hal ini
mungkin berubah dengan munculnya layanan Cloud, tidak seperti model
lisensi tradisional, proposisi Cloud di dasarkan pada pengaturan sewa.
Anda
harus membandingkan dua model biaya :
a) Beban usaha (membayar per bulan, per pengguna
untuk setiap layanan)
b) Modal investasi (membayar biaya beli ditambah
pemeliharaan tahunan untuk perangkat lunak yang berada dalam organisasi Anda -
sebagai pengguna).
Ada
beberapa hal yang harus dipertimbangkan user sebagai pengguna
layanan Cloud Computing, terkait
manajemen pengelolaan Cloud:
·
Apakah vendor bersedia untuk memecahkan
masalah Anda(user) ?
·
Seberapa efektif penyedia dalam
mengelola lingkungan mereka sendiri ?
·
Apakah vendor menyediakan layanan
berulang ?
·
Bagaimana vendor menangani sebuah outage
?
·
Apa pengalaman vendor dalam menangani
masalah pelanggan ?
Pengantar Manajemen Penyimpanan.
Salah satu tren
komputasi terbesar dalam komunitas bisnis adalah konsep
jaringan komputasi awan. Ketika
tenaga teknis dan
manajemen menggunakan istilah
"awan," mereka
berbicara mengenai solusi jaringan berbasis internet. Desain adalah
memberikan layanan on
demand ke pengguna akhir, tanpa
mengharuskan mereka untuk memiliki keahlian teknis untuk mendukung
layanan tersebut. arsitektur
lingkungan komputasi awan
agak sederhana secara keseluruhan, meskipun komponen individu
mungkin sangat kompleks.
Ini terdiri dari
tiga bagian yang
berbeda. Infrastruktur IT adalah data center, di mana informasi klien
diproses dan disimpan. Sisi lain dari
arsitektur awan adalah
lingkungan klien. Antara keduanya
adalah awan(cloud): satu set kontrol
untuk melindungi, mengelola, dan mendistribusikan akses dari lingkungan klien
ke infrastruktur TI. Bagaimana tiga bagian yang dibangun didasarkan pada
kebijakan, prosedur, dan perangkat keras yang digunakan oleh pihak
administrasian. Tidak peduli bagaimana lingkungan komputasi
awan terlihat, konsep
ini adalah untukmemberikan kemampuan IT
"sebagai layanan." Dimana Layanan-layanan tersebut dapat berupa aplikasi web yang dapat diakses,
manajemen file, dan penyimpanan data. Dari semua layanan ini, yang terbesar dan
paling populer adalah manajemen penyimpanan. Untuk kebanyakan bisnis,
penyimpanan adalah yang paling penting dan paling mahal sumber daya IT dalam
infrastruktur mereka. Sayangnya, tenaga
ahli yang bertugas untuk manajemen penyimpanan tidak konsisten dengan kebutuhan
yang diperlukan. Manajemen Penyimpanan adalah kemampuan untuk menyimpan
dan mengatur file
dan data pada jaringan.
Perangkat lunak yang digunakan untuk memastikan kemampuan
ini disebut Storage Resource
Management (SRM). perhatian utama untuk manajemen penyimpanan adalah kapasitas,
penggunaan, kebijakan dan manajemen
peristiwa‖. Dalam penyimpanan
komputasi awan, tujuannya adalah kemampuan berpikir Internet untuk mengakses penyimpanan. Berbicara
mengenai manajemen pengolahan
Cloud Computing, secara otomatis kita akan membahas juga tentang
manajemen keamanan pada Cloud Computing ditinjau dari orangatau individu. Salah
satu tindakan yang
paling penting bagi
tim keamanan adalah
untuk mengembangkan sebuah
penyewaan formal bagi organisasi keamanan dan program. Ini akan menumbuhkan
visi bersama antara tim
yang menuju pada suatu
pengharapan bersama mengenai
jaminan keamanan data yang
diatur secara baik dan
benar demi berlangsungnya proses pengolahan data
dengan manajemen yang baik
di dalam layanan Cloud. Penyewaan harus diselaraskan dengan
rencana strategis organisasi atau perusahaan tersebut bekerja untuk tim
keamanan. Kurangnya peran dan tanggung
jawab yang jelas, dan kesepakatan tentang harapan,
dapat mengakibatkan kehilangan dan kerancuan antara tim keamanan tentang
apa yang diharapkan dari mereka,
bagaimana ketrampilan / kemampuan
mereka dan pengalaman yang
bertambahdan memenuhi tujuan kinerja mereka.
D.
Sumber Daya Manusia Cloud Computing
Memahami
pemain dalam lingkungan komputasi awan adalah hal yang penting untuk lebihmemahami cara kerja yang lebih
dalam dari penyedia platform, untuk
kelangsungan bisnis atau individu.
Berikut ini
adalah sumber daya manusia yang terlibat
dalam Komputasi Awan (Cloud
Computing)
:
·
Subscribers (Pelanggan).
Kelompok ini terdiri dari
pebisnis yang menggunakan
penawaran platform-as-a-service
untuk mengembangkan dan
menyebarkan aplikasi mereka.
Dimana mereka mencari penawaran Cloud yang tepat untuk menjalankan usaha
mereka, sehingga mempermudah mereka dalam berbisnis, menekan
biaya usaha, efisien waktu
dapat mereka peroleh dengan
menggunakan penawaran ini.
·
Publishers (Penerbit).
Ketika
pelanggan mulai menggunakan suatu penawaran,
mereka sering memiliki akses ke katalog
global dari aplikasi
yang diterbitkan, alat-alat,
prasarana, dan platform
yang meningkatkan atau memperluas
penawaran asli. item
yang ditemukan di
katalog disediakan oleh penerbit. Dalam dunia bisnis, perusahaan dapat
berlangganan ke layanan ini, sementara para pengembang mempublikasikan layanan tersebut.
·
Operator Pusat Data (Data Center
Operators).
Se-golongan
dengan penerbit (dan yang utama untuk menawarkan) adalah operator pusat data
yang menyediakan server, penyimpanan, dan konektivitas jaringan untuk platform.
·
Vendor untuk layanan Web Terpadu
(Vendors for Integrated Web Services).
Berbagai
layanan yang tersedia di Internet, banyak yang mungkin tidak disertakan dalam
katalog global karena layanan tersebut diasumsikan atau karena popularitas
mereka atau karena pelayanan yang belum dipublikasikan ke dalam catalog.
·
Penyedia Jasa OutSource (Providers for
Outsourced Services).
Selain
operator pusat data yang mendukung infrastruktur aplikasi, beberapa kegiatan
lain untuk mengembangkan dan mengelola
aplikasi dapat dikelola
oleh sumber daya lain,biasanya melalui outsourcing pekerjaan.
·
Klien (Clients).
Klien
adalah pengguna internet yang dapat mengakses sumber daya yang diterbitkan.
Sponsor Cloud (Awan)
adalah
Pelanggan. Sebagian besar percakapan ditemukan di media adalah berbicara
tentang manfaat komputasi awan dan penawaran platform-as-a-service. Keuntungan
yang ditemukan berkisar dari pengurangan biaya dengan kemampuan
aplikasi yang memiliki konektivitas
yang lebih baik. Cloud
computing pasti memiliki banyak
manfaat yang tersedia bagi orang-orang yang mengambil keuntungan dari itu. Yang
menjadi pelanggan seringkali
diwajibkan untuk mengakses layanan utilitis berbasis
komputasi. Dalam berlangganan perlu terlebih dahulu melakukan Pendaftaran, dan dalam
proses pendaftaran memerlukan
biaya pendaftaran dari
pihak-pihak yang ingin berlangganan. Pihak-pihak tersebut mungkin dari
perorangan untuk platform sosial, atau untuk usaha kecil dan menegah, Web 2.0
dan perusahaan SaaS, dan perusahaan besar untuk platform lainnya.
Kebanyakan pelanggan
mencari utilitas berbasis
platform untuk meringankan
beban pemilik dan mengelola server, pusat data, jaringan, atau apapun
yang terkait dengan penunjang infrastruktur komputasi. Dengan berlangganan
mereka dapat menyebarkan aplikasi, mendapatkan
skala aplikasi secara dinamis, atau
memberikan hak akses ke aplikasi dari
seluruh dunia. Mereka dapat menggunakan platform ini secara permanen atau untuk
menutup beban kerja yang berlebihan atau proyek tertentu secara temporer.
Karena pelanggan memiliki tanggung jawab
untuk melakukan pembayaran atas penggunaan platform, mereka biasanya memiliki tujuan bisnis yang spesifik dan
memenuhi tujuan tersebut. Platform
yang mereka pilih harus mampu
memenuhi tujuan bersama mereka, baik
jangka pendek maupun jangka
panjang dengan pengurangan biaya yang disediakan oleh langganan
platform-as-a-service mereka. Tujuan ini
berkisar, menyadari manfaat
dari fleksibilitas dan skalabilitas dari
komputasi awan untuk
mendapatkan kepemimpinan pasar
melalui konsep global positioning
di Internet.
Pelanggan bergantung
pada penerbit untuk memastikan bahwa
layanan yang dibeli dimanfaatkan secara efektif dan efisien,
dan apapun yang digunakan
klien dipublikasikan di platform. Dalam banyak kasus pelanggan
memiliki akses ke segala sesuatu yang diterbitkan di dalam platform Cloud.
Pembuatan Cloud : Penerbit.
Penerbit
membuat kompilasi dari vendor untuk perangkat lunak independen, peralatan
virtual,infrastruktur, platform, dan peralatan. vendor dapat mempublikasikan
peralatan, arsitektur siap pakai dan aplikasi. Apapun yang dibuat vendor
ditemukan dalam sebuah katalog global. Setiap platform-as-a-service
memiliki katalog global
mereka sendiri, meskipun beberapa item
seperti Web API(Application Programming Interface) dan plug-in pada
umunya dapat ditemukan dalam beberapa katalog.
Penerbit dapat menentukan
pelanggan mana yang memiliki
akses ke item yang di publikasikan dan berapa harga-nya. ini pasti
bermanfaat bagi platform
sosial yang dibangun berdasarkan
kontribusi berbagai penerbit.
Untuk platform yang fokus pada aplikasi bisnis, penerbit
dapat membagi kode aplikasi
dengan penerbit lain atau
menyediakan produkjadi kepada
klien. Mayoritas penerbit adalah
pengembang aplikasi. Mereka bisa membangun aplikasi yangmendukung pelanggan
tertentu, untuk digunakan oleh pelanggan lain,
untuk digunakan oleh pengembang lain dalam rangka meningkatkan atau memperluas aplikasi mereka untukpenerbitan, atau untuk
pelanggan komersial. Aplikasi
mereka mungkin gratis atau
ber-bayar.Dalam beberapa platform seperti Second Life, biaya tersebut mungkin
biaya virtual yang hanya berlaku di dalam platform tersebut. Jenis lain dari
penerbit dapat ditemukan di dalam Internet. Vendor alat perangkat keras dapat membuat perangkat lunak virtual setara
dengan peralatan mereka, seperti firewall, load balancers, peralatan keamanan
dan sejenisnya. Vendor
dari platform dan
middleware mempublikasikan paket perangkat lunak yang siap digunakan
tanpa instalisasi atau konfigurasi yang canggih. Bahkan semua arsitektur dapat
ditemukan di internet dan diumumkan oleh para ahli professional. Penerbit mengandalakan operator pusat
data untuk mempertahankan sebuah platform yanghandal,
terukur dan aman
serta memelihara katalog
global. Klien dan pelanggan
yangmenggunakan produk yang
diterbitkan penerbit memberikan
umpan balik langsung pada
nilai produk mereka.bagi banyak penerbit umpan balik ini mungkin dalam
bentuk pendapatan. Untukproduk yang gratis, umpan balik mungkin dalam hal
popularitas. Setiap aplikasi, alat, layanan, atau bahkan situs Web ditemukan di
Internet dan disampaikan oleh penerbit. Tanpa penerbit, World Wide Web tidak
akan ada.
Pendukung Cloud Computing :
Operator Pusat Data.
Setiap menawarkan
utilitas yang berbasis
sekelompok individu untuk
memastikan bahwa
infrastruktur yang mendukung
penawaran berfungsi seperti
yang diharapkan dan
menangani masalah tak
terduga yang mungkin
timbul. Kegiatan ini
adalah inti dari apa yang
disebutmanajemen data center dan orang yang mendukung proses ini adalah
operator pusat data. Kelompok ini sebagian
besar transparan untuk operasi.
Perwakilan Dukungan pelanggan mungkin tersedia untuk pertanyaan
dan pelaporan masalah. Namun
orang-orang ini adalah bagian kecil dari operator pusat data.
Mayoritas kelompok ini memiliki tanggung jawab langsung terikat pada
pemeliharaan server,
perangkat penyimpanan, koneksi jaringan, perangkat lunak dan alat-alat.
Operator pusat Data adalah bentuk khusus dari
penerbit: apa yang
mereka terbitkan adalah
infrastruktur yang besar
untuk menangani hosting,
mengatur layanan, pusat data
perusahaan, serta layanan lainnya. Sebagai penerbit, mereka menentukan harga
untuk sumber daya yang mereka sediakan ,
siapa yang dapat menggunakan sumber daya tersebut, dan dalam beberapa kasus bagaimana sumber
daya tersebut akan digunakan.
Tujuan
dari operator pusat data
adalah untuk mempertahankan
keandalan, ketersediaan, dan keamanan
infrastruktur. Sejak infrastruktur Cloud sebagian besar adalah virtualisasi
operator ini bertanggung jawab untuk menerapkan
dan memelihara setiap kontrol
virtual yang diperlukan. Mereka mengatur konfigurasi dan
kontrol otomatisasi untuk memungkinkan sejumlah fitur jaringan dari
keseimbangan beban kerja, replikasi, dan penyimpanan cadangan.
Operator
pusat data bergantung pada orang dan bisnis yang menggunakan infrastruktur.
Beberapa layanan utilitas sudah banyak yang menggunakannya disamping bisnis
utama mereka. Provider seperti Amazon.com, IBM, EMC2, dan Google memiliki
bisnis inti yang berhasil sebelum menawarkan layanan utilitas.
Vendor untuk Integrated Services
Web.
Layanan
Web yang diintegrasikan ke dalam penawaran platform dapat bermanfaat bagi semua
pelanggan. Biasanya layanan web
ini tidak ditawarkan
oleh pelayanan ini,
tetapi dibuat ada oleh
layanan yang bersangkutan.
Sumber layanan web
berasal dari serangkaian
vendor yang telah mengembangkan
layanan ini secara khusus. World
Wide Web konsorsiummendefinisikan layanan web
sebagai "sistem software yang didesain
untuk mendukung mesin yang dioperasikan dengan
interaksi mesin melalui jaringan‖. Layanan web yang paling umum adalah
dalam bentuk akses API (Application Programming Interface) Web melalui Internet
atau jaringan apapun dan dijalankan pada sistem remote host layanan tersebut. Jasa
tersebut biasanya terbagi dalam dua kategori: Big Web Services dan RESTful Web Services.
Big Web Services menggunakan standar SOAP untuk membangun / membuat pesan XML.
Layanan ini menjadi populer untuk saat-saat ini Namun, RESTfulL Web Servicesmendapatkan popularitas. Berdasarkan
protokol REST, layanan Web ini cenderung melakukan proses integrasi yang lebih
baik dengan HTTP daripada layanan berbasis SOAP (Simple Object Access
Protocol). Mereka juga tidak memerlukan penggunaan XML atau WSDL. Web
services dapat digunakan
dalam beberapa cara;
tiga yang paling
populer adalah RPC, SOA dan REST.
1. Remote procedure call (RPC)
adalah teknologi antara proses-proses
yang memungkinkan atau mengijinkan aplikasi secara jarak jauh menjalankan subrutin
atau prosedur di komputer lain dengan berbagi jaringan tanpa pengkodean yang
jelas untuk interaksi.
2. Layanan
web Arsitektur berorientasi
layanan (SOA) didasarkan
pada arsitektur dan membuat fungsi SOA diakses melalui
protokol Internet standar tanpa ketergantungan pada platform atau bahasa
pemrograman.
3. Representasi
state transfer (REST) adalah
jasa / layanan
yang meniru protokol dengan membatasi antarmuka untuk seperangkat
operasi standar. Salah satu layanan Web ini
mungkin diperlukan oleh aplikasi dan layanan yang terdapat pada platform.
Web services menambahkan komunikasi yang dibutuhkan sebagai nilai tambah untuk sejumlah
tugas yang berkaitan
dengan penggunaan dan pemantauan
aplikasi pada web. Mereka dapat digunakan oleh perangkat monitoring, penagihan
jasa, pelacak transaksi, mesin untuk penyimpanan dan kebijakan, dan sejenisnya.
Penyedia Jasa Outsource.
Dengan
manfaat dari utilitas berbasis layanan, memungkinkan perusahaan untuk
meringankan keuangan dan beban kerja sehingga bisnis inti dapat difokuskan pada
beberapa kegiatan yangmasih diperlukan/dibutuhkan oleh bisnis. Ini bisa dari
pengembangan aplikasi, untuk memantau aplikasi dalam produksi, untuk mendukung
pelanggan dan untuk manajemen aplikasi. Ada
beberapa perusahaan jasa teknologi yang telah memberikan keseluruhan manajemen operasional bisnis bagi perusahaan.
Hal ini biasanya disebut sebagai operasi yang dikelola dan meliputi seluruh
solusi IT. Meskipun komputasi awan
telah meringankan banyak
beban untuk mengelola solusi IT ; Beberapa perusahaan masih melihat kegiatan outsource untuk
manajemen IT ke penyedia lainnya. Mereka mungkin tidak memiliki keahlian atau ketrampilan yang
diperlukan untukmengelolah manajemen, tidak memiliki peralatan yang diperlukan.
Atau mereka hanya lebihsuka tidak
mengikat usaha mereka dalam hal-hal tersebut.
E. Model Keamanan Cloud Computing
Komputasi
awan telah didefinisikan sebagai penggunaan sekumpulan layanan
terdistribusi, aplikasi, informasi
dan prasarana terdiri
dari komputer, jaringan,
informasi dan sumber daya penyimpanan.
Komponen-komponen ini dapat dengan
cepat diatur, ditetapkan, di implementasikan, dan dihentikan dengan menggunakan
utilitas on-demand seperti model alokasi
dan pemakaian. Penyedia layanan awan memanfaatkan teknologi virtualisasi
yang dikombinasikan dengan
kemampuan layanan mandiri
untuk menghitung sumber daya melalui
Internet. Dalam lingkungan
operator selular, mesin virtual
dari beberapa organisasi harus co-terletak pada server fisik yang sama dalam rangka
untuk memaksimalkan efisiensi virtualisasi. Penyedia layanan Cloud
harus belajar dari model penyedia layanan yang dikelola dan memastikan bahwa aplikasi dan data dari pelanggan mereka aman,
jika mereka berharapuntuk
mempertahankan pelanggan dan daya saing. Saat ini, perusahaan mencari
arah cakrawala/wawasan komputasi
awan untuk memperluas
infrastruktur lokal, tapi kebanyakan tidak mampu membayar resiko
mengorbankan keamanan dari
aplikasi dan data.
Sebagai contoh, IDC baru-baru ini melakukan
survei (lihat Gambar
) dari 244 eksekutif
IT / CIO
dan rekan line-of-business (LOB) mereka, untuk
mengukur pendapat mereka
dan memahami perusahaan
mereka dalam menggunakan layanan
teknologi awan. Keamanan
menduduki peringkat pertama sebagai tantangan dan masalah besar
komputasi awan.(Cloud Computing).

Gambar
2.2.8 Hasil survey tantangan keamanan IDC(International
Data Corporation)
Terinspirasi oleh
pergerakan industri IT
menuju SaaS, di mana
perangkat lunak tidak dibeli, tetapi menyewa layanan dari penyedia, IT-as-a-Service (ITaaS) sedang
diusulkan untuk mengambil konsep ini
lebih lanjut, untuk membawa
hak model layanan
untuk Infrastruktur TI anda.
organisasi IT modern harus
menjalankan dirinya sebagai
operasi yang terpisah
dan menjadi lebih strategis dalam pengambilan keputusan operasional.
Banyak organisasi
dalam proses transformasi
departemen IT mereka ke pusat
biaya operasional mandiri, memperlakukan
pengguna internal yang seolah-olah mereka adalah pelanggan. Transformasi ini
tidak sepele dan biasanya melibatkan unsur-unsur manajemen proyekportofolio,
alur kerja rekayasa ulang, dan perbaikan proses. Transformasi ini
memerlukan waktu yang lama untuk
diselesaikan. Banyak organisasi
IT besar yang telah
mengadopsi kerangka kerja
Information Technology Infrastructure
Library (ITIL) dengan
maksud membantu melalui
trasformasi ini.
Tantangan Keamanan Cloud
Meskipun
virtualisasi dan komputasi awan dapat membantu perusahaan mencapai /melakukan sesuatu
yang lebih dengan
melanggar ikatan fisik
antara infrastruktur IT
dan penggunanya, ancaman keamanan
yang tinggi harus
diatasi dalam rangka
untuk mendapatkan manfaat sepenuhnya dari
paradigma komputasi baru.
Hal ini terutama berlaku untuk penyedia SaaS. Beberapa kekhawatiran keamanan
adalah diskusi bernilai lebih. Sebagai contoh, di awan, Anda kehilangan kendali
atas aset dalam beberapa
hal, sehingga model keamanan
Anda harus ditinjau kembali. Keamanan
yang baik bagi perusahaan adalah yang menjadi mitra, department yang
dapat diandalkan atau dipercaya.
Dapatkah Anda mempercayai data Anda ke penyedialayanan Anda? Dalam paragraf berikut, kita membahas beberapa isu
yang harus Anda pertimbangkan
sebelum menjawab pertanyaan.
Dengan
model awan, Anda kehilangan kontrol atas keamanan fisik. Dalam awan umum, Anda
berbagi sumber daya komputasi dengan perusahaan lain. Di luar perusahaan anda
tidakmemiliki pengetahuan atau
kendali dimana sumber daya dijalankan.
Mengekspos data anda dalam lingkungan
bersama dengan perusahaan lain ,
menjadikan "alasan yang
masuk akal" bagi pemerintah
untuk menyita aset Anda karena
perusahaan lain tersebut
telah melanggar hukum. Hanya karena Anda
berbagi lingkungan/tempat/ruangan di awan, dapat menempatkan data Anda pada
resiko penyitaan/penyerangan. Layanan
Penyimpanan yang disediakan oleh satu vendor awan mungkin
tidak kompatibel dengan
layanan vendor lain
namun disatu sisi anda
harus memutuskan untuk berpindah
dari satu ke yang lain, dalam rangka memenuhi kebutuhan perusahaan anda. Jika
informasi dienkripsi saat
melewati awan(Cloud), siap
yang mengontrol kunci
enkripsi / dekripsi? Apakah
pelanggan atau perusahaan Cloud ?
kebanyakan nasabah mungkin ingin data mereka dienkripsi
dengan dua tipe
control diatas (pengontrolan oleh
pelanggan atau perusahaan Cloud)
di internet menggunakan
SSL (Secure Sockets Layer protocol). Mereka juga mungkin ingin
data mereka terenkripsi
ketika sedang beristirahat
di pool penyimpanan perusahaan awan(Cloud). Pastikan
anda sebagai pelanggan mengontrol kunci enkripsi/dekripsi, sama seperti ketika
data masih tinggal di server anda sendiri. Integritas data artinya: memastikan
bahwa data yang identik dijaga selama operasi apapun (seperti
transfer, penyimpanan, atau pengambilan). Secara sederhana, integritas dataadalah
jaminan bahwa data konsisten dan benar. Memastikan keutuhan benar-benar dari
data berarti bahwa
perubahan hanya sebagai
respons terhadap transaksi
yang berwenang. Ini kedengarannya bagus, tetapi
Anda harus ingat bahwa
standar umum untuk memastikan integritas data belum ada.
Menggunakan penawaran SaaS
di awan berarti
bahwa ada sedikit
kebutuhan untuk pengembangan
perangkat lunak. Jika Anda berencana untuk menggunakan kode yang dikembangkan secara
internal di awan(Cloud), bahkan lebih penting untuk memiliki siklus
pengembangan perangkat lunak yang
aman secara formal. Penggunaan
―teknologi mashup yang belum
matang (kombinasi layanan web), yang merupakan dasar aplikasi awan (Cloud),tanpa
disadari akan menyebabkan
kerentanan keamanan dalam
aplikasi tersebut.
Pengembangan
alat pilihan Anda , harus memiliki model keamanan yang tertanam/ melekat di
dalamnya untuk membimbing pengembang
dalam tahap pengembangan dan
membatasi user dalam penggunaan
data resmi mereka ketika sistem sedang digunakan di dalam produksi. Aplikasi Awan(Cloud) mengalami penambahan
fitur yang konstan, dan pengguna harus terus up
to date dengan perbaikan aplikasi untuk
memastikan bahwa mereka
dilindungi. kecepatan aplikasi yang
akan berubah dalam
awan(Cloud) akan mempengaruhi
SDLC (software development life
cycle)dan keamanan. Sebagai
contoh, Microsoft SDLC mengasumsikan bahwa
misi penting perangkat lunak
akan memiliki tiga
sampai lima tahun periode dimana ia tidak akan
berubah secara substansial,
namun Awan (Cloud) mungkin memerlukan perubahan
aplikasi setiap beberapa minggu sekali. lebih buruk
lagi, SLDC yangaman
tidak akan mampu
memberi siklus keamanan
yang terus menerus terjaga dengan perubahan yang terjadi begitu cepat.
Ini berarti bahwa pengguna harus terus-menerus upgrade,karena versi lama tidak
dapat berfungsi, atau tidak dapat melindungi data. Disini akan
diambil contoh keamanan
pada Layanan SaaS
(Software as a Service). Model Cloud computing masa depan kemungkinan besar akan menggabungkan penggunaan SaaS, utilitas
komputasi, dan kolaborasi teknologi Web 2.0 untuk memanfaatkan Internet untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan mereka. Model bisnis baru yang dikembangkan sebagai hasil
dari peralihan ke Cloud Computing tidakhanya menciptakan teknologi
baru dan proses operasional bisnis
tetapi juga persyaratan keamanan
baru dan tantangan yang baru. Sebagai langkah evolusi terbaru dalam model layan
Cloud (seperti gambar di
bawah ini), SaaS
kemungkinan akan tetap
menjadi model layanan awan yang dominan untuk masa yang
akan datang dan sebagai tempat kebutuhan yang paling penting untuk praktik
keamanan dan pengawasan.

Gambar 2.2.9
Evolusi Layanan Awan.
Seperti halnya
dengan penyedia layanan
yang diatur, perusahaan atau
pengguna akhir perlu kebijakan penelitian
vendor pada keamanan data sebelum menggunakan
jasa vendor untuk menghindari kehilangan atau tidak dapat
mengakses data mereka.
Analis
teknologi dan perusahaan konsultan Gartner mendaftar tujuh isu keamanan yang
mana salah satu diantaranya harus
dibahas dengan perusahaan Cloud Computing :
·
Hak istimewa dari pengguna akses.
Menanyakan tentang
siapa yang memiliki akses khusus untuk data, dan tentang pengangkatan dan
pengelolaan administrator tersebut.
·
Peraturan kepatuhan. Pastikan bahwa
vendor bersedia untuk
menjalani audit eksternal
dan / atau
sertifikasi keamanan.
·
Lokasi
data.Apakah penyedia layanan dalam
hal ini perusahaan Cloud
Computing melakukan pengendalian terhadap lokasi data.
·
Pembagian / pemisahan data. Pastikan
bahwa enkripsi tersedia di semua tahapan, dan bahwa skema enkripsi dirancangdan
diuji oleh para profesional berpengalaman.
·
Pemulihanan / pembaruan.
Cari tahu
apa yang akan terjadi pada
data sewaktu terjadi bencana
/ kerusakan. Mereka menawarkan
pemulihan lengkap? Jika demikian, berapa lama waktu yang dibutuhkan untukpemulihan
tersebut sehingga pengguna layanan dapat menerima / mengambil data mereka sesuai
kebutuhan denganm cepat dan tepat.
·
Bantuan investigasi / bantuan
penyelidikan.
Apakah vendor
memiliki kemampuan untuk menyelidiki setiap
kegiatan yang tidak
patut
atau
ilegal?
·
Kelayakan / kelangsungan jangka panjang.
Apa yang
akan terjadi pada
data jika perusahaan yang
bersangkutan(vendor) keluar/berhenti dari bisnis? Bagaimana data yang
dikembalikan, dan dalam format apa? Menentukan jaminan keamanan data untuk
jaman sekarang(hari-hari ini) begitu sulit, sehingga fungsi keamanan
data menjadi begitu penting dibandingkan masa
lalu. Taktik yang tidakterhandle oleh Gartner
adalah meng-enkripsi data diri
anda. Jika Anda
mengenkripsi data menggunakan
algoritma yang terpercaya, maka terlepas dari keamanan penyedia layanan dan kebijakan enkripsi, data hanya
akan dapat diakses
dengan kunci dekripsi. Tentu saja,
ini mengarah ke tindak lanjut
pada masalah: Bagaimana Anda mengelola kunci pribadi
dalaminfrastruktur komputasi pay-on-demand ?
Masalah keamanan data Cloud
Computing.
a.
Masalah keamanan dari Virtual machine.
Apakah
Blue Cloud IBM atau Windows Azure di Microsoft, teknologi mesin virtual
dianggap sebagai platform komputasi awan dari komponen fundamental, perbedaan
antara Blue Clouddan Windows Azure adalah bahwa virtual mesin berjalan pada sistem
operasi Linux atau sistem operasi Microsoft Windows. Teknologi virtual mesin
membawa keuntungan yang nyata, ini memungkinkan pengoperasian server tidak lagi
bergantung pada perangkat fisik. Tapi padaserver virtual. Pada
mesin virtual, perubahan yang fisik terjadi atau migrasi tidak mempengaruhi
layanan yang diberikan oleh penyedia layanan. jika pengguna membutuhkan jasa
lebih, penyedia dapat memenuhi kebutuhan pengguna tanpa harus memperhatikan
perangkat keras fisik. Namun, server virtual dari kelompok server logis membawa
banyak masalah keamanan. Pengamanan terhadap pusat data tradisional diukur pada
platform perangkat keras, sementara Cloud Computing mungkin merupakan server
dari beberapa server virtual, server
virtual mungkin milik kelompok server yang berbeda logis, server virtual,
sehingga ada kemungkinansaling menyerang, yang membawa server virtual pada
banyak ancaman keamanan.
Virtual
mesin membentang pada tepi Cloud yang
membuat hilangnya batas jaringan sehingga mempengaruhi hampir semua aspek
keamanan, isolasi fisik tradisional dan infrastruktur keamanan berbasis
hardware tidak dapat menghentikan lingkungan
komputer Cloud yang saling menyerang antara virtual mesin.
b.
Keberadaan super – user.
Untuk perusahaan
yang menyediakan layanan komputasi
awan (Cloud Computing), mereka memiliki hak
untuk melaksanakan pengelolaan dan pemeliharaan
data, adanya super-user sangat bermanfaat
untuk menyederhanakan fungsi
manajemen data, tetapi merupakan ancaman serius bagi
pengguna pribadi. Dalam
era privasi pribadi, data
pribadi harus benar-benar
dilindungi, dan fakta
membuktikan bahwa platform Cloud Computing memberikan layanan pribadi dalam kerahasiannya. Bukan hanya
pengguna individu tetapi
juga organisasi memiliki potensi
ancaman serupa, misalnya pengguna korporat dan rahasia dagang disimpan dalam platform komputasi awan mungkin dicuri. Oleh karena itu
penggunaan hak super user harus dikendalikan di awan(Cloud).
c.
Konsistensi data.
Lingkungan Awan
(Cloud) merupakan lingkungan
yang dinamis, dimana data
pengguna mentransmisikan data
dari data center ke pengguna. Untuk sistem, data
pengguna berubah sepanjang waktu.
Membaca dan menulis data berkaitan dengan identitas otentikasi pengguna dan hal
perijinan. Dalam sebuah mesin virtual, mungkin ada data pengguna yang berbeda
'yangharus wajib dikelola. Model kontrol
akses tradisional dibangun di
tepi komputer, sehingga sangat lemah untuk mengendalikan
pembaca dan penulis di antar komputer
yang terdistribusi.
Hal
ini jelas bahwa kontrol akses tradisional, jelas sangat tidak cocok untuk
lingkungan komputasi awan. Dalam
lingkungan komputasi awan, mekanisme kontrol
akses tradisional memiliki
kekurangan serius.
Prinsip
keamanan data.
Semua
teknik keamanan data dibangun pada kerahasiaan, integritas dan ketersediaan
dari tiga prinsip dasar. Kerahasiaan mengacu pada apa yang disebut dengan data
aktual atau informasi yang
tersembunyi, terutama pada daerah yang
sensitive, kerahasian data berada
pada persyaratan yang lebih ketat. Untuk komputasi awan, data disimpan
di "pusat data", keamanan dan kerahasiaan data pengguna, merupakan
hal yang penting.
Model
keamanan data.
Berikut gambar model
keamanan data pada Cloud Computing.
Gambar 2.2.10 model keamanan data Model struktur yang digunakan
adalah system pertahanan tiga tingkat.
Di mana setiap tingkat melakukan tugas
masing-masing untuk memastikan keamanan data dari lapisan awan(cloud). Lapisan pertama: bertanggung jawab untuk
otentikasi pengguna, pengguna sertifikat
digital yang diterbitkan oleh yang sesuai/berwenang, mengatur hak akses
pengguna. Lapisan kedua: bertanggung jawab untuk enkripsi data pengguna, dan
melindungi privasi dari pengguna melalui cara tertentu; Lapisan ketiga: Data pengguna untuk pemulihan sistem
yang cepat, perlindungan sistem lapisan terakhir dari data pengguna.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Cloud computing merupakan suatu
sistem komputasi terdistribusi melalui jaringan yang memiliki kemampuan untuk
menjalankan sebuah program atau aplikasi pada banyak komputer yang terhubung
pada waktu yang sama. Istilah cloud computing lebih sering merujuk pada layanan
berbasis jaringan yang tampaknya disediakan oleh hardware server sebenarnya,
namun disajikan oleh hardware virtual, simulasi oleh perangkat lunak yang
berjalan pada satu atau lebih komputer.
Cloud Computing adalah sebuah model komputasi/computing, dimana
sumber daya seperti processor/computing power, storage,network, dan software
menjadi abstrak dan diberikan sebagai layanan dijaringan/internet menggunakan
pola akses remote. Model biling dari layanan ini umumnya mirip dengan modem
layanan publik. Ketersediaan on-demand sesuai kebutuhan, mudah untuk dikontrol,
dinamis dan skalabilitas yang hamper tanpa limit adalah beberapa atribut
penting dari Cloud Computing. Sebagai pengembangan komputasi awan, masalah keamanan
telah menjadi prioritas utama. Teknologi komputasi
awan ini sangat tepat untuk menjaga keamanan data.
DAFTAR PUSTAKA
Anggeriana, Herwin Dkk. Cloud Computing. Juni 1, 2012
Barnett, Alex. So what is this Platform as a Service Thing? April
8, 2008.
Llorente, I. M. (July 2008). Towards a new model for the
infrastructure grid. Panel From Grids
to Cloud Services in the International Advanced Research
Workshop on High Performance
Computing and Grids, Cetraro, Italy.
Staten, James. Is Cloud Computing Ready For The Enterprise?
Forrester Research, Inc. March
2008.
Andressen, Marc. The three kinds of platforms you meet on the
Internet. September 16, 2007.
rca.com/2007/09/the-three-kinds.html.
MacVittie, Lori. As a Service: The many faces of the cloud.
November 20, 2008.
MacVittie, Lori. Bursting the Cloud. September 3, 2008.
Webopedia Computer Dictionary. data center tiers.
Andreessen, Marc. Analyzing the Facebook Platform, three weeks
in.. June 12, 2007.
What is Social Software? http://www.sociallibraries.com/farkaschap1.pdf
(A Companion to
Social Software in
Libraries by Meredith Farkas)
Takase, Akihiko D. Sc. And Kikuchi, Susumu. Platform Architecture
for Networked Businesses.
Webopedia Computer Dictionary. data center tiers.