Pages

Kamis, 19 Desember 2013

LIFI

Jaringan Lifi
Sebuah penelitian menghasilkan sebuah teknologi yang disebut sebagai Light Fidelity atau LiFi menjanjikan kecepatan transfer yang lebih cepat dibanding WiFi dan LiFi kemungkinan akan menggantikanWiFi dimasa mendatang. WiFi atau Wireless Fidelity mungkin sudah akrab ditelinga pengguna komputer. WiFi ini juga sering disebut sebagai WLAN(Wireless Local Area Network) yang menggunakan gelombang radio dengan frekuensi 2,4GHz yang menggunakan standar IEEE 802.11.


Baru-baru ini para peneliti dari Universitas Edinburg telah mengembangkan sistem jaringan wireless atau nirkabel yang mampumenghasilkan kecepatan transfer hingga 130mbps menggunakan teknologi cahaya.

Teknologi yang disebut sebagai LiFi (Light Fidelity) ini menggunakan LED (Light Emiting Diode) untuk mengirimkan data kepenerima dengan perubahan intensitas cahaya yang begitu cepat sehingga takdapat dilihat oleh mata manusia. Seorang fisikawan dan profesor Jerman, Harald Haas melalui proyek dari perusahaan Pure VLC ini mengembangkan metode smart lighting yang memungkinkan cahaya digunakan untuk mengirim dan menerima datang mampu mencapai kecepatan hingga 50 Mbps.



Saat ini harus diakui bahwa kecepatan transfer data dari teknologi Light Fidelity ini memang belum bisa mengalahkan kecepatan transfer data dari standar Wireles Fidelity senerasi terakhir

Harald Haas juga menambahkan bahwa ia dan timnya terus berusaha untuk mengembangkan sistem LiFi di laboratorium agardapat menghasilkan kecepatan hingga satuan gigabit per detik. LiFiini memiliki beberapa kelebihan seperti luas spektrum transmisi yang lebih luas hingga 10.000 dari wireless fidelity yang berbasis gelombang radio. LiFi juga mampu menyediakan konektivitas nirkabel dirumah atau dikamar tanpa takut terjadi kebocoran sinyal. 

Rabu, 18 Desember 2013

PENGENALAN SERTA PENGEMBANGAN ELEMENT CLOUD COMPUTING

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Teknologi Informasi dan Komunikasi


Oleh:
                                      Nama             : Sholakhuddin
              NIM               :1102412115
              Prodi              : Kurikulum dan Teknologi Pendidikan


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada zaman sekarang perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin pesat membuat semakin cepatnya produk-produk teknologi menyebar ke seluruh penjuru dunia. Kebutuhan akan informasi yang selalu up to date ketika suatu peristiwa terjadi dan kabarnya dapat segera tersebar dan diketahui semua orang. Teknologi komputasi awan terdapat aspek manajemen cloud computing yaitu keamanan TI, kinerja manajemen, provisioning. Dari segi keamanan, dapat menyimpan file di e-mail tanpa khawatir kehilangan karena dapat diakses melalui koneksi internet.
Sistem teknologi informasi yang ada sekarang ini sangat terbatasi oleh ruang. Ruang untuk server yang dibutuhkan untuk penyimpanan data dan peningkatan kemampuan perangkat keras dalam rangka peningkatan proses komputasi sangat terbatas dan memerlukan biaya yang tidak murah untuk menambah perangkat yang baru. Seiring dengan waktu proses komputasi tidak akan cukup dengan hanya mengandalkan teknologi yang sudah usang, sehingga para CIO (Chief Information Officer) harus mengikuti perkembangan perangkat keras yang ada.
Perkembangan dunia modern sekarang ini telah melahirkan suatu teknologi komputasi yang dinamakan Cloud computing merupakan tren baru di bidang komputasi terdistribusi dimana berbagai pihak dapat mengembangkan aplikasi dan layanan berbasis SOA (Service Oriented Architecture) di jaringan internet. Cloudcomputing dapat dikembangkan dengan skala besar, memberikan pengalaman pengguna yang superior, dan ditandai oleh sesuatu yang baru, yaitu ekonomi berbasis internet. ”Sekarang konsep teknologi  informasi cloud computing sedang hangat dibicarakan. Istilah cloud computing mungkin belum banyak didengar, karena memang masih baru. Oleh karena itu penulis mengangkat judul “Pengenalan Serta Pengembangan Element Cloud Computing”


1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengenalan mengenai Cloud Computing ?
2.      Bagaimana pengembangan Element Cloud Computing ?


1.3  Tujuan
1. Mengetahui tentang Cloud Computing
2. Mengetahui tentang pengembangan Element Cloud Computing














BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengenalan Cloud Computing
A. Pengertian Cloud Computing
Cloud Computing dalam pengertian  bahasa Indonesia diterjemahkan  menjadi  komputasi awan, beberapa tahun terakhir ini telah menjadi ―Hot word‖  di dunia teknologi informasi (TI). Seluruh nama besar seperti IBM, Microsoft, Google, dan Apple, saat ini sedang terlibat dalam peperangan  untuk  menjadi  penguasa terbesar  terhadap awan  ini.  Tentu saja masing-masing mengeluarkan jurusnya sendiri-sendiri IBM  di  paruh  akhir  tahun  2009  kemarin telah meluncurkan  LotusLive, layanan  kolaborasi berbasis cloud. Microsoft, yang sekarang di perkuat oleh Ray Ozzie sebagai Chief Software Architect pengganti Bil   Gates,  menggadang Windows Azure,  sistem operasi  berbasis cloud  yang  akan  menjadi masa depan Windows OS. Apple mengambil  sisi  lain, telah  menyediakan  layanan  Mobile Me yang  memungkinkan pengguna  produk Mac, untuk melakukan sinkronisasi data ke  Dalam cloud . Sementara google raksasa  yang  lahir  di  era internet  sudah  sejak  lama memberikan  suatu layanan yang dikenal dengan nama  “Google Docs”.  Dengan layanan ini memungkinkan userdapat  membuat dokumen atau dapat  bekerja kerja dengan  spread sheet  secara online tanpa perlu menginstall software di PC atau Notebook. Bahkan goole juga meluncurkan system operasi cloud-nya, yang sistem operasi alternative dari system operasi yang sudah ada, yang mungkin juga menjadi ancaman serius bagi penyedia sistem operasi.
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai  Cloud Computing,terlebih dahulu pada  bab ini kita akan membahas definisi dari  CLOUD COMPUTING.  Untuk itu mari kita lihat beberapa definisi dari Cloud Computing, agar kita dapat mengenal dan mengerti dengan jelas apa itu Cloud Computing ? kemana tujuanya ? dan apa resikonya? dan bagaimana organisasi  IT  atau praktisi  IT  mempersiapkan  ini  ? inilah  pertanyaan yangsetidaknya akan hadir bagi beberapa praktisi ataupun peminat IT dibawah ini ada beberapa definisi Cloud Computing yang dapat membantu kita untuk mengenal apa itu Cloud Computing:
a.       Cloud Computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan  yang  sering  digambarkan  di  diagram jaringan  komputer,  awan (cloud)  dalam Cloud Computing  juga merupakan abstraksi  dari  infrastruktur kompleks yang disembunyikannya.
b.      Internet  Cloud adalah  suatu model  komputasi  di  mana kapabilitas terkait  teknologi informasi  disajikan  sebagai  suatu layanan,  sehingga pengguna  dapat  mengaksesnya lewat Internet.
c.       Cloud Computing  adalah  suatu konsep umum yang mencakup SaaS(software as a service), Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang  dikenal  luas,  dengan tema umum  berupa ketergantungan  terhadap Internet  untuk  memberikan kebutuhan komputasi pengguna.
d.      Cloud computing  adalah  istilah  untuk  kegiatan menyelesaikan  suatu  proses atau perhitungan  melalui  internet  dengan memanfaatkan  sumber  daya yang dimiliki  oleh suatu kumpulan komputer yang saling terhubung di suatu tempat.
e.       Cloud computing adalah teknologi yang menggunakan internet dan server pusat yangjauh untuk menjaga/mengelola data dan aplikasi.
f.       Cloud Computing  secara sederhana  dapat  didefinisikan  adalah  "layanan  teknologi informasi  yang  bisa dimanfaatkan  atau  diakses oleh  pelanggannya melalui  jaringan internet".  Kata-kata "Cloud" sendiri  merujuk  kepada simbol  awan  yang  di  dunia TI digunakan untuk menggambarkan jaringan internet (internet cloud).
Cloud Computing  bisa diartikan  sebagai  suatu  model  yang  memungkinkan  jaringan dapat  diakses dengan  mudah  sesuai  kebutuhan di  berbagai  lokasi.dimana model  ini memungkinkan untuk mengumpulkan sumber daya komputasi seperti network, server, storage, aplikasi dan services dalam satu wadah. 
Menurut  sebuah makalah    tahun  2008  yang  dipublikasikan  IEEE  Internet  Computing  Cloud Computing merupakan suatu paradigma dimana suatu informasi secara permanen tersimpan di server (di Internet ) dan tersimpan secara sementara di computer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, computer tablet, notebook, sensor-sensor dan lain lain. Melihat  perkembangan  saat  ini,  maka yang  dibutuhkan  oleh  organisasi  IT  ataupun Praktisi  ITadalah memberikan berbagai macam layanan terdistribusi dan pararel secara remote dan dapat berjalan  di  berbagai  device, dan teknologinya dapat  dilihat  dari  berbagai    teknologi  yangdigunakan  dari  proses  informasi  yang  diaplikaikan  secara outsourcing  sampai  dengan penggunaan eksternal data center. Cloud Computing merupakan model yang dapat mendukung layanan ―Everything as a sevice” (XaaS).  Sehingga  dapat  mengintegrasikan        virtualized  physical  sources, virtualized infrastructure.
Cloud computing atau komputasi awan merupakan tren baru di bidang komputasi terdistribusi dimana berbagai  pihak  dapat  mengembangkan  aplikasi  dan layanan  berbasis SOA  (Service Oriented Architecture) di jaringan internet. Definisi  dan batasan  dari  Cloud Computing  sendiri  masih mencari  bentuk dan standarnya.  Di mana pasarlah yang akan menentukan model mana yang akan bertahan dan model mana yang akan berakhir. Namun semua sepakat bahwa Cloud Computing akan menjadi masa depan dari dunia komputasi. Bahkan lembaga riset bergengsi Gartner Group juga telah menyatakan bahwa
Cloud Computing  adalah  wacana  yang  tidak  boleh  dilewatkan  oleh  seluruh organisasi  IT ataupun praktisi  IT yang berkepentingan di dunia IT, mulai saat ini dan dalam beberapa waktu mendatang.  Ini  disebabkan  karena Cloud Computing  adalah  sebuah mekanisme yang memungkinkan kita "menyewa" sumber daya teknologi informasi (software, processing power, storage, dan lainnya) melalui internet dan memanfaatkan sesuai kebutuhan kita dan membayar sesuai dengan yang digunakan oleh kita saja. Dengan konsep ini, maka semakin banyak orang yang  bisa memiliki  akses dan memanfaatkan  sumber daya tersebut,  karena tidak  harus melakukan  investasi  besar-besaran.  Apalagi  dalam kondisi  ekonomi  seperti  sekarang, setiap organisasi  akan  berpikir  panjang  untuk  mengeluarkan  investasi  tambahan di  sisi  IT.  Terlebih hanya untuk  mendapatkan  layanan-layanan  yang  mungkin hanya dibutuhkan  sewaktu-waktu saja sebagaimana  telah  dijelaskan  pada  defenisi  di  atas bahwa Cloud Computing  adalah  layanan teknologi informasi  yang di manfaatkan melalui jaringan Internet, namun tidak semua layanan yang ada di Internet dapat dikategorikan sebagai layanan Cloud Computing. Ada pun beberapa syarat yang harus dipenuhi agar layanan yang ada di Internet dikatakan sebagai layanan Cloud Computing ?
1.  Layanan bersifat "On Demand", pengguna dapat berlangganan hanya yang dia butuhkan saja, dan membayar hanya untuk yang  mereka  gunakan  saja.  Misalkan  sebuah sebuah internet service provider menyediakan 5 macam pilihan atau paket-paket internet dan user hanya  mengambil 1 paket internet maka user hanya membayar paket yang diambil saja.
2.  Layanan  bersifat  elastis/scalable, di  mana pengguna bisa menambah atau  mengurangi jenis dan kapasitas layanan  yang  dia inginkan kapan  saja dan sistem selalu bisa mengakomodasi  perubahan tersebut.  Misalkan  user  berlangganan  internet  pada  yang bandwidthnya 512 Kb/s lalu ingin menambahkan kecepatannya menjadi 1Mb/s kemudian user  menelpon costumer  service meminta untuk  penambahan bandwitch lalu customer service merespon dengan mengubah bandwidth menjadi 1Mb/s. 
3.  Layanan  sepenuhnya dikelola oleh  penyedia/provider,  yang  dibutuhkan  oleh  pengguna hanyalah komputer personal/notebook ditambah koneksi internet. 
4.  Sumber Daya Terkelompok ( Resource pooling ) Penyedia layanan  Cloud Computing  memberikan  layanan  melalui  sumber  daya yang dikelompokkan  di  satu atau  berbagai  lokasi  data  center  yang terdiri  dari sejumlah server dengan  mekanisme         multi-tenant.  Mekanisme  multi-tenant          ini  memungkinkan  sejumlah sumber daya komputasi  digunakan  secara bersama-sama oleh  sejumlah        user,  dimana sumber daya tersebut baik  yang  berbetuk  fisik atau virtual,  dapat  dialokasikan  secara dinamis untuk  kebutuhan pengguna /  pelanggan sesuai  permintaan.  Dengan  demikian pelanggan  tidak perlu tahu bagaimana dan  darimana permintaan  akan sumber  dayakomputasinya terpenuhi  oleh  penyedia layanan yang  ada di  Cloud Computing.  Yang penting  setiap  permintaan  dapat  dipenuhi.  Sumber daya komputasi  ini  meliputi  media penyimpanan, memory, processor, pita jaringan dan mesin virtual.
5.  Akses Pita Lebar
Layanan  yang  terhubung  melalui  jaringan  pita lebar,  terutama dapat  diakses secara memadai  memalui  jaringan  internet.  Baik  menggunakan  thin client,  thick client,  ataupun media lain seperti smartphone.

6.   Layanan yang terukur. ( Measured Service )
Sumber daya cloud yang  tersedia harus dapat  diatur  dan dioptimasi  penggunaannya, dengan  suatu sistem pengukuran  yang  dapat  mengukur  penggunaan  dari  setiap sumber daya komputasi  yang  digunakan  (penyimpanan,  memory,  processor,  lebar pita, aktivitas user, dan lainnya). Dengan demikian, jumlah sumber daya yang digunakan dapat secara transparan diukur yang akan menjadi dasar bagi user untuk membayar biaya penggunaan layanan. Selain itu karakterisik dari Cloud Computing adalah sangat cepat di deploy, instant untuk implementasi. Dalam hal ini :
·         Biaya  start  up  teknologi ini  (Cloud  Computing)  mungkin akan  sangat  murah  ataupun tidak ada, dan juga tidak ada investasi kapital.
·         Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.
·         Pelayanan  ini  (Cloud Computing)  dapat  dengan  mudah  di  upgrade atau downgrade dengan cepat tanpa adanya ―penalty”.
·         Pelayanan  akan  menggunakan  metode multi-tenant  (banyak  customer dalam 1 platform)
·         Kemampuan untuk meng-customize pelayanan akan menjadi terbatas. Dilihat  dari  jenis layanan  tersendiri,  Cloud Computing,  terbagi  dalam  3 jenis layanan  (secara umum), yaitu :  Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS) dan Infrastructure as a Service  (IaaS).   Namun secara spesifik layanan  Cloud  Computing  lebih dari  3  jenis layanan.  Yaitu :           SaaS  (Service  as a Service),Utility Computing,  Web  Service, MSP (Management Service Provider), E-Commerce, Intergrated Network.
Pembahasan  mengenai  jenis-jenis layanan  ini  akan  di  bahas lebih  detail  pada  bab 3 (pembahasan di dalam buku ini ).Sementara dari sifat jangkauan layanan, Cloud Computing terbagi menjadi 3 jenis layanan yaitu Public Cloud, Private Cloud dan Hybrid Cloud.  
a.       Public Cloud.
Jenis cloud ini diperuntukkan untuk umum oleh penyedia layanannya. 
b.      Private Cloud.
Merupakan  infrastruktur  layanan  cloud,  yang  dioperasikan  hanya untuk  sebuah organisasi tertentu. Infrastruktur cloud itu bisa saja dikelola oleh   sebuah organisasi itu atau oleh pihak ketiga. Lokasinya pun bisa on-site ataupun off-site. Biasanya organisasi dengan skala besar saja yang mampu memiliki/mengelola private cloud ini.
c.       Community cloud.
Dalam model  ini,  sebuah infrastruktur cloud digunakan  bersama-sama oleh  beberapa organisasi yang memiliki kesamaan kepentingan, misalnya dari sisi misinya, atau tingkat keamanan yang dibutuhkan, dan lainnya.
d.      Hybrid Cloud.
Untuk  jenis ini,  infrastruktur cloud yang  tersedia merupakan  komposisi  dari  dua atau lebih infrastruktur  cloud  (private,  community,  atau  public).  meskipun  secara entitas mereka tetap berdiri  sendiri,  tapi  dihubungkan  oleh  suatu teknologi  /  mekanisme yang memungkinkan portabilitas data dan aplikasi antar cloud itu. Misalnya, mekanisme load balancing  yang  antar  cloud, sehingga alokasi  sumberdaya bisa dipertahankan  pada level yang optimal.
Berikut adalah beberapa gambar konsep atau ilustrasi dari Cloud Computing.

















Gambar 2.1.1 Ilustrasi Cloud Computing









Gambar 2.1.2 Diagram konsep Cloud Computing


Adapun struktur dari Cloud computing:









Gambar 2.1.3 Struktur Cloud Computing

yang menjadi pertanyaan ? Apa bedanya dengan pemakaian komputer biasa selama ini? Pada pemakaian  komputer biasa,  diperlukan  sistem  operasi  dan program  aplikasi.  Sistem  operasi sangat  menentukan  program  aplikasi.  Kalau  pemakai  memilih sistem  operasi  MS  Windows misalnya, maka aplikasinya pun harus berbasis Windows.  Demikian  juga kalau  sistemnyaberbasis DOS,  Linux,  Mac, dan sebagainya. Padahal  memilih sistem  operasi  sendiri  seringmembuat  user  pusing,  mau  yang  gratisan,  atau  yang  berbayar? Program aplikasi  harus dipasang di komputer sesudah sistem operasi terpasang. Untuk aplikasi berbasis DOS, relatif gampang, karena tidak perlu diinstal. Asal dikopi ke komputer, sudah siap dijalankan. Aplikasi ini  sering  disebut dengan        stand alone software,  karena tidak  dapat  dijalankan  bersamaan dengan program lain. Keuntungannya, bila akan dijalankan di komputer lain, tinggal disalin saja,selesai. Tapi kalau sistemnya berbasis grafis dan multitasking (seperti MS Windows), program harus diinstal dulu. Kalau komputer lain diinginkan untuk menjalankan aplikasi tersebut, harus diisi  dengan  proses instal  lagi,  tidak  bisa hanya dengan  disalin seperti  pada  sistem  DOS. Program seperti  ini  disebut dengan            desktop  application.  Keunggulannya, dapat  berjalan bersamaan dengan program lain. Kelemahannya, kalau ada program versi baru, harus beli lagi, instal lagi. Sebetulnya hal ini juga berlaku untuk program-program berbasis DOS.
B. Manfaat dan Tujuan Cloud Computing
Dengan adanya cloud computing akan mengubah paradigma perusahaan ataupun organisasi IT dalam memandang investasi  teknologi  komunikasi  informasi.  "Investasi  untuk modal  kapital berubah  menjadi  biaya operasional  dengan besaran yang lebih efisien  akibat  adanya cloud computing,dan Ini  membuat para pengguna  (user)  bebas berkreasi  dan tidak  perlu menyediakan infrastruktur (data center, processing power, storage, sampai ke aplikasi desktop)untuk dapat memiliki sebuah sistem, karena semuanya sudah disediakan secara virtual Disaat  ini  kebutuhan  akan pemakaian  ,  pemeliharaan dan keamanan  sistem informasi semakin meningkat,  mendorong  perusahaan  ataupun organisasi  untuk  meningkatkan  dan mengamankan  sistem mereka,  namun  Karena  perusahaan  ataupun organisasi  tidak  memiliki sumber daya yang  besar  untuk  membeli  sistem  untuk  keperluan  mereka   dan bahkan  untuk memelihara sistem informasi  mereka ,terlebih lagi  untuk mengamankan sistem tersebut maka kemungkinan besar    Cloud Computing  akan  menjadi  pilihan  pertama dan kemungkinan besar akan berkembang, khusunya di Indonesia. Bahkan dengan Cloud Computing, mereka (perusahaan / organisasi) hanya menyewa layanan atau jasa dari penyedia Cloud Computing. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya dengan Cloud Compuitng ini dapat mengurangi investasiawal dari sebuah perusahaan atau organisasi yang membutuhkan pememakaian, pemeliharaan dan keamanan sistem informasi yang lebih baik.
Dalam hal  ini  investasi  yang  besar  bagi  sebuah perusahaan  atau  organisasi  akan  berubah menjadi suatu sistem operasional yang mudah dikelola, bahkan penyedia jasa seperti Software as a Service  (SaaS) yand ada di Cloud dapat menawarkan harga yang sangat rendah karena faktor ekonomi. Dengan Cloud Computing kita tidak perlu lagi dikuatirkan dengan adanya kompleksitas Teknologi saat ini. Perusahaan dan organisasi yang dalam usahanya menggunakan Teknologi Informasi tidak perlu takut dengan hal-hal yang dapat mengancam keamanan sistem informasi mereka dan bahkan  dalam hal  peng-updatetan  suatu Teknologi  atau aplikasi  yang  dipakai  , karena semuanya itu bisa diserahkan kepada penyedia layanan di Cloud Computing. Cloud          Computing  jangan dijadikan  sebagai  ―Core Business‖  bagi  sebuah perusahaan  tapi sebaliknya jadikan-lah Cloud Computing ini sebagai ―Support Business‖, prinsip ini yang benar karena Cloud Computing  sebagai  penunjang suatu perusahaan  dalam mengelola sistem informasi  yang  ada di  perusahaan  tersebut dengan  maksud  dan tujuan  untuk  kelangsungan bisnis dari perusahaan tersebut, karena Cloud Computing memberikan solusi bagi perusahaan untuk meringankan operasional perusahaan tersebut dalam hal pengolahan data.
Manfaat Cloud Computing :
·         Skalabilitas -  Mudah  meningkatkan  kapasitas,  sebagai  kebutuhan  komputasi  berubah, tanpa membeli peralatan tambahan. 
·         Accessibility - Akses data dan aplikasi melalui internet dari mana saja.
·         Mengurangi Biaya 
·         Shift  Beban  -  Free  staf  TI internal  dari  pembaruan  dan isu-isu konstan.
Keprihatinan utama mengenai  cloud computing  adalah  keamanan  dan  kehandalan.  Banyak organisasi  mengalami kesulitan  mempercayai  informasi  mereka dengan  vendor  pihak  ketiga, dan juga  penyedia dipublikasikan  padam  telah  meningkatkan  keprihatinan mereka.  Ketika mengevaluasi kebutuhan  komputasi Anda, penting untuk mempertimbangkan baik manfaat dan risiko dari Cloud Computing. Sebagai contoh, data-kerugian yang mungkin baik itu dalam Cloud Computing  dan sistem  perusahaan  tradisional,  tetapi  dalam banyak kasus vendor  Cloud Computing  akan  memiliki  lebih banyak  sumber daya yang  tersedia dengan  cepat  dan akurat memperbaiki kegagalan ini. Selain itu dengan  teknologi  Cloud Computing  (komputasi  awan)  akan memberikan dampak lebih ekonomis dan sumber daya IT yang digunakan lebih efisien, saat aplikasi bisnisdioperasikan dalam suatu lingkungan. Jasa  Cloud  adalah  bisnis  yang  paling  cepat  tumbuh dan berkembang  pendekatannya  untukmemberikan  aplikasi  dan layanan  dari  mana saja ke pelanggan  apapun,  pada  perangkat apapun.  Sebuah pergeseran yang terjadi  dengan komputasi  awan  yang  membentang  di  alam teknologi dan bisnis, sebuah pergeseran yang dramatis akan mengubah bisnis dan bagaimana menggunakan teknologi untuk memenuhi persyaratan.  Dengan  Cloud  Kemampuan  untuk  menangani  tugas-tugas penting,  dapat  dilakukan lebih efisien  oleh  karena dilakukan  oleh    pihak ketiga, apakah  mereka  merupakan  inti atau bukan  inti dengan  bisnis anda, adalah  sebuah model  bisnis yang  umum dan merupakan layanan yang bisa menguntungkan anda.
Komputasi awan membawa tujuh manfaat  potensial.
1.  Data yang disimpan terpusat.
2.  Respon cepat. 
3.  Kehandalan kode uji.
4.  Log ( records tak terbetas ).
5.  Kinerja Perangkat Lunak dengan tingkat keamanan yang tinggi.
6.  Konstruksi yang handal.
7.  Menghemat Biaya uji keamanan yang mahal
Selain itu cloud computing  dapat  memenuhi  persyaratan  skalabilitas untuk  memenuhi permintaan pengguna dengan cepat, namun tidak mengharuskan pengguna untuk menjadi ahli pada bidang teknologi. Dengan  teknologi  ini  kita dapat  memfasilitasi  workflow  application yang  berskala besar. Sehingga setiap user    yang  berorientasi  pada  penggunaan sistem  yang berskala besar untukkeperluan organisasi  atau perusahaan-nya,  tidak perlu kuatir.  Mengapa?  ―teknologi  ini (Cloud Computing)  hadir  untuk  mengatasi  itu. Sebagai  contoh  perusahaan  yang  memerlukan  tempat penyimpanan yang besar untuk keperluan kerja perusahaan mereka, cloud dapat menyediakan-nya, tanpa  harus perusahaan tersebut menyediakan  server /  storage yang besar untukkeperluan data mereka, yang sudah barang tentu memerlukan biaya yang besar. Selain itu manfaat dan tujuan dari cloud computing dalam rangka mendukung perangkat lunak yang di gunakan pada Cloud Computing adalah sebagai berikut :
·         Sistem penagihan yang terencana dan biaya untuk komputasi yang murah pada tingkat yang sangat mantap.
·         Memberikan performance database yang baik dan handal.
·         Memiliki jaminan keamanan yang tinggi yang didukung dengan dedicated server.
·         Memungkinkan  pengguna dapat  meminta penyimpanan dalam jumlah besar atau kecil dengan  cepat   serta  menyediakan  system penyimpanan yang  terstruktur  yang disebabkan karena ruang penyimpanan yang di atur secara teratur .
·         Mengefisienkan  penggunaan  aplikasi  dan  pengefisienan  perangkat  keras yang  selama ini di pergunakan user (semuanya tersedia di Cloud Computing).
·         Menghemat / menekan penggunaan ruang yang berlebihan.
·         Mendukung program go green.


C. Ragam Penerapan Cloud Computing
1. Fujitsu terapkan Cloud Computing.
Komputasi  awan  (cloud  computing)  saat  ini  memang  sedang marak  dilakukan  oleh perusahaan-perusahaan  IT, baik  lokal  maupun internasional.  Kini  vendor  asal  Jepang, Fujitsu,  yang menerapkannya. perusahaan  ini  mengumumkan  strategi  global  mereka untuk menerapkan  cloud computing yang berlandaskan pada empat model pemakaian sumber daya komputasi, yaitu infrastruktur, aplikasi, aktivitas dan konten. Dalam strategi  yang  dikembangkan  dari  pengalaman Fujitsu selama bertahun-tahun, pelanggan  bisa menerapkan  sebagian  atau  seluruh model  komputasi  awan  tanpa gangguan.  Fujitsu telah menawarkan platform ini  untuk  model  infrastruktur  yangdiperkuat  dengan  penerapan  platform  standar  komputasi  awan  global  secara luas. Fujitsu Indonesia telah  mengembangkan  teknologi  komputasi  awan  dengan  melihat perubahan  dalam masyarakat dan bagaimana teknologi  bisa membantu manusia melewati perubahan tersebut.
Inilah yang disebut sebagai sudut pandang human-centric. Di Jepang, Fujitsu berhasil menjalankan  uji  coba yang  melibatkan  pertanian  dan kesehatan,‖  ujar   Achmad S. Sofwan selaku Chief Operation Officer Fujitsu Indonesia. Dimana Uji coba layanan ini sudah dilakukan pada bulan Mei 2010, dilanjutkan dengan komersialisasi  pada  Oktober 2010  di  Jepang,  Australia, Singapura, Amerika Serikat, Inggris dan Jerman. Platform komputasi awan global akan menjadi pelengkap  platform awan  lokal,  dengan  memenuhi  kebutuhan  infrastruktur Teknologi  Informasi  danKomunikasi (TIK) yang terstandarisasi secara global.  Dimana melalui  cara ini,  diharapkan  pelanggan bisa mengadopsi  layanan  baik  dari platform  lokal  maupun global  secara fleksibel.  Hasilnya, pelanggan  bisa mengurangi biaya-biaya TIK,  lebih tanggap  terhadap kebutuhan  bisnis dan bisa  menyediakan layanan TIK tanpa mengorbankan keamanan dan tingkat ketersediaan. Pelanggan juga memperoleh manfaat dari keahlian Fujitsu dalam bidang telekomunikasi dan jaringan.
Fujitsu sendiri  melihat  layanan  cloud  computing  sebagi  evolusi,  bukan  revolusi.  Untuk itu, model pemakaian sumber daya komputasi di tingkat infrastruktur dan aplikasi adalah perpanjangan dari layanan konvensional yang selama ini ditawarkan Fujitsu. Namun di tingkat  aktivitas dan konten,  keduanya mencerminkan  perubahan  signifikan  di  industri TIK dalam hal  menciptakan  nilai  dengan  mengembangkan  berbagai  model  bisnis dan layanan baru bagi para pembeli.
Berbekal  pengalaman selama beberapa dekade dalam menyediakan  layanan  bisnis, Fujitsu bisa memberikan  dukungan  kepada  pelanggannya untuk berpindah  dan bermigrasi ke model komputasi awan secara aman tanpa gangguan. Guna mewujudkan hal  ini,  perusahaan  yang  membuka cabang  di  Indonesia pada  1995  tersebut  telah menjalin aliansi  dengan  sejumlah  pihak  yang  terkait  dengan  komputasi  awan.  Mereka menjamin pelanggan tidak akan terjebak dalam sistem-sistem tertutup (proprietary).
Berikut kutipan dari Corporate Senior Executive Vice President Fujitsu Richard Christou menyatakan bahwa Fujitsu akan memberikan layanan komputasi awan terstandarisasi melalui platform cloud global yang digelar secara luas. Kami  akan  memberikan pengumuman  lanjutan untuk  memenuhi  fase-fase  lain dari model  komputasi  awan,  bersama dengan  para mitra kunci  di  bulan-bulan  mendatang. Fujitsu kini  dalam posisi  untuk  bekerja bersama para pelanggan  untuk  mewujudkan manfaat komputasi awan.



2. Penarapan Cloud Computing pada Google Docs.
Google Docs adalah salah satu produk Google yang dapat mengolah (menyimpan, membuat, meng-edit) program-program aplikasi perkantoran (seperti microsoft office jika diwindows) secara online, diantaranya program-programnya adalah pengolah kata (word processor), pengolah lembar kerja (spreadsheet) dan presentasi (presentation). Penggunakan fasilitas Google DOcs yang harus online / terkoneksi lewat internet merupakan kelemahan dari program ini, namun aplikasi ini banyak mempunyai kelebihan, misalnya jika kita berpergian keluar kota atau bahkan keluar negeri untuktujuan seminar atau apa saja kita tidak akan bingung ketinggalan dokumen jika semua sudah disimpan di Google DOcs selain itu kita tidak akan kawatir dokumen akan hilang atau rusak seperti halnya jika kita menyimpan di harddisk yang sewaktu-waktu harddiskdapat rusak dan dokumen hilang.
Berikut ini adalah hal-hal yang dapat kita lakukan dengan menggunakan Google Docs :

Dalam menggunakan dokumen, yang dapat dilakukan:
·         Upload dokumen        Word, OpenOffice, RTF, HTML, atau teks (atau  membuat dokumen dari awal).
·         Menggunakan editor WYSIWYG yang sederhana untuk memformat dokumen, memeriksa ejaan, dll.
·         Sharing dengan orang lain (melalui alamat e-mail) untuk mengedit atau melihat dokumen dan spreadsheet.
·         Meng-edit dokumen online dengan siapa pun yang kita pilih.
·         Melihat riwayat revisi dokumen dan spreadsheet
·         Mempublikasikan dokumen secara online ke dunia, sebagai halaman Web atau mengirimkan dokumen ke blog.
·         Mendownload dokumen ke desktop sebagai Word, OpenOffice, RTF, PDF, HTML atau zip.
·         Email dokumen sebagai lampiran.

Dalam menggunakan perangkat lunak spreadsheet, yang dapat dilakukan:
·         Mengimpor dan mengekspor data berformat .xls, .csv, .txt dan .ods (dan mengekspor fungsionalitas untuk .pdf dan html).
·         Menikmati navigasi dan pengeditan intuitif, seperti dokumen atau spreadsheettradisional.
·         Menggunakan format dan formula pengeditan pada
·         Mengobrol dengan orang lain yang sedang mengedit
·         Memasukkan spreadsheet, atau bagian dari spreadsheet, ke blog atau situs web kita.
Dalam menggunakan perangkat lunak presentasi, yang dapat dilakukan:
·         Mengimpor presentasi yang ada dalam jenis file ppt dan .pps.
·         Mengekspor presentasi kita menggunakan fitur Simpan sebagai Zip dari menu File.
·         Mengedit presentasi kita menggunakan editor WYSIWYG yang sederhana.
·         Menyisipkan gambar, dan memformat slide kita agar sesuai dengan keinginan kita.
·         Berbagi-pakai dan mengedit presentasi bersama teman dan rekan kerja.
·         Mengizinkan melihat presentasi pada waktu-nyata, online, dari lokasi jauh yang terpisah.
·         Mempublikasikan presentasi kita di web, dan dapat di akses oleh orang lain.
Untuk besarnya dokumen yang dapat kita kerjakan dalam Google Docs adalah :
1.      Dokumen
·         Setiap dokumen dapat mencapai sebesar 500K, ditambah 2MB per gambar yang dimasukkan.
·         Dapat meng-upload dokumen dengan format file berikut :
§  HTML
§  Teks biasa (.txt)
§  Microsoft Word(.doc)
§  .rtf
§  Open Office (.odt)
·         Setiap pengguna memiliki batas kombinasi 5000 dokumen dan presentasi serta 5000 gambar.
2.      Spreadsheet
·         Setiap spreadsheet dapat mencapai hingga 10,000 baris, atau hingga 256 kolom, atau hingga 100,000 sel, atau hingga 40 sheet — batas mana saja yang tercapai lebih dulu.
·         Setiap pengguna memiliki batas hingga 200 spreadsheet.
·         Batas untuk spreadsheet terbuka pada saat bersamaan adalah 11.
·         Dapat mengimpor spreadsheet hingga mencapai 1 MB dalam format xls, csv, atau ods, txt, tsv, tsb.
3.      Presentasi
·         Setiap presentasi dapat mencapai sebesar 500K, ditambah 2MB per gambar yangdimasukkan.
·         Kita dapat meng-upload presentasi dalam format .ppt maupun .pps.
·         Setiap pengguna memiliki batas kombinasi 5000 dokumen dan presentasi serta 5000 gambar

3. Penerapan Cloud Computing pada Salesforce.com
Salesforce.com  adalah  aplikasi  Customer Relationship Management  (CRM)  berbasis software as services, dimana kita bisa mengakses aplikasi bisnis: kontak, produk, sales tracking, dashboard, dll.

4. Penerapan Cloud Computing pada Amazon Web Services (AWS)
Amazon  menawarkan  berbagai  macam  service yang  sangat  mirip dengan  service-service yang  terdapat  pada suatu jaringan  konvensional.  Membangun  jaringan  virtual dengan  Amazon  Web  Services sangat mudah  dilakukan,  namun  ada sedikit  kesulitan menentukan  standar  dalam infrastruktur Amzon  Web Services, yang  disebabkan  oleh tidak  ada batasan dari  penggunaan setiap  service yang  ada pada  Amazon  Web Servicies.


5. Penerapan Cloud Computing pada Microsoft Windows Azure (MWA)
Pada MWA  user  dimungkinkan  untuk  mengembangkan  aplikasi-aplikasi  dengan  basis NET.  Dimana user  mengembangkan  jaringan  sesuai  dengan  kebutuhan, namun  MWA menetapkan  standar-standar  yang  tidak  bisa dilanggar.  Dapat dikatakan  atau disimpulkan  bahwa MWA    merupakan  framework–framework  aplikasi  lengkap  yang di implementasikan  dalam  jaringan  virtual  yang  memiliki  basis  yang sama dengan jaringan konvensional.


6. Penerapan Cloud Computing pada Biznet.
Biznet  Cloud Computing  adalah       platform  komputer  generasi masa  depan yang  dapat memberikan keuntungan  untuk perusahaan, dimana  keuntungannya  tetap fokus pada bisnis, tanpa harus memikirkan cara untuk setup, operasi dan menjaga platform komputeryang berkembang.  Platform  Biznet           Cloud Computing  menyediakan  pilihan beberapa prosesor, ukuran memory, storage  (hard  disk) dan berbagai jenis Operating System.Platform  ini  juga  secara  otomatis melakukan        load balancing  sehingga  dapat mengirim aplikasi secara maksimal.
Biznet Cloud Computing  menyediakan  kemampuan  proses komputerisasi  dengan standar -standar sebagai berikut :
·         Pilih platform server dan ukuran sesuai kebutuhan
·         Dapat men-setup beberapa server dalam hitungan menit
·         Teknologi virtualisasi berbasis VMware ESXi
·         Akses online melalui control panel dan open API
·         Administration dengan root access
·         Kapasitas Backbone  Global  Internet  Tier-1 secara redundant  dengan  beberapa Gbps
·         Minimum kontrak 6 bulan
Seluruh paket Cloud Server termasuk bandwidth inbound & outbound sebesar 500 GB. Setelah alokasi  bulanan  telah  terpakai,  maka ada biaya tambahan sebesar  Rp. 2,000/GB  untuktambahan bandwidth yang terpakai.





Gambar  2.1.4   Data Center.
Dalam  rangka memberikan  solusi  bagi  pengusaha  Usaha Menengah  Kecil  (UKM),  penyedia jasa jaringan internet  Biznet  memperkenalkan  Cloud Computing.
Pada Biznet,  pengguna  Cloud Computing  hanya membayar layanan yang mereka pakai, dimana layanan  yang  dipakai  disesuaikan  dengan  kebutuhan  dari  setiap  pengguna (user). Sehingga proses pembayaran   dilakukan  juga  sesuai  dengan  layanan yang  mereka pakai (sesuai kebutuhan). Satu virtual Data Center dari layanan  Cloud Computing dapat dibagi menjadi beberapa mesin virtual. (kutipan dari Presiden Director Biznet Networks, Adi Kusuma).
Cloud Computing adalah teknologi penyimpanan data secara virtual, yang memungkinkan user (pengguna) dapat menyimpan data secara konvensional. Melalui Biznet, Cloud Computing yang difokuskan  kepada  para  pengusaha  UKM,  dimana   pengusaha  UKM  (dalam hal  ini  sebagai pemilik  data)  dapat  fokus ke bisnis mereka  tanpa  harus memikirkan  biaya yang  harus dikeluarkan  untuk  ―membangun  penyimpanan data, karena semua  layanan  ini  dapat disewa dengan mudah, cepat dan yang pasti harga terjangkau. Selain menghemat biaya, Cloud Computing  juga  mendukung  gerakan  Green Computing.          Ini disebabkan karena layanan Cloud Computing menggunakan server blades yang sangat efisien dalam penggunaan ruang  data center dari  konsumsi listrik,  sehingga dapat  mengurangi pemakain listrik yang berlebihan serta polusi lingkungan akibat pembangunan data center yangtidak efisien.
Berikut ada beberapa paket yang ditawarkan, antara lain :Cloud Server dengan biaya bulanan Rp. 2,5 juta/bulan, Cloud Hosting Rp. 7 juta/bulan, dan Cloud Storage Rp. 3 juta/bulan.
2.2 Pengembangan Elemen Cloud Computing
A. Topologi Jaringan Cloud Computing
Berbicara tentang sistem cloud computing, akan sangat membantu bila kita membaginya menjadi dua kelompok, yakni : front-end dan back-end. Keduanya terhubung melalui sebuah jaringan (Internet). Front-end terletak pada sisi pengguna atau client. Sementara backend adalah bagian "awan" dalam sistem ini (dalam diagram jaringan internet kerap digambarkan sebagai awan). Front-end mencakup komputer (atau jaringan komputer) client, dan aplikasi yang diperlukan untuk mengakses sistem cloud computing. Tidak semua sistem cloud computing memilikin interface yang sama. Untuk mengakses layanan Web 2.0 seperti email berbasis web hanya dibutuhkan web browser biasa, seperti Firefox, Internet Explorer, atau Opera.Namun, adapula sistem cloud computing yang memiliki aplikasi sendiri (proprietary) yang harusdiinstall di komputer client. Sementara itu, pada sisi backend dari sistem cloud computing terdapat beragam komputer, server, dan sistem penyimpanan data, yang kesemuanyamenciptakan "awan" bagi layanan komputasi. Secara teori, sebuah sistem cloud computing mencakup semua program komputer yang dapat Anda bayangkan, dari data processing hingga video game. Biasanya, setiap aplikasi dijalankan dan memiliki server sendiri (dedicated server). Sebuah server pusat mengatur jalannya sistem, seperti memonitor lalu lintas, dan permintaan client untuk memastikansemuanya berjalan dengan baik.Bila sebuah perusahaan cloud computing memiliki banyak client, maka kebutuhan akan ruangpenyimpanan data (storage space) pun akan membengkak. Sistem cloud tidak membutuhkan ruang penyimpanan data dua kali lebih besar dari pada kebutuhan ril untuk membuat salinan (copy) semua data client. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kehilangan data bila terjadi gangguan pada media penyimpanan utama.






Gambar 2.2.1 gambaran umum topologi Cloud Computing
Distribusi beban vertikal untuk Komputasi Awan melalui Pilihan Implementasi Multiple. Cloud computing menyediakan  perangkat  lunak sebagai  layanan  ―cadangan‖  untuk  pengguna terakhir, tapi infrastruktur yang mendasari harus cukup terukur dan kuat.dan harus fokus pada sistem          Cloud  perusahaan  skala besar  dan meneliti  bagaimana  perusahaan  dapat menggunakan service-oriented architecture (SOA) untuk menyediakan antarmuka yang efisien untuk proses bisnis. Untuk meningkatkan proses bisnis, masing-masing tingkatan SOA biasanya menyebarkan beberapa server untuk muatan distribusi dan toleransi kesalahan. Salah satu keterbatasan dari pendekatan  ini  adalah  beban yang  tidak  dapat  didistribusikan  lebih lanjut saat  semua  serverpada tingkatan /jajaran yang sama dimuat. Cloud computing terlihat untuk perhitungan dan penyimpanan data menjauh dari  end user dan ke  server yang  berlokasi  di  pusat data,  dengan demikian  mengurangi  beban  pengguna dari  penyedian aplikasi dan manajemen. Dalam  sistem  awan  enterprise, arsitektur  berorientasi  layanan  (SOA)  dapat  digunakan untuk  menyediakan  antarmuka  yang  mendasari  proses  bisnis,  yang  ditawarkan  melalui awan(cloud). SOA dapat bertindak sebagai sebuah front-end terprogram ke berbagai komponen layanan yang dibedakan sebagai individu dan pendukung server. Permintaan  yang  masuk  ke   layanan  yang  disediakan  oleh  gabungan  SOA  harus diteruskan  ke komponen yang  benar  dan  server  masing-masing, dan  seperti  routing  harus terukur untuk mendukung sejumlah besar permintaan. Dalam rangka  untuk  meningkatkan  proses  bisnis,  setiap tingkatan  dalam sistem  biasanyamenyebarkan beberapa server untuk mendistribusikan beban dan toleransi kesalahan. seperti distribusi  beban  di  beberapa server dalam tingkat yang  sama  dapat  dilihat  sebagai  distribusi beban horisontal, tampak seperti gambar berikut :








Gambar 2.2.2 Horizontal distribusi beban: beban didistribusikan di dalam server, dalam tingkat yang sama.
Salah  satu  batasan  dari distribusi  beban  horisontal  adalah  bahwa  beban tidak dapat didistribusikan  lebih lanjut  ketika  semua  server  dalam  tingkatan  tertentu  mengambil  hasil  dari kesalahan  konfigurasi  infrastruktur. dimana terlalu banyak  server yang  dikerahkan pada  satu tingkat sementara dilain pihak ada sedikit server yang dikerahkan di lain tingkatan. Sebuah  pengamatan  penting  adalah  bahwa  dalam  sistem  kompleks  SOA  multi-tier, proses bisnis tunggal sebenarnya bisa dilaksanakan oleh beberapa jalur yang berbeda melalui tingkat perhitungan dalam rangka memberikan ketahanan dan skalabilitas.
Sebuah  layanan  komposit  dapat  direpresentasikan  sebagai  tingkatan  pemanggilan  beberapa komponen  dalam  sebuah  infrastruktur  TI berbasis  SOA.  Dalam  sistem seperti  itu, kami membedakan  distribusi  beban horisontal,  dimana  beban dapat  tersebar  di  beberapa server untuk  satu  komponen  layanan,  dari  distribusi  beban vertical,  dimana  beban dapat  tersebar  di beberapa  implementasi  dari  layanan  yang  diberikan.  Gambar  berikut menggambarkan  istilah-istilah di atas.











Gambar 2.2.3 Distribusi beban vertical.
Berikut  tugas  analitik  komposit  online  dapat  direpresentasikan  sebagai  panggilan  untuk Web dan  Aplikasi  Server  (WAS)  untuk  melakukan  pra-pemrosesan  tertentu,  diikuti  dengan  sebuah panggilan dari WAS ke server database (DB) untuk mengambil data yang dibutuhkan, setelah itu WAS  meneruskan  data yang  ditetapkan  ke server analitik  khusus   untuk  tugas-tugas komputasi data mining yang mahal. Tugas komposit  memiliki beberapa implementasi di pusat data modern IT. Implementasi alternatif  dapat  memanggil  prosedur  yang  tersimpan  pada  database  untuk  menjalankan  data mining  dan  bukan  memiliki  server analitik  khusus  untuk melakukan  tugas  ini.  Implementasi alternatif menyediakan distribusi beban vertikal dengan memungkinkan penjadwalan  pekerjaan            untuk  memilih            implementasi  WAS-dan-DB  saat  analitik server tidak tersedia. Reusability  adalah  salah satu  tujuan  utama  dari  pendekatan  SOA.  Sehubungan  dengan reusability  yang  tinggi  dari  komponen aplikasi,  adalah  mungkin  untuk  menentukan  alur kerja yang  kompleks  dengan  beberapa  cara.  Namun sulit  untuk  menilai,  mana yang  merupakan penerapan yang terbaik Pada bagian  ini  diberikan  gambaran  sistem  arsitektur  dan   contoh  komputasi  awan  yang disederhanakan(seperti gambar berikut).









Gambar 2.2.4 Request routing for SOA-based enterprise computing with multiple implementation options.
di  mana  sebuah  proses  analitik  berjalan  pada  Web  dan  Aplikasi  Server  (WAS),  Database Server  (DB),  dan  Server  Analytic  khusus.  proses  analitik  dapat  diimplementasikan  oleh  salah satu dari tiga pilihan (seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas):
·         Mengeksekusi beberapa pra-pengolahan di WAS (S1) dan kemudian memiliki DB untukmenyelesaikan perhitungan analitik (S2); atau
·         Mengambil  data dari  DB  (S4) ke WAS  dan kemudian  menyelesaikan  sebagian  besar perhitungan analitik di WAS (S3); atau
·         Mengeksekusi    beberapa  pra-pengolahan  di  WAS  (S5),  dan kemudian  memiliki
DB   setelah  itu mengambil  data yang  diperlukan  (S6),  dan  akhirnya  menampilkan  AS untuk  melakukan perhitungan sisa analitik(S7). Proses analitik memerlukan tiga jenis layanan yang berbeda, yaitu layanan jenis WAS, layanan jenis DB, dan layanan jenis  AS. S1, S3, dan S5 adalah contoh dari jenis layanan WAS karena mereka  adalah  layanan  yang  diberikan/disediakan   oleh  WAS(Web  and Application Server). Demikian pula, S2, S4, dan S6 merupakan contoh dari jenis layanan DB(Database Server), dan S7 adalah turunan dari jenis layanan AS(Analytic Server). Selain itu, ada tiga jenis server: WS server (M1, M2, dan M3);  DB server (M4 dan M5), dan    AS  server  (M6).    Meskipun  server  dapat  mendukung  hal  lain dari    jenis  layanan  yang diberikan,  secara  umum  hal  ini  tidak  selalu terjadi.  Sebagai  contoh  :    setiap server  dapat mendukung  semua  contoh  jenis  layanan  perusahaan, kecuali  M2  dan  M4  adalah  server  yangkurang kuat sehingga mereka tidak dapat mendukung layanan komputasi yang mahal , S3 dan S2. Setiap server memiliki Service Level Agreement (SLA) untuk setiap contoh layanan yang mendukung, dan  SLA  ini  diterbitkan  dan  tersedia  untuk  penjadwal.  SLA  termasuk informasi seperti  beban  profil  versus waktu respon  dan  batas atas permintaan  ukuran  beban dimanaserver dapat memberikan jaminan waktu respon nya. Scheduler  bertanggung  jawab  untuk  routing  dan mengkoordinasikan  pelaksanaan  pelayanan komposit/gabungan dari satu atau lebih implementasi. Sebuah SLA yang diperoleh hanya dapat digunakan  sesuai  logika    routing. Scheduler    dapat  memperoleh  SLA  dan  logika routing  serta menangani    permintaan  routing. Atau,   Scheduler  dapat  digunakan  hanya  untuk  tujuan menurunkan  SLA  dan  logika    routing  saat  mengkonfigurasi  isi  router  ,  seperti  (Cisco System Inc), untuk kinerja tinggi dan hardware berbasis routing. Scheduler juga dapat ditingkatkan untuk melakukan tugas pemantauan yang actual dari QoS(Quality of Service)    yang  dicapai  oleh  eksekusi  alur kerja dan oleh  penyedia layanan individu.    Jika  scheduler  mengamati  kegagalan  penyedia  layanan  tertentu  untuk  QoS  yangdipublikasikan, dapat  menghitung  kembali  kelayakan  dari  QoS  dan  logika  routing  sesuai kebutuhan/permintaan yang dapat  beradaptasi dengan lingkungan runtime.
B. Perangkat Lunak Cloud Computing
OpenStack, perangkat lunak Cloud Computing Open Source.
OpenStack merupakan open source cloud computing software untuk membangun infrastruktur cloud yang reliabel dimana baru saja dipublikasikan beberapa hari lalu yaitu pada tanggal 19 Juli 2010. Tujuan OpenStack adalah untuk memungkinkan setiap organisasi atau perusahaan untuk membuat dan menyediakan layanan cloud computing dengan menggunakan perangkat lunak open source yang berjalan diatas perankat keras yang standar. 
Terdapat  dua jenis OpenStack,  yaitu OpenStack  Compute dan  OpenStack  Storage. OpenStack Compute adalah perangkat lunak untuk melakukan otomasi saat membuat ataupun mengelola virtual  private server (VPS)  dalam  jumlah besar.  Sedangkan OpenStack  Storage adalah perangkat lunak untuk membuat object storage yang bersifat  scalable serta redundantdengan menggunakan cluster untuk menyimpan data data dalam ukuran terabytes atau bahkan petabytes. Seluruh kode OpenStack  berada dibawah  lisensi  Apache  2.0.  Sehingga memungkinkan siapapun  untuk menjalankan,  membangun  perangkat  lunak  lain diatas perangkat  lunak OpenStack atau mengirimkan perubahaan kode entah sebagai patch atau fitur baru.
OpenStack  saat  ini  telah  digunakan  perusahaan  besar hosting  seperti  Rackspace Hosting dan NASA. Mereka menggunakan teknologi OpenStack untuk mengelola puluhan ribu compute instance dan storage dalam ukuran petabytes. Amazon Elastic Compute Cloud (EC2). Amazon telah memberikan solusi universal dan komprehensif yang populer untuk Cloud Computing, yang disebut Amazon Elastic Compute Cloud (EC2) (2010). Solusi ini dirilis sebagai versi beta‖ umum yang terbatas pada tanggal 25 Agustus 2006, tetapi tumbuh pesat di tahun-tahun berikutnya. EC2 menyediakan banyak fitur yang berguna bagi pelanggan, termasuk sistem penagihan yang terencana dan biaya untuk komputasi yang murah pada tingkat yang sangat mantap (penggunaan memori, penggunaan CPU, transfer data, dll), penyebaran antara beberapa lokasi, elastis alamat IP, infrastruktur yang ada sambungan ke pelanggan melalui Virtual Private Network (VPN), jasa pemantauan oleh Amazon CloudWatch, dan load balancing elastis. Amazon‘s EC2 provides virtual machine based computation environments. EC2 menggunakan hypervisor Xen (2010) untuk mengelola Amazon Mesin Gambar (AMI). AMI (Amazon EC2, 2010) adalah "gambar terenkripsi mesin yang berisi semua informasi yang diperlukan untuk perangkat lunak yang kita pakai ". Dengan menggunakan interface layanan web sederhana, pengguna dapat memulai, menjalankan, memonitor dan menghentikan kasus mereka seperti ditunjukkan pada Gambar di bawah ini.








Gambar 2.2.5 Selain itu mereka dapat dengan cepat menambahkan satu fitur seperti yang
disebutkan di atas untuk konfigurasi sesuai dengan apa yang pengguna inginkan.

GoGrid.
GoGrid memiliki karakteristik umum dengan Amazon di area klasik komputasi awan, dalam hal ini mendukung beberapa sistem operasi melalui gambaran manajemen sendiri, dan mendukungdalam hal menyeimbangkan beban, penyimpanan awan, dan sebagainya. Selain itu, GoGrid menyediakan pelanggan dengan antarmuka web yang user-friendly service, mudah dimengerti demonstrasi video, dan sistem penagihan yang ketat tapi tidak mahal. Jadi baik  EC2  dan GoGrid, kedua-nya menyediakan  fitur  dasar  dan  umum dari  Cloud Computing. Perbedaan  antara layanan yang mereka (EC2 dan GoGrid) berikan terutama berasal dari model bisnis mereka masing-masing. Sebagai  contoh, GoGrid menyediakan awan(Cloud)  bebas dan penyimpanan yang spesifik, sedikit berbeda dari Amazon. GoGrid  juga  menyediakan  Hybrid  Hosting, yang  merupakan  fitur  pembeda. Banyak aplikasi namun tidak dapat berjalan dengan baik di lingkungan server yang murni multi-tenant. Performa Database lebih baik  pada  dedicated  server,  dimana EC2 dan GoGrid  tidak  perlu bersaing untuk input / output sumber daya, situasi ini mirip dengan aplikasi web server. GoGrid menyediakan aplikasi-aplikasi  khusus dengan dedicated server yang  memiliki  jaminan keamanan yang tinggi.
Amazon Simple Storage Service (S3).
Amazon  Simple Storage  Service (2010)  (S3)  adalah  layanan web  penyimpanan online  yang ditawarkan  oleh  Amazon  Web Services. S3 dapat diakses  pengguna  melalui  layanan  web, REST-style interface HTTP, atau dengan melibatkan antarmuka SOAP. Seperti halnya layanan komputasi awan lainnya, pengguna dapat meminta penyimpanan dalam jumlah kecil atau besar dengan cepat, serta menyediakan sistem penyimpanan sangat terukur.  Amazon S3 mengatur ruang penyimpanan ke dalam banyak kotak, dengan setiap kotak diberi  namespace  yang pada umunya unik dengan maksud  untuk membantu  menemukan alamat data,  mengidentifikasi user account untuk pembayaran, dan mengumpulkan informasi penggunaan.  Amazon  S3  berurusan  dengan  semua  jenis  data  sebagai  obyek. Sebuah objek dapat  diakses  melalui URL yang  terdiri dari kunci dan versi ID  dengan  namespace sebagai awalan. Pengguna Amazon S3 tersebar di banyak bidang, misalnya, SmugMug, Slideshare dan Twitter. Twitter menggunakan Amazon S3 untuk host images, Apache Hadoop menggunakan S3 untuk menyimpan data komputasi, dan utilitas sinkronisasi online seperti Dropbox dan Ubuntu  Onegunakan Amazon S3 sebagai tempat penyimpanan dan fasilitas transfer.
Rackspace Cloud.
Rackspace  Awan  awalnya  diluncurkan  pada  tanggal  4  Maret  2006  dengan  nama  "Mosso". Dalam tiga tahun berikutnya, ia(Raskspace Cloud) telah mengubah namanya dari "Mosso LLC" menjadi  "Mosso:  The Hosting Cloud",  dan akhirnya menjadi  "Rackspace Cloud" pada  tanggal 17 Juni 2009. Perusahaan  ini  menyediakan  layanan  termasuk cloud server, cloud file, dan cloud site.  Cloud file  service  adalah  layanan  penyimpanan  awan(cloud)  yang menyediakan penyimpanan  online  yang  tak  terbatas dan  Jaringan  Pengiriman  Konten  untuk  media  secara komputasi  utilitas.  Selain control  panel  online,  perusahaan  ini  menyediakan  layanan API(Application Programming Interface) yang  dapat  diakses melalui Application Programming Interface yang aman dengan kode klien open source.
Rackspace memecahkan masalah  keamanan  dengan  mereplikasi  tiga salinan penuh data di beberapa komputer  pada  beberapa zona, dengan setiap  tindakan yang dilindungi oleh SSL(Secure Socket Layer).
Google App Engine.
Google App Engine (GAE) tujuan utama adalah untuk mengefisienkan pengguna menjalankan aplikasi web. Seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.






Gambar 2.2.6 Arsitektur dari Google App Engine
Google App  Engine  mempertahankan  Python dan  lingkungan  runtime  Java  pada  server aplikasi,  bersama dengan  beberapa        Application Programming  Interface  sederhana  untuk mengakses layanan Google. Selanjutnya menyebar permintaan  HTTP  dengan load balancing  dan routing  strategi yang  didasarkan  pada  Contents(isi).  Runtime  sistem  yang  berjalan  pada  aplikasi  server  yangideal  dengan  pengolahan  logika  aplikasi  dan  menyediakan  konten  web  dinamis, sedangkan halaman statis dilayani bersama oleh infrastruktur Google. Untuk  memisahkan  data terus-menerus dari  server aplikasi, GAE (Google App  Engine) menempatkan data ke dalam Datastore dari sistem file lokal. Aplikasi dapat mengintegrasikan layanan data dan Google  App  Layanan  lainnya, seperti email, penyimpanan foto  dan sebagainya  melalui  API  (Application Programming  Interface)  yang  disediakan  oleh  GAE  (Google App Engine). Selain layanan, Google juga menyediakan beberapa tool untuk  pengembang dalam hal ini membantu mereka  (pengembang)  membangun aplikasi  web  dengan  mudah di  GAE (Google App Engine). Namun, sejak mereka (pengembang) erat terhubung ke infrastruktur Google, ada beberapa pembatasan yang membatasi fungsionalitas dan portabilitas dari aplikasi.
Microsoft Azure.
Strategi awan  Microsoft adalah untuk membangun sebuah platform awan yang  mana  pengguna  dapat  memindahkan  aplikasi  mereka  ke dalam  cara yang  sempurna,  dan memastikan  bahwa  sumber  daya  yang  dikelola  dapat  diakses  untuk  kedua  layanan  awan tersebut  pada aplikasi lokal. Untuk  mencapai  ini, Microsoft  memperkenalkan  Windows  Azure  Platform  (WAP),  yang terdiri  dari  sistem  operasi  Awan(Cloud)  yang  bernama Windows  Azure,  dan satu set  layanan pendukung, seperti ditunjukan pada gambar berikut.








Gambar 2.2.7 Arsitektur dari platform Windows Azure

Windows  Azure  adalah  bagian  utama  dari  WAP(Wireless  Application Protocol).  WAP adalah sebuah            protokol  atau sebuah  teknik  messaging  service  yang  memungkinkan  sebuah telepon genggam  digital  atau  terminal  mobile  yang  mempunyai  fasilitas WAP,  melihat/membaca isi sebuah situs di internet dalam sebuah format teks khusus. Ini  mempekerjakan  mesin  virtual  sebagai  lingkungan  runtime  nya.  Penawaran Aplikasi  dalam  awan Microsoft dibagi menjadi dua jenis: instansi peran Web, yang dapat melayani permintaan web melalui layanan informasi internet; dan instansi peran pekerja, yang hanya dapat menerima pesan  dari  instansi  peran  Web lain atau aplikasi  lokal.  Windows Azure mempekerjakan "controller kain" untuk mengelola semua mesin virtual dan server penyimpanan pada mesin fisik di pusat data Microsoft.
Windows  Azure  menggunakan  sebuah pengendali  kontrol  untuk  mengelola  semua mesin virtual dan server penyimpanan pada mesin fisik di pusat data Microsoft. Serupa dengan Datastore  di  GAE(Google Application Engine),WAP(Wireless Application Protocol)  juga menyediakan  layanan  database  yang disebut  SQL  Azure, untuk  menyimpan  data  di awan(cloud). Salah satu fitur dari SQL Azure adalah menyediakan alat untuk sinkronisasi data dilokasi lokal. Layanan  infrastruktur  didukung  oleh WAP  melalui  layanan  .NET  yang  saat  ini  include  dengan kontrol akses dan layanan ekspos. Keduanya tersedia untuk layanan Cloud dan layanan lokal.
Berikut ini ada 11 top open-source cloud application yang diambil dari GigaOm untuk keperluan pelayanan, pendidikan, support, general item of interest, dan lainya.
1.  Eucalyptus.  Ostatic  menggemparkan  berita  dimana UC  Santa Barbara membuat  sebuah open-source cloud project tahun  kemarin.  Dikeluarkan sebagai  open-source (dengan menggunakan lisensi FreeBSD-style) Eucalyptus dapat digunakan untuk infrastruktur cloud computing dalam cluster yang dapat menduplikasi fungsionalitas Amazon EC2, Eucalyptussecara langsung  menggunakan  command-line  tool  dari  Amazon.  Sebagai  langkah  awal Eucalyptus System  terlebih dahulu membuat  venture funding,  untuk membiayai  staff termasuk  arsitek dari  Eucalyptus project.  Baru baru ini  mereka  mengeluarkan  update software framework  nya, yang  juga dilengkapi  dengan  fitur cloud computing  yang  akan digunakan pada Linux Ubuntu versi terbaru.
2.  Red  Hat's  Cloud. Salah satu  pemain open-source terlama  Red  Hat  memang telah memfokuskan  diri  pada  cloud computing.  Pada akhir  juli  kemarin, Red  Hat membuka sebuah Open Source Cloud Computing Forum, yang berisi banyak persentasi mengenai ide perpindahan  dari  open-source untuk  mengikuti  teknologi  cloud. Anda  dapat  mengikuti semua free  webcast dari  semua persentasi  Redhat.  Pembicaranya Rich Wolski  (CTO dari Eucalyptus Systems),  Brian  Stevens (CTO dari Red  Hat),  dan juga Mike Olson (CEO  dari Cloudera).  Steven  akan membawa anda  mengenai  strategi  Red  Hat terhadap cloudcomputing. Novell  juga  open  source sedang mencoba untuk  memfokuskan  ke  cloud computing, anda juga dapat membaca strategi mereka disini.
3.  Traffic  Server.  Yahoo  kali  ini  berpindah  ke  open-source  untuk memberikan  inisiatif untukmewujudkan cloud computing dengan memberikan donasi ke produk Traffic Server kepada Apache Software Foundation. Traffic Server adalah sebuah sistem yang digunakan secara in-house  oleh  Yahoo  untuk  mengatur  traffic mereka sendiri,  dengan  ini  mereka  dapat mengatur session management, authentication, configuration management, load balancing, dan juga routing  untuk  semua cloud computing  software stack.  Dengan kata lain Traffic Server memberikan  kemudahan  bagi  para IT  administrator untuk  mengalokasikan  sumber daya, termasuk didalamnya menghandle ratusan dari virtualized services secara online.
4.  Cloudera. Sebuah open-source Hadoop software framework yang saat ini mulai banyak di gunakan pada cloud computing deployment karena fleksibilitas nya yang tinggi dan menggunakan cluster-based, data-intensive queries tools ini jadi banyak disukai. Tentu saja ini terlewat oleh Apache Software Foundation, dan Yahoo juga memiliki time-tested Hadoop distribution sendiri. Cloudera nampaknya saat ini menjajikan untuk tahap awal  yangmemberikan support komersil untuk Hadoop. anda dapat membaca tentan Cloudera disini.
5.  Puppet.  Adalah  sebuah teknolosi  Virtual  server yang  dapat  di  implemetasikan  pada cloud computing, dan juga dapat digunakan sebagai Reductive Lab open-source software (kurang faham maksudnya apa), software ini dibangun dengan menggunakan Cfengine system, dan hebatnya banyak  system  administrator yang  memanfaatkan  software  ini.  Anda dapat dengan  mudah  mengatur berapapun  jumlah  virtual  machine  dan dapat  melakukan automated routine, tampa harus melakukan complex scripting.
6.  Enomaly. Adalah Elastic Computing Platform (ECP) yang merupakan akar dari Enomalism open-source provisioning and management software, teknologi ini di desain untuk mengatur kompleksitas dari  implementasi  infrastruktur  cloud. ECP  adalah  sebuah  programmable virtual cloud computing infrastructure untuk ukuran kecil, sedang dan juga enterprise besar dan anda dapat membaca lebih detail disini.
7.  Joyent. Adalah sebuah software yang didirikan pada Januari awal tahun ini, yang memulai open-source cloud dengan memanfaatkan  JavaScript dan Git. Infrastruktur Joyent  cloud hosting dan cloud management software membuka banyak open-source tools untuk public dan private cloud. Perusahaan  ini  juga membantu mengoptimasi  kecepatan implementasi dari open-source MySQL database untuk penggunaan cloud use
8.  Zoho. Banyak orang mengenal Zoho sebagai free, online application, yang menjadi pesaing dari  Google Docs. Yang terpenting  untuk  diketahui  adalah  bawasanya Zoho  core adalah betul  betul  open  source — sebuah contoh  bagaimaa  solusi  SaaS  dapat  bekerja secara harmonis dengan  open source. Anda dapat menemukan  bagaimana Zoho mengimplementasikan open-source tool melalui interview mereka.
9.  Globus Nimbus.  Open-source toolkit  ini  mampu merubah  bisnis anda  dari  infrastruktur cluster  menjadi  Infrastructure-as-a-Service (IaaS)  cloud. Amazon  EC2 interface  digunakan sepenuhnya namun ini bukan hanya sebuah interface yang dapat anda manfaatkan.
10. Reservoir.  Adalah  sebuah inisiatif  dari  European research untuk  mengembangkan virtualized  infrastructure and cloud computing.  Akhirnya membawa mereka untukmengembangkan teknologi  open-source untuk cloud computing,  dan  membantu para pengguna bisnis untuk menghemat biaya IT.
11. OpenNebula. OpenNebula VM Manager adalah sebuah komponen dasasr dari Reservoir. Ia adalah  sebuah jawaban open-source untuk berbagai  macam  jenis  virtual  machine management yang banyak di gunakan secara proprietary, Interface nya pun dapat dengan mudah dipahami  dengan cloud infrastructure tools and services. "OpenNebula adalah sebuah open-source virtual infrastructure engine yang akan memberikan anda implementasi dan re-placement  dari  virtual  machines pada  physical  resources,"  menurut project  lead mereka.
Nampaknya banyak open-source tools sudah mulai berkompetisi dalam dunia cloud computing. Hasil akhir dari ini tentu saja nantinya kita akan menemukan fleksibilitas dari organisasi untukmengkostumasi  pendekatan yang  mereka inginkan.  Open-source cloud akan  memberikan potensi akan harga yang sangat kompetitif untuk mendapatkan service cloud..
C. Manajemen Pengelolaan Cloud Computing
Secara teori, sumber  daya  awan-berbasis  layanan  tidak  harus  berbeda  dari  sumber daya  di lingkungan dimana kita berada. Idealnya, Anda memiliki pandangan yang lengkap dari sumber daya yang  Anda  gunakan  saat  ini  atau  mungkin ingin  menggunakan  di  masa  depan,  namun untuk  mencapai  ini  bukan  merupakan  sesuatu  yang  mudah.  Dalam  lingkungan  awan(cloud) kebanyakan, pelanggan hanya dapat mengakses layanan, yang berhak mereka gunakan.
Tiga aspek manajemen sumber daya awan(Cloud Computing):
keamanan TI
Kinerja manajemen
Provisioning
Kinerja Manajemen.
Manajemen  kinerja  adalah  tentang  bagaimana  layanan  perangkat  lunak  berjalan  efektif  di dalam  lingkungan  sendiri(PC  sendiri)  ataupun melalui  awan(Cloud).  Jika  Anda  mulai  dapat terhubung dengan perangkat lunak yang berjalan di pusat data, lalu Anda sendiri langsung ke perangkat lunak  yang  berjalan  di  awan(Cloud), kemungkinan besar Anda  akan  ada  potensi kemacetan pada titik koneksi.
Jasa manajemen
Jasa manajemen dalam konteks ini mencakup semua kegiatan operasi data centre .  Disiplin yang  luas ini  mempertimbangkan  teknik  yang diperlukan  dalam manajemen  Cloud Computing dan alat untuk mengelola jasa/layanan oleh penyedia awan(Cloud) dan data internal manajer pusat di lingkungan ini, hal –hal yang diperlukan antara lain :
Fisik
TI
Virtual
Layanan manajemen mencakup berbagai disiplin, yaitu :
·         Konfigurasi manajemen
·          Aset Manajemen
·         Jaringan manajemen
·         Kapasitas perencanaan
·         Analisis akar penyebab
·         Beban Kerja manajemen
·         Patch dan memperbarui manajemen

Namun Kenyataannya adalah  bahwa            cloud  itu  sendiri  adalah  sebuah platform  manajemen layanan.  Oleh  karena itu, portofolio layanan  cloud    dirancang  dengan baik  termasuk integrasi ketat dari kemampuan layanan manajemen inti dan antarmuka yang terdefinisi dengan baik.
Mengelola beban kerja di Awan ( cloud ) 
Bagaimana Anda mengatur Teknologi ini (cloud)? Persyaratan dasar adalah bahwa beban kerja perlu  untuk  diorganisir.Beban  kerja  adalah  sebuah  layanan  independen  atau  kumpulan  kode yang dapat dieksekusi.
Oleh karena itu, beban kerja tidak perlu  bergantung pada unsur luar. Beban kerja bisa menjadi sebuah aplikasi kecil atau lengkap. Dimana kita harus dapat menyeimbangkan dua hal:
Aplikasi atau komponen yang berjalan di awan(cloud)
Kebutuhan bisnis untuk melakukan perkiraan /estimasi kebutuhan bisnis, terutama saat beban puncak.

Organisasi harus secara aktif mengelola beban kerja sehingga mereka tahu
Bagaimana aplikasi mereka berjalan
Apa yang mereka lakukan
Berapa banyak departemen individu atau UKM harus dikenakan biaya untuk setiap
  penggunaan layanan Cloud Computing
Setiap provider  layanan Cloud Computing  dalam menjalankan  jasa  bisnis-nya membutuhkan  suatu perencanaan untuk  beban  kerja mereka, bahkan  ketika perusahaan layanan tersebut sedang menggunakan operator eksternal Cloud. Manajemen perlu memahami jenis beban kerja mereka untuk ditempatkan di Cloud. Beban  kerja  bisa menjadi  segalanya dari  data  intensive  untuk penyimpanan  beban kerja  atau proses transaksi beban kerja.
Hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen pengolahan Cloud Computing adalah Mendeklarasikan Jenis Data‖, jumlah data yang tersedia untuk digunakan Perusahaan yang menggunakan layanan Cloud sangatlah banyak dan sifat datanya berubah, meliputi :
·         Keragaman data meningkat
Data dalam Cloud Computing menjadi lebih beragam, selain data ―tradisional‖ terstruktur (pendapatan, nama dan sebagainya) termasuk email, gambar, blog dan lain-lain.
·         Jumlah data meningkat
Coba pikirkan  berapa  banyak  pengelolaan video You  Tube atau  dapat  menangani  semua gambar.  Bahkan  dalam  pemakaian  data tradisional,  bidang,  organisasi  yang  memakai  data tersebut jumlah agregatnya mulai besar.
·         Latency  persyaratan  menjadi  lebih menuntut.  Perusahaan-perusahaan  semakin menuntut latency yang lebih rendah (misalnya, waktu untuk mendapatkan data  dari satu titik ke titik lainnya) untuk banyak aplikasi. 
Dengan demikian  Cloud dapat :
·         Menyediakan  sumber  daya untuk  mengakses permintaan  data dengan harga yang  jauh lebih rendah.
·         Mendukung  bisnis dalam penggunaan data  secara kolaboratif  (  seluruh karyawan, pelanggan dan mitra bisnis.

Penyelengara Jasa Cloud
Dalam penyelengaraan jasa Cloud Computing, Perusahaan yang menyelengarakan teknologi ini sudah seharusnya bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan:
·         Layanan Cloud seperti apakah yang user mau dari penyedia layanan Cloud?
·         Bagaimana kita tahu apakah kinerja dari Cloud Computing yang diberikan atau ditawarkan kepada user berada pada tingkat yang tepat?
·         Bagaimana kita bisa menilai apakah data yang telah dihapus benar-benar hilang?
Mengelola biaya IT
Semua  departemen  IT  memonitor  biaya, tetapi  hanya sedikit  dari  mereka  yang memantau dalam hal aset kinerja - keharusan untuk mengoptimalkan hasil investasi baik untuk hardware dan software. Hal  ini  mungkin berubah  dengan  munculnya layanan Cloud, tidak seperti  model  lisensi tradisional, proposisi Cloud di dasarkan pada pengaturan sewa.
Anda harus membandingkan dua model biaya :
a)  Beban usaha (membayar per bulan, per pengguna untuk setiap layanan) 
b)  Modal investasi (membayar biaya beli ditambah pemeliharaan tahunan untuk perangkat lunak yang berada dalam organisasi Anda - sebagai pengguna).
Ada beberapa hal  yang  harus dipertimbangkan user sebagai pengguna layanan  Cloud Computing, terkait manajemen pengelolaan Cloud:
·         Apakah vendor bersedia untuk memecahkan masalah Anda(user) ?
·         Seberapa efektif penyedia dalam mengelola lingkungan mereka sendiri ?
·         Apakah vendor menyediakan layanan berulang ?
·         Bagaimana vendor menangani sebuah outage ?
·         Apa pengalaman vendor dalam menangani masalah pelanggan ? 


Pengantar Manajemen Penyimpanan.
Salah  satu tren  komputasi  terbesar dalam  komunitas bisnis adalah  konsep  jaringan komputasi  awan.  Ketika  tenaga  teknis  dan  manajemen  menggunakan  istilah  "awan,"  mereka berbicara mengenai solusi jaringan berbasis internet. Desain  adalah  memberikan  layanan  on  demand  ke  pengguna akhir,  tanpa  mengharuskan mereka untuk memiliki keahlian teknis untuk mendukung layanan tersebut. arsitektur  lingkungan  komputasi  awan  agak  sederhana  secara keseluruhan,  meskipun komponen  individu  mungkin  sangat  kompleks.  Ini  terdiri  dari  tiga  bagian  yang  berbeda. Infrastruktur IT adalah data center, di mana informasi klien diproses dan disimpan.  Sisi  lain dari  arsitektur  awan    adalah  lingkungan  klien. Antara keduanya adalah  awan(cloud): satu set kontrol untuk melindungi, mengelola, dan mendistribusikan akses dari lingkungan klien ke infrastruktur TI. Bagaimana tiga bagian yang dibangun didasarkan pada kebijakan, prosedur, dan perangkat keras yang digunakan oleh pihak administrasian. Tidak  peduli  bagaimana lingkungan  komputasi  awan  terlihat,  konsep  ini  adalah  untukmemberikan  kemampuan IT  "sebagai  layanan."  Dimana Layanan-layanan tersebut  dapat berupa aplikasi web yang dapat diakses, manajemen file, dan penyimpanan data. Dari semua layanan ini, yang terbesar dan paling populer adalah manajemen penyimpanan. Untuk kebanyakan bisnis, penyimpanan adalah yang paling penting dan paling mahal sumber daya IT dalam infrastruktur  mereka. Sayangnya, tenaga ahli yang bertugas untuk manajemen penyimpanan tidak konsisten dengan kebutuhan yang diperlukan. Manajemen Penyimpanan adalah kemampuan untuk menyimpan dan  mengatur  file  dan  data pada  jaringan.  Perangkat  lunak  yang digunakan untuk memastikan  kemampuan  ini  disebut Storage Resource Management (SRM). perhatian utama untuk manajemen penyimpanan adalah kapasitas, penggunaan, kebijakan dan manajemen  peristiwa‖.  Dalam penyimpanan komputasi  awan,  tujuannya adalah  kemampuan berpikir Internet untuk  mengakses penyimpanan. Berbicara mengenai  manajemen  pengolahan  Cloud Computing,  secara  otomatis kita akan membahas juga tentang manajemen keamanan pada Cloud Computing ditinjau dari orangatau individu. Salah satu  tindakan  yang  paling  penting  bagi  tim  keamanan  adalah  untuk  mengembangkan sebuah penyewaan formal bagi organisasi keamanan dan program. Ini akan menumbuhkan visi bersama  antara  tim  yang  menuju pada  suatu  pengharapan  bersama  mengenai  jaminan keamanan    data yang diatur  secara baik  dan  benar  demi  berlangsungnya proses pengolahan data dengan  manajemen yang  baik  di  dalam  layanan Cloud. Penyewaan harus diselaraskan dengan rencana strategis organisasi atau perusahaan tersebut bekerja untuk tim keamanan.  Kurangnya peran  dan tanggung  jawab  yang  jelas, dan kesepakatan tentang  harapan,  dapat mengakibatkan kehilangan dan kerancuan antara tim keamanan tentang apa yang diharapkan dari  mereka, bagaimana  ketrampilan  / kemampuan  mereka  dan pengalaman  yang  bertambahdan memenuhi tujuan kinerja mereka.
D.  Sumber Daya Manusia Cloud Computing
Memahami pemain dalam lingkungan komputasi awan adalah hal yang penting  untuk lebihmemahami cara kerja yang lebih dalam dari penyedia  platform, untuk kelangsungan bisnis atau individu.
Berikut  ini  adalah  sumber  daya manusia yang  terlibat  dalam Komputasi  Awan  (Cloud
Computing) :
·         Subscribers (Pelanggan).
Kelompok  ini  terdiri  dari  pebisnis  yang    menggunakan  penawaran  platform-as-a-service untuk  mengembangkan  dan  menyebarkan  aplikasi  mereka.  Dimana mereka mencari penawaran Cloud yang tepat untuk menjalankan usaha mereka, sehingga mempermudah mereka dalam berbisnis,  menekan  biaya usaha,  efisien  waktu  dapat  mereka peroleh dengan menggunakan penawaran ini.
·         Publishers (Penerbit).
Ketika pelanggan mulai menggunakan suatu penawaran,  mereka sering memiliki akses ke katalog  global  dari  aplikasi  yang  diterbitkan,  alat-alat,  prasarana,  dan  platform  yang meningkatkan  atau  memperluas  penawaran  asli.  item  yang  ditemukan  di  katalog disediakan oleh penerbit. Dalam dunia bisnis, perusahaan dapat berlangganan ke layanan ini, sementara para pengembang mempublikasikan  layanan tersebut.
·         Operator Pusat Data (Data Center Operators).
Se-golongan dengan penerbit (dan yang utama untuk menawarkan) adalah operator pusat data yang menyediakan server, penyimpanan, dan konektivitas jaringan untuk platform.
·         Vendor untuk layanan Web Terpadu (Vendors for Integrated Web Services).
Berbagai layanan yang tersedia di Internet, banyak yang mungkin tidak disertakan dalam katalog global karena layanan tersebut diasumsikan atau karena popularitas mereka atau karena pelayanan yang belum dipublikasikan ke dalam catalog.
·         Penyedia Jasa OutSource (Providers for Outsourced Services).
Selain operator pusat data yang mendukung infrastruktur aplikasi, beberapa kegiatan lain untuk  mengembangkan  dan mengelola  aplikasi  dapat  dikelola  oleh  sumber daya  lain,biasanya melalui outsourcing pekerjaan.
·         Klien (Clients).
Klien adalah pengguna internet yang dapat mengakses sumber daya yang diterbitkan.
Sponsor Cloud (Awan)
adalah Pelanggan. Sebagian besar percakapan ditemukan di media adalah berbicara tentang manfaat komputasi awan dan penawaran platform-as-a-service. Keuntungan yang ditemukan berkisar dari pengurangan biaya dengan  kemampuan  aplikasi yang  memiliki  konektivitas  yang  lebih baik.  Cloud  computing  pasti memiliki banyak manfaat yang tersedia bagi orang-orang yang mengambil keuntungan dari itu. Yang menjadi pelanggan seringkali  diwajibkan  untuk  mengakses layanan utilitis berbasis komputasi. Dalam berlangganan perlu terlebih dahulu melakukan    Pendaftaran,  dan dalam  proses pendaftaran memerlukan  biaya pendaftaran  dari pihak-pihak yang ingin berlangganan. Pihak-pihak tersebut mungkin dari perorangan untuk platform sosial, atau untuk usaha kecil dan menegah, Web 2.0 dan perusahaan SaaS, dan perusahaan besar untuk platform lainnya.
Kebanyakan  pelanggan  mencari  utilitas  berbasis  platform  untuk  meringankan  beban pemilik dan mengelola server, pusat data, jaringan, atau apapun yang terkait dengan penunjang infrastruktur komputasi. Dengan berlangganan mereka dapat menyebarkan aplikasi, mendapatkan  skala aplikasi secara dinamis, atau  memberikan  hak akses ke aplikasi dari seluruh dunia. Mereka dapat menggunakan platform ini secara permanen atau untuk menutup beban kerja yang berlebihan atau proyek tertentu secara temporer. Karena pelanggan memiliki  tanggung jawab untuk melakukan pembayaran atas penggunaan platform, mereka biasanya  memiliki tujuan bisnis yang spesifik dan memenuhi tujuan tersebut. Platform  yang  mereka pilih harus mampu memenuhi  tujuan bersama mereka,  baik  jangka pendek maupun  jangka panjang dengan pengurangan biaya yang disediakan oleh langganan platform-as-a-service mereka. Tujuan ini  berkisar, menyadari manfaat  dari  fleksibilitas dan skalabilitas  dari  komputasi  awan  untuk  mendapatkan  kepemimpinan  pasar  melalui  konsep global positioning di Internet.
Pelanggan  bergantung  pada  penerbit  untuk memastikan  bahwa  layanan  yang  dibeli dimanfaatkan  secara efektif  dan efisien,  dan   apapun yang  digunakan  klien  dipublikasikan  di platform. Dalam banyak kasus pelanggan memiliki akses ke segala sesuatu yang diterbitkan di dalam platform Cloud.
Pembuatan Cloud : Penerbit.
Penerbit membuat kompilasi dari vendor untuk perangkat lunak independen, peralatan virtual,infrastruktur, platform, dan peralatan. vendor dapat mempublikasikan peralatan, arsitektur siap pakai dan aplikasi. Apapun yang dibuat vendor ditemukan dalam sebuah katalog global. Setiap platform-as-a-service memiliki  katalog  global  mereka sendiri,  meskipun  beberapa item  seperti Web API(Application Programming Interface) dan plug-in pada umunya dapat ditemukan dalam beberapa katalog.  Penerbit  dapat  menentukan  pelanggan  mana yang  memiliki  akses ke item yang di  publikasikan  dan berapa harga-nya. ini  pasti  bermanfaat  bagi  platform  sosial  yang dibangun  berdasarkan  kontribusi  berbagai  penerbit.  Untuk  platform  yang fokus pada  aplikasi bisnis,  penerbit  dapat  membagi  kode aplikasi  dengan  penerbit  lain atau  menyediakan  produkjadi kepada klien.  Mayoritas penerbit adalah pengembang aplikasi. Mereka bisa membangun aplikasi yangmendukung pelanggan tertentu, untuk  digunakan oleh  pelanggan  lain,  untuk  digunakan  oleh pengembang  lain dalam rangka  meningkatkan atau memperluas aplikasi  mereka untukpenerbitan,  atau untuk  pelanggan  komersial.  Aplikasi  mereka mungkin  gratis atau ber-bayar.Dalam beberapa platform seperti Second Life, biaya tersebut mungkin biaya virtual yang hanya berlaku di dalam platform tersebut. Jenis lain dari penerbit dapat ditemukan di dalam Internet. Vendor alat perangkat keras  dapat membuat perangkat lunak virtual setara dengan peralatan mereka, seperti firewall, load balancers, peralatan  keamanan  dan  sejenisnya.  Vendor  dari  platform  dan  middleware mempublikasikan paket perangkat lunak yang siap digunakan tanpa instalisasi atau konfigurasi yang canggih. Bahkan semua arsitektur dapat ditemukan di internet dan diumumkan oleh para ahli professional. Penerbit  mengandalakan operator  pusat  data untuk  mempertahankan  sebuah platform  yanghandal,  terukur  dan  aman  serta  memelihara  katalog  global.  Klien  dan pelanggan  yangmenggunakan  produk  yang  diterbitkan  penerbit  memberikan  umpan balik  langsung  pada  nilai produk mereka.bagi banyak penerbit umpan balik ini mungkin dalam bentuk pendapatan. Untukproduk yang gratis, umpan balik mungkin dalam hal popularitas. Setiap aplikasi, alat, layanan, atau bahkan situs Web ditemukan di Internet dan disampaikan oleh penerbit. Tanpa penerbit, World Wide Web tidak akan ada.
Pendukung Cloud Computing : Operator Pusat Data.
Setiap  menawarkan  utilitas  yang  berbasis  sekelompok  individu  untuk  memastikan  bahwa infrastruktur  yang  mendukung  penawaran  berfungsi  seperti  yang  diharapkan  dan  menangani masalah  tak terduga  yang  mungkin  timbul.  Kegiatan  ini  adalah  inti dari  apa yang  disebutmanajemen data center dan orang yang mendukung proses ini adalah operator pusat data. Kelompok  ini  sebagian  besar transparan  untuk  operasi.  Perwakilan  Dukungan  pelanggan mungkin tersedia untuk pertanyaan dan pelaporan masalah.  Namun orang-orang  ini  adalah bagian kecil dari operator pusat data. Mayoritas kelompok ini memiliki tanggung jawab langsung terikat  pada  pemeliharaan  server, perangkat  penyimpanan, koneksi  jaringan, perangkat  lunak dan alat-alat.
Operator  pusat Data adalah bentuk  khusus dari  penerbit:  apa  yang  mereka terbitkan adalah  infrastruktur  yang  besar  untuk  menangani  hosting,  mengatur  layanan, pusat data perusahaan, serta layanan lainnya. Sebagai penerbit, mereka menentukan harga untuk sumber daya yang  mereka sediakan , siapa yang  dapat menggunakan  sumber daya tersebut,  dan dalam beberapa kasus bagaimana sumber daya tersebut akan digunakan.
Tujuan dari  operator  pusat data  adalah  untuk mempertahankan keandalan, ketersediaan,  dan keamanan infrastruktur. Sejak infrastruktur Cloud sebagian besar adalah virtualisasi operator ini bertanggung jawab untuk menerapkan  dan memelihara setiap kontrol  virtual  yang  diperlukan. Mereka mengatur konfigurasi dan kontrol otomatisasi untuk memungkinkan sejumlah fitur jaringan dari keseimbangan beban kerja, replikasi, dan penyimpanan cadangan.
Operator pusat data bergantung pada orang dan bisnis yang menggunakan infrastruktur. Beberapa layanan utilitas sudah banyak yang menggunakannya disamping bisnis utama mereka. Provider seperti Amazon.com, IBM, EMC2, dan Google memiliki bisnis inti yang berhasil sebelum menawarkan layanan utilitas. 
Vendor untuk Integrated Services Web.
Layanan Web yang diintegrasikan ke dalam penawaran platform dapat bermanfaat bagi semua pelanggan.  Biasanya layanan  web  ini    tidak  ditawarkan  oleh  pelayanan  ini,  tetapi  dibuat  ada oleh  layanan  yang  bersangkutan.  Sumber  layanan  web  berasal  dari  serangkaian  vendor yang  telah  mengembangkan  layanan  ini  secara khusus.  World  Wide  Web  konsorsiummendefinisikan layanan web sebagai  "sistem software yang didesain untuk mendukung mesin yang dioperasikan dengan  interaksi mesin melalui jaringan‖. Layanan web yang paling umum adalah dalam bentuk akses API (Application Programming Interface) Web melalui Internet atau jaringan apapun dan dijalankan pada sistem remote host layanan tersebut. Jasa tersebut biasanya terbagi dalam dua kategori: Big Web Services dan RESTful Web Services. Big Web Services menggunakan standar SOAP untuk membangun / membuat pesan XML. Layanan ini menjadi populer untuk saat-saat ini Namun, RESTfulL Web  Servicesmendapatkan popularitas. Berdasarkan protokol REST, layanan Web ini cenderung melakukan proses integrasi yang lebih baik dengan HTTP daripada layanan berbasis SOAP (Simple Object Access Protocol). Mereka juga tidak memerlukan penggunaan XML atau WSDL. Web services  dapat  digunakan  dalam  beberapa  cara;  tiga  yang  paling  populer adalah RPC, SOA dan REST.
1.  Remote procedure call  (RPC)  adalah  teknologi antara proses-proses yang memungkinkan atau mengijinkan aplikasi secara jarak jauh menjalankan subrutin atau prosedur di komputer lain dengan berbagi jaringan tanpa pengkodean yang jelas untuk interaksi.
2.  Layanan  web  Arsitektur  berorientasi  layanan  (SOA)  didasarkan  pada  arsitektur  dan membuat fungsi SOA diakses melalui protokol Internet standar tanpa ketergantungan pada platform atau bahasa pemrograman.
3.  Representasi  state  transfer (REST)  adalah  jasa  /  layanan  yang    meniru protokol  dengan membatasi antarmuka untuk seperangkat operasi standar. Salah satu layanan Web ini  mungkin diperlukan oleh aplikasi dan layanan yang terdapat pada platform. Web services menambahkan komunikasi yang dibutuhkan sebagai nilai tambah untuk sejumlah tugas  yang  berkaitan  dengan  penggunaan dan pemantauan aplikasi pada web. Mereka dapat digunakan oleh perangkat monitoring, penagihan jasa, pelacak transaksi, mesin untuk penyimpanan dan kebijakan, dan sejenisnya.
Penyedia Jasa Outsource. 
Dengan manfaat dari utilitas berbasis layanan, memungkinkan perusahaan untuk meringankan keuangan dan beban kerja sehingga bisnis inti dapat difokuskan pada beberapa kegiatan yangmasih diperlukan/dibutuhkan oleh bisnis. Ini bisa dari pengembangan aplikasi, untuk memantau aplikasi dalam produksi, untuk mendukung pelanggan dan untuk manajemen  aplikasi. Ada beberapa perusahaan jasa teknologi yang telah memberikan keseluruhan  manajemen operasional bisnis bagi perusahaan. Hal ini biasanya disebut sebagai operasi yang dikelola dan meliputi seluruh solusi IT. Meskipun  komputasi  awan  telah  meringankan  banyak  beban untuk mengelola solusi IT ; Beberapa perusahaan  masih melihat kegiatan outsource untuk manajemen IT ke penyedia lainnya. Mereka mungkin tidak memiliki keahlian  atau ketrampilan  yang  diperlukan  untukmengelolah  manajemen, tidak memiliki peralatan yang  diperlukan.  Atau  mereka hanya lebihsuka tidak mengikat usaha mereka dalam hal-hal tersebut.
E. Model Keamanan Cloud Computing
Komputasi awan telah didefinisikan sebagai penggunaan sekumpulan  layanan  terdistribusi, aplikasi, informasi  dan  prasarana  terdiri  dari  komputer, jaringan, informasi dan sumber  daya penyimpanan. Komponen-komponen       ini dapat dengan cepat diatur, ditetapkan, di implementasikan, dan dihentikan dengan menggunakan utilitas on-demand seperti  model alokasi dan pemakaian. Penyedia layanan awan memanfaatkan teknologi virtualisasi yang  dikombinasikan dengan kemampuan  layanan  mandiri  untuk menghitung  sumber  daya melalui  Internet.  Dalam lingkungan operator selular, mesin virtual  dari  beberapa organisasi  harus co-terletak  pada server fisik yang sama dalam rangka untuk memaksimalkan efisiensi virtualisasi. Penyedia layanan  Cloud  harus belajar  dari  model penyedia layanan yang dikelola dan memastikan  bahwa aplikasi  dan data dari pelanggan  mereka aman,   jika mereka berharapuntuk  mempertahankan pelanggan dan daya saing. Saat ini, perusahaan mencari arah cakrawala/wawasan komputasi  awan  untuk  memperluas  infrastruktur  lokal, tapi  kebanyakan tidak  mampu membayar  resiko  mengorbankan  keamanan  dari  aplikasi  dan  data.  Sebagai contoh, IDC  baru-baru ini  melakukan  survei    (lihat  Gambar  ) dari  244  eksekutif  IT  /  CIO  dan rekan  line-of-business  (LOB) mereka,   untuk  mengukur  pendapat  mereka  dan memahami perusahaan  mereka  dalam menggunakan    layanan  teknologi  awan.  Keamanan  menduduki peringkat pertama sebagai tantangan dan masalah besar komputasi awan.(Cloud Computing).











Gambar 2.2.8 Hasil survey tantangan keamanan IDC(International Data Corporation)
Terinspirasi  oleh  pergerakan  industri  IT  menuju  SaaS, di mana perangkat  lunak  tidak dibeli, tetapi  menyewa layanan dari  penyedia, IT-as-a-Service (ITaaS) sedang diusulkan untuk mengambil  konsep  ini  lebih lanjut, untuk  membawa hak  model  layanan  untuk  Infrastruktur TI anda. organisasi IT  modern  harus  menjalankan  dirinya  sebagai  operasi  yang  terpisah  dan menjadi lebih strategis dalam pengambilan keputusan operasional.
Banyak  organisasi  dalam proses transformasi  departemen  IT mereka ke pusat biaya operasional  mandiri, memperlakukan pengguna internal yang seolah-olah mereka adalah pelanggan. Transformasi ini tidak sepele dan biasanya melibatkan unsur-unsur manajemen proyekportofolio, alur kerja rekayasa ulang, dan perbaikan proses. Transformasi ini memerlukan  waktu yang  lama untuk  diselesaikan.  Banyak  organisasi  IT         besar yang  telah  mengadopsi  kerangka kerja Information  Technology Infrastructure Library  (ITIL)  dengan  maksud  membantu melalui trasformasi ini.
Tantangan Keamanan Cloud
Meskipun virtualisasi dan komputasi awan dapat membantu perusahaan mencapai /melakukan sesuatu yang  lebih  dengan  melanggar  ikatan  fisik  antara  infrastruktur  IT  dan  penggunanya, ancaman  keamanan  yang  tinggi  harus  diatasi  dalam  rangka  untuk  mendapatkan  manfaat sepenuhnya  dari  paradigma  komputasi  baru.  Hal  ini  terutama berlaku untuk  penyedia SaaS. Beberapa kekhawatiran keamanan adalah diskusi bernilai lebih. Sebagai contoh, di awan, Anda kehilangan  kendali  atas aset  dalam beberapa hal,  sehingga model  keamanan  Anda harus ditinjau kembali. Keamanan  yang baik bagi perusahaan adalah yang menjadi mitra, department yang dapat diandalkan  atau dipercaya. Dapatkah Anda mempercayai data Anda ke penyedialayanan Anda? Dalam  paragraf berikut, kita membahas beberapa  isu  yang  harus Anda pertimbangkan sebelum menjawab pertanyaan.
Dengan model awan, Anda kehilangan kontrol atas keamanan fisik. Dalam awan umum, Anda berbagi sumber daya komputasi dengan perusahaan lain. Di luar perusahaan anda tidakmemiliki pengetahuan  atau kendali  dimana sumber daya dijalankan. Mengekspos data anda dalam lingkungan  bersama dengan  perusahaan  lain ,  menjadikan  "alasan  yang  masuk  akal" bagi  pemerintah  untuk  menyita aset  Anda karena  perusahaan lain  tersebut telah  melanggar hukum. Hanya karena Anda berbagi lingkungan/tempat/ruangan di awan, dapat menempatkan data Anda pada resiko penyitaan/penyerangan. Layanan  Penyimpanan yang  disediakan  oleh satu vendor  awan  mungkin tidak  kompatibel  dengan  layanan  vendor  lain   namun  disatu sisi  anda  harus memutuskan  untuk berpindah dari satu ke yang lain, dalam rangka memenuhi kebutuhan perusahaan anda. Jika informasi  dienkripsi  saat  melewati awan(Cloud), siap  yang  mengontrol  kunci  enkripsi  / dekripsi?  Apakah  pelanggan  atau perusahaan  Cloud     ? kebanyakan  nasabah  mungkin ingin data mereka  dienkripsi  dengan  dua  tipe  control  diatas (pengontrolan  oleh  pelanggan  atau perusahaan  Cloud)  di  internet  menggunakan  SSL (Secure Sockets Layer protocol). Mereka juga  mungkin ingin  data  mereka  terenkripsi  ketika  sedang  beristirahat  di  pool  penyimpanan perusahaan awan(Cloud). Pastikan anda sebagai pelanggan mengontrol kunci enkripsi/dekripsi, sama seperti ketika data masih tinggal di server anda sendiri. Integritas data artinya:  memastikan  bahwa data yang  identik  dijaga selama operasi apapun (seperti transfer, penyimpanan, atau pengambilan). Secara sederhana, integritas dataadalah jaminan bahwa data konsisten dan benar. Memastikan keutuhan benar-benar dari data  berarti  bahwa  perubahan  hanya  sebagai  respons  terhadap  transaksi  yang  berwenang.  Ini kedengarannya bagus,  tetapi  Anda harus ingat  bahwa standar  umum  untuk memastikan integritas data belum  ada.  Menggunakan  penawaran  SaaS  di  awan  berarti  bahwa  ada  sedikit  kebutuhan  untuk  pengembangan  perangkat  lunak.  Jika Anda berencana untuk  menggunakan kode yang dikembangkan secara internal di awan(Cloud), bahkan lebih penting untuk memiliki siklus pengembangan  perangkat lunak  yang  aman secara  formal.  Penggunaan  ―teknologi mashup yang  belum matang (kombinasi layanan web), yang merupakan dasar aplikasi awan (Cloud),tanpa disadari  akan  menyebabkan  kerentanan  keamanan  dalam  aplikasi  tersebut.
Pengembangan alat pilihan Anda , harus memiliki model keamanan yang tertanam/ melekat di dalamnya  untuk membimbing  pengembang  dalam tahap  pengembangan  dan  membatasi  user dalam penggunaan data resmi mereka ketika sistem sedang digunakan di dalam produksi.  Aplikasi Awan(Cloud) mengalami penambahan fitur yang konstan, dan pengguna harus terus up  to date dengan perbaikan  aplikasi  untuk  memastikan  bahwa mereka dilindungi. kecepatan  aplikasi  yang  akan  berubah  dalam  awan(Cloud)  akan  mempengaruhi  SDLC (software development  life cycle)dan  keamanan.  Sebagai  contoh, Microsoft  SDLC mengasumsikan  bahwa  misi  penting perangkat  lunak  akan  memiliki  tiga  sampai  lima  tahun periode   dimana ia tidak  akan  berubah  secara  substansial,  namun  Awan  (Cloud) mungkin memerlukan  perubahan  aplikasi  setiap beberapa  minggu sekali.  lebih buruk  lagi,  SLDC  yangaman  tidak  akan  mampu  memberi  siklus  keamanan  yang  terus  menerus terjaga   dengan perubahan yang terjadi begitu cepat. Ini berarti bahwa pengguna harus terus-menerus upgrade,karena versi lama tidak dapat berfungsi, atau tidak dapat melindungi data. Disini  akan  diambil  contoh  keamanan  pada  Layanan  SaaS  (Software  as a Service). Model  Cloud computing masa depan kemungkinan besar  akan menggabungkan penggunaan SaaS, utilitas komputasi, dan kolaborasi teknologi Web 2.0 untuk memanfaatkan Internet untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mereka. Model bisnis baru yang dikembangkan sebagai hasil dari peralihan ke Cloud Computing tidakhanya menciptakan  teknologi  baru dan proses  operasional  bisnis   tetapi  juga persyaratan keamanan baru dan tantangan yang baru. Sebagai langkah evolusi terbaru dalam model layan Cloud (seperti  gambar  di  bawah  ini),  SaaS  kemungkinan  akan  tetap  menjadi  model  layanan awan yang dominan untuk masa yang akan datang dan sebagai tempat kebutuhan yang paling penting untuk praktik keamanan dan pengawasan.






Gambar 2.2.9 Evolusi Layanan Awan.
Seperti  halnya  dengan  penyedia  layanan  yang  diatur, perusahaan  atau  pengguna  akhir  perlu kebijakan  penelitian  vendor  pada keamanan  data  sebelum  menggunakan  jasa  vendor  untuk menghindari kehilangan atau tidak dapat mengakses data mereka. 
Analis teknologi dan perusahaan konsultan Gartner mendaftar tujuh isu keamanan yang mana salah satu diantaranya  harus dibahas dengan perusahaan Cloud Computing :
·         Hak istimewa dari pengguna akses. 
Menanyakan  tentang  siapa yang  memiliki  akses khusus untuk  data, dan tentang pengangkatan dan pengelolaan administrator tersebut. 
·         Peraturan kepatuhan. Pastikan  bahwa  vendor  bersedia  untuk  menjalani  audit  eksternal  dan  /  atau  sertifikasi keamanan.
·          Lokasi data.Apakah  penyedia layanan  dalam  hal  ini  perusahaan             Cloud Computing melakukan pengendalian terhadap lokasi data.
·         Pembagian / pemisahan data. Pastikan bahwa enkripsi tersedia di semua tahapan, dan bahwa skema enkripsi dirancangdan diuji oleh para profesional berpengalaman.
·         Pemulihanan / pembaruan.
Cari  tahu  apa yang akan  terjadi  pada  data  sewaktu terjadi  bencana  /  kerusakan. Mereka menawarkan pemulihan lengkap? Jika demikian, berapa lama waktu yang dibutuhkan untukpemulihan tersebut sehingga pengguna layanan dapat menerima / mengambil data mereka sesuai kebutuhan denganm cepat dan tepat.
·         Bantuan investigasi / bantuan penyelidikan.
Apakah  vendor  memiliki  kemampuan  untuk menyelidiki  setiap  kegiatan  yang  tidak  patut
atau ilegal?
·         Kelayakan / kelangsungan jangka panjang.
Apa  yang  akan  terjadi  pada  data  jika perusahaan  yang  bersangkutan(vendor) keluar/berhenti dari bisnis? Bagaimana data yang dikembalikan, dan dalam format apa? Menentukan jaminan keamanan data untuk jaman sekarang(hari-hari ini) begitu sulit, sehingga fungsi  keamanan  data menjadi  begitu  penting dibandingkan  masa  lalu. Taktik  yang  tidakterhandle oleh  Gartner  adalah  meng-enkripsi  data diri  anda.  Jika  Anda  mengenkripsi  data menggunakan algoritma yang terpercaya, maka terlepas dari keamanan penyedia layanan dan kebijakan  enkripsi, data  hanya  akan  dapat  diakses  dengan  kunci  dekripsi. Tentu  saja,  ini mengarah ke tindak  lanjut pada  masalah:  Bagaimana Anda mengelola kunci  pribadi  dalaminfrastruktur komputasi pay-on-demand ?
Masalah keamanan data Cloud Computing.
a.  Masalah keamanan dari Virtual machine.
Apakah Blue Cloud IBM atau Windows Azure di Microsoft, teknologi mesin virtual dianggap sebagai platform komputasi awan dari komponen fundamental, perbedaan antara Blue Clouddan Windows Azure adalah bahwa virtual mesin berjalan pada sistem operasi Linux atau sistem operasi Microsoft Windows. Teknologi virtual mesin membawa keuntungan yang nyata, ini memungkinkan pengoperasian server tidak lagi bergantung pada perangkat fisik. Tapi padaserver virtual.  Pada  mesin virtual, perubahan yang fisik terjadi atau migrasi tidak mempengaruhi layanan yang diberikan oleh penyedia layanan. jika pengguna membutuhkan jasa lebih, penyedia dapat memenuhi kebutuhan pengguna tanpa harus memperhatikan perangkat keras fisik. Namun, server virtual dari kelompok server logis membawa banyak masalah keamanan. Pengamanan terhadap pusat data tradisional diukur pada platform perangkat keras, sementara Cloud Computing mungkin merupakan server dari  beberapa server virtual, server virtual mungkin milik kelompok server yang berbeda logis, server virtual, sehingga ada kemungkinansaling menyerang, yang membawa server virtual pada banyak ancaman keamanan.
Virtual mesin membentang pada tepi Cloud  yang membuat hilangnya batas jaringan sehingga mempengaruhi hampir semua aspek keamanan, isolasi fisik tradisional dan infrastruktur keamanan berbasis hardware tidak dapat menghentikan lingkungan  komputer Cloud yang saling menyerang antara virtual mesin.
b.  Keberadaan super – user.
Untuk  perusahaan  yang menyediakan  layanan  komputasi  awan  (Cloud  Computing), mereka memiliki  hak  untuk  melaksanakan  pengelolaan dan  pemeliharaan  data, adanya  super-user sangat  bermanfaat  untuk  menyederhanakan  fungsi  manajemen  data, tetapi  merupakan ancaman  serius bagi  pengguna  pribadi.  Dalam  era  privasi  pribadi, data  pribadi  harus  benar-benar  dilindungi,  dan fakta membuktikan  bahwa platform  Cloud Computing  memberikan layanan pribadi  dalam kerahasiannya. Bukan  hanya  pengguna  individu  tetapi  juga  organisasi memiliki  potensi  ancaman  serupa,  misalnya pengguna korporat  dan rahasia dagang  disimpan dalam platform komputasi  awan mungkin dicuri. Oleh karena itu penggunaan hak super user harus dikendalikan di awan(Cloud).
c.  Konsistensi data.
Lingkungan  Awan  (Cloud)  merupakan  lingkungan  yang  dinamis, dimana  data  pengguna mentransmisikan  data dari  data center  ke pengguna. Untuk  sistem, data  pengguna  berubah sepanjang waktu. Membaca dan menulis data berkaitan dengan identitas otentikasi pengguna dan hal perijinan. Dalam sebuah mesin virtual, mungkin ada data pengguna yang berbeda 'yangharus wajib dikelola.        Model  kontrol  akses tradisional  dibangun  di  tepi  komputer,  sehingga sangat lemah untuk mengendalikan pembaca dan penulis di antar komputer  yang terdistribusi.
Hal ini jelas bahwa kontrol akses tradisional, jelas sangat tidak cocok untuk lingkungan komputasi  awan.  Dalam  lingkungan  komputasi  awan, mekanisme  kontrol  akses  tradisional memiliki kekurangan serius.
Prinsip keamanan data.
Semua teknik keamanan data dibangun pada kerahasiaan, integritas dan ketersediaan dari tiga prinsip dasar. Kerahasiaan mengacu pada apa yang disebut dengan data aktual atau informasi yang  tersembunyi,  terutama pada  daerah yang  sensitive, kerahasian data berada  pada persyaratan yang lebih ketat. Untuk komputasi awan, data disimpan di "pusat data", keamanan dan kerahasiaan data pengguna, merupakan hal yang penting.
Model keamanan data.
Berikut gambar model keamanan data pada Cloud Computing.






Gambar 2.2.10  model keamanan data Model struktur yang digunakan adalah system pertahanan  tiga tingkat. 
Di  mana setiap tingkat melakukan tugas masing-masing untuk memastikan keamanan data dari lapisan awan(cloud). Lapisan  pertama: bertanggung jawab untuk otentikasi  pengguna, pengguna sertifikat digital yang diterbitkan oleh yang sesuai/berwenang, mengatur hak akses pengguna. Lapisan kedua: bertanggung jawab untuk enkripsi data pengguna, dan melindungi privasi dari pengguna melalui cara tertentu; Lapisan  ketiga: Data pengguna untuk pemulihan sistem yang  cepat, perlindungan  sistem lapisan terakhir dari data pengguna.





















BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Cloud computing merupakan suatu sistem komputasi terdistribusi melalui jaringan yang memiliki kemampuan untuk menjalankan sebuah program atau aplikasi pada banyak komputer yang terhubung pada waktu yang sama. Istilah cloud computing lebih sering merujuk pada layanan berbasis jaringan yang tampaknya disediakan oleh hardware server sebenarnya, namun disajikan oleh hardware virtual, simulasi oleh perangkat lunak yang berjalan pada satu atau lebih komputer.
            Cloud Computing adalah sebuah model komputasi/computing, dimana sumber daya seperti processor/computing power, storage,network, dan software menjadi abstrak dan diberikan sebagai layanan dijaringan/internet menggunakan pola akses remote. Model biling dari layanan ini umumnya mirip dengan modem layanan publik. Ketersediaan on-demand sesuai kebutuhan, mudah untuk dikontrol, dinamis dan skalabilitas yang hamper tanpa limit adalah beberapa atribut penting dari Cloud Computing. Sebagai pengembangan komputasi awan, masalah  keamanan  telah  menjadi  prioritas utama. Teknologi  komputasi  awan  ini  sangat tepat untuk  menjaga keamanan data.











DAFTAR PUSTAKA
Anggeriana, Herwin Dkk. Cloud Computing. Juni 1, 2012
Barnett, Alex. So what is this Platform as a Service Thing? April 8, 2008.
Llorente, I. M. (July 2008). Towards a new model for the infrastructure grid. Panel From Grids
to Cloud Services in the International Advanced Research Workshop on High Performance
Computing and Grids, Cetraro, Italy.
Staten, James. Is Cloud Computing Ready For The Enterprise? Forrester Research, Inc. March
2008.
Andressen, Marc. The three kinds of platforms you meet on the Internet. September 16, 2007.
rca.com/2007/09/the-three-kinds.html.
MacVittie, Lori. As a Service: The many faces of the cloud. November 20, 2008.
MacVittie, Lori. Bursting the Cloud. September 3, 2008.
Webopedia Computer Dictionary. data center tiers.
Andreessen, Marc. Analyzing the Facebook Platform, three weeks in.. June 12, 2007.
What is Social Software? http://www.sociallibraries.com/farkaschap1.pdf (A Companion to
Social Software in
Libraries by Meredith Farkas)
Takase, Akihiko D. Sc. And Kikuchi, Susumu. Platform Architecture for Networked Businesses.
Webopedia Computer Dictionary. data center tiers.
Andrei Hagiu and David B. Yoffie. Business Harvard Review . http://www.hbr.org.
Jerry Shenk. Log Management in the Cloud. http://www.sans.org/.